Sukses


Sebelum Melingkar di Lengan Victor Igbonefo, Ini 3 Penyandang Ban Kapten Terbaik Persib pada Dekade Terakhir

Bola.com, Bandung - Menyandang ban kapten dalam sebuah tim sepak bola merupakan peran penting. Tak jarang ban kapten berpindah dari lengan pemain yang satu ke pemain lain tergantung bagaimana seorang pelatih melihat karakter dan jiwa kepemimpinan pemain yang dimilikinya, begitu pun dengan Persib Bandung.

Seperti musim ini, Persib Bandung di bawah arahan Robert Alberts memilih Victor Igbonefo sebagai kapten tim Maung Bandung. Hal itu sudah terlihat ketika Persib tampil di Piala Menpora 2021, meski saat itu pelatih Belanda itu juga sempat mempercayakan Esteban Vizcarra dan Dedi Kusnandar menyandang ban kapten.

Selebrasi pemain Persib Bandung, Victor Igbonefo (kiri) dan Esteban Vizcarra usai menjebol gawang PS Sleman dalam laga leg pertama semifinal Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (16/4/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Sebelumnya, ban kapten Persib kerap melingkar di lengan pemain senior, Supardi Nasir. Jauh sebelumnya, Atep merupakan pemain yang dipercaya untuk memimpin rekan-rekan setimnya dengan ban kapten melingkar di lengannya.

Ada begitu banyak pemain hebat yang kerap dipercaya menjadi kapten Persib dalam sepanjang perhelatan Liga Indonesia, seperti Firman Utina, Maman Abdurrahman, dan Eka Ramdani yang juga pernah mendapatkan kepercayaan untuk memimpin skuad Maung Bandung yang menjadi kesayangan bobotoh.

Dari beberapa nama yang pernah menyandang ban kapten Persib Bandung, mungkin Atep yang cukup beruntung. Pasalnya pemain asal Cianjur itu mengenakan ban kapten ketika Persib berjasil menjuarai Indonesia Super League 2014 dan turnamen Piala Menpora 2015.

Namun, siapa saja sebenarnya pemain Persib Bandung yang begitu melekat dengan peran sebagai kapten? Berikut ulasannya:

2 dari 5 halaman

Supardi Nasir

Bek sayap Persib Bandung ini mendapatkan peran sebagai kapten ketika Maung Bandung ditangani oleh Mario Gomez pada musim 2018. Menyandang ban kapten ini menjadi pertama kalinya bagi Supardi selama memperkuat Persib.

Supardi mengaku bukan hal yang mudah mendapatkan kepercayaan sebagai kapten tim. Bahkan pemain berusia 38 tahun itu mengaku peran kapten tim merupakan tanggung jawab yang berat, baik ketika di dalam maupun di luar lapangan.

"Tapi saya ambil pelajaran ketika ditugasi sebagai kapten untuk menjaga tim tetap kondusif. Saya harus total, bagaimana pun tim ini harus saya jaga," ujar Supardi saat itu.

Supardi menambahkan tugas sebagai kapten tim tidak hanya berat di dalam lapangan saja, tapi juga ketika berada di luar lapangan, di mana begitu banyak hal yang harus dijaga.

"Siapa pun yang menjadi kapten sebenarnya tidak masalah, selama dia total untuk tim," ujar pemain bernomor punggung 22 di Persib itu.

 

3 dari 5 halaman

Atep

Gelandang kelahiran Cianjur, 5 Juni 1985, ini berkarier bersama Persib Bandung mulai musim 2008 ketika Maung Bandung dilatih oleh Jaya Hartono. Meski berasal dari Jawa Barat dan pernah berlatih di SSB UNI Bandung, sosok Atep cukup sulit mendapatkan tempat di Persib.

Namun, seiring berjalannya waktu, Atep mendapatkan kepercayaan besar dan menajdi kapten tim pada musim 2014. Atep mendapatkan kepercayaan dari Djadjang Nurdjaman untuk memimpin rekan-rekan setimnya pada saat itu.

Atep kerap dipercaya menjadi kapten tim, termasuk ketika Persib menjuarai ISL 2014 dan turnamen Piala Menpora 2015. Membawa Persib menjadi juara ketika berperan sebagai kapten, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Atep.

Bahkan pemain yang kerap menggunakan nomor punggung 7 itu sempat berharap ingin mengakhiri kariernya sebagai pemain sepak bola bersama Persib. Sayang, setelah 10 tahun bersama Persib, Atep harus rela meninggalkan Persib setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Persib.

 

4 dari 5 halaman

Firman Utina

Pemain kelahiran Manado, 15 Desember 1981, ini bergabung bersama Persib Bandung pada musim 2012 hingga 2015. Pemain berposisi sebagai gelandang ini turut membawa Persib Bandung menjuaria ISL 2014.

Ia juga sempat menjabat sebagai kapten tim Persib Bandung di era Djadjang Nurdjaman. Saat itu, pelatih yang karib disapa Djanur ini memilih Firman Utina sebagai kapten ketika Atep harus dibangkucadangkan.

Atep selalu dipercaya menjadi kapten tim pada musim 2013, tapi performanya sedikit menurun membuat ban kapten tim kemudian beralih ke lengan Firman Utina.

Bahkan antara Firman Utina dan Atep kerap bergantian dipercaya menjadi kapten tim oleh pelatih yang karib disapa Djanur itu hingga akhirnya Atep kembali menjadi kapten tim ketika Persib menjuarai ISL 2014 dan Piala Presiden 2015.

Firman Utina kemudian meninggalkan Persib Bandung pada 2016 setelah bergabung bersama Sriwijaya FC dan kemudian ke Bhayangkara FC pada 2017.

 

5 dari 5 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer