Sukses


Plus dan Minus 4 Legiun Asing yang Memutuskan Setia Bersama PSIS di Liga 1 Musim Ini

Bola.com, Semarang - PSIS Semarang masih setia menanti kedatangan empat legiun asingnya untuk menghadapi Liga 1 2021/2022. Empat ekspatriat mereka masih berada di kampung halaman masing-masing, sejak kompetisi tahun lalu dibubarkan akibat pandemi COVID-19.

Mereka adalah Wallace Costa, Jonathan Cantillana, Flavio Beck Junior, dan Bruno Silva. Praktis membuat PSIS Semarang seperti kejar tayang dalam mempersiapkan diri secara maksimal untuk satu bulan ke depan.

Selain tim pelatih menggembleng pemain lokal dalam latihan, manajemen klub juga segera melakukan renegosiasi kontrak. Terutama tentang nasib dan masa depan keempat pemain asing yang setia menunggu kejelasan di PSIS.

Bola.com sedikit mengulas pengaruh besar atas keberadaan keempat pemain asing PSIS tersebut. Lantaran mereka sudah tergabung dalam satu tim di Mahesa Jenar sejak awal musim 2020.

Ada keunggulan maupun kekurangan dari masing-masing pemain asing PSIS Semarang, berikut ulasannya:

 

2 dari 6 halaman

Wallace Costa

Pemain berpaspor Brasil ini menjadi palang pintu pertahanan yang sarat kualitas dan pengalaman. Selain itu ia mengemban tugas sebagai kapten tim Mahesa Jenar sejak ditangani pelatih Dragan Djukanovic

Wallace Costa sudah menjadi satu di antara bek asing yang sukses di Liga Indonesia sejak masih berseragam Persela Lamongan. Lantas ia menjadi bek yang tidak tergantikan di lini pertahanan PSIS Semarang.

Costa yang berkewarganegaraan Brasil, adalah tipikal bek kuat khas negeri Samba. Badannya besar dan berotot, makin lengkap dengan gaya bermainnya yang lugas.

Selain menjaga daerahnya dari potensi serangan lawan, Wallace Costa juga rajin ikut mencetak gol. Terutama bola dari titik putih, selalu sukses dieksekusinya menjadi gol. Bahkan dirinya ikut masuk daftar pencetak gol terbanyak PSIS pada musim 2019.

Sedikit kekurangan dari kualitas seorang Wallace Costa adalah pertahanan yang mudah di tembus lawan. PSIS mencatat jumlah kebobolan hingga 41 gol pada musim 2019 serta empat gol dari tiga laga pada musim 2020.

 

3 dari 6 halaman

Jonathan Cantillana

Pemain asal Chile yang sulit tergantikan di lini tengah PSIS Semarang, sejak didatangkan pada pertengahan musim 2019. Cantillana saat itu mengganti peran Patrick Mota dan berhasil menunjukkan kemampuan menawan.

Ia sukses membuat keseimbangan di lini tengah tim Mahesa Jenar. Perannya begitu sentral dan tidak jarang mampu berkontribusi dengan memecah kebuntuan. Sepanjang musim 2019, Cantillana mengoleksi tiga gol yang seluruhnya dari bola mati.

Jonathan Cantillana juga cepat beradaptasi dengan perannya di PSIS. Sebenarnya ia merupakan playmaker, tapi sejak bergabung di PSIS, ia sedikit turun ke belakang sebagai gelandang jangkar penyeimbang lini tengah.

Adapun kekurangan yang ada pada Jonathan Cantillana adalah sesekali mudah kehilangan bola akibat direbut lawan. Terutama saat posisinya sedikit jauh berada dari rekan-rekannya.

 

4 dari 6 halaman

Flavio Beck Junior

Flavio Beck Junior termasuk pemain baru di PSIS Semarang, karena baru datang pada awal Liga 1 2020. Ia memiliki rapor menawan selama tampil pada musim 2019 bersama dua klub berbeda, Bhayangkara FC dan Semen Padang.

Sebagai seorang gelandang serbabisa, Flavio Beck Junior menjadi pemain yang cukup dibutuhkan untuk lini tengah sebuah tim. Flavio Beck Junior tampil cukup impresif di Liga 1 2019 dengan tampil sebanyak 33 kali dan mencetak 9 gol dan 6 assist.

Keputusan tepat bagi PSIS untuk merekrutnya. Flavio Beck Junior langsung menjadi andalan di sektor tengah dan masuk dalam skema permainan Dragan Djukanovic. Benar saja, selama tiga pertandingan awal Liga 1 2020, ia selalu menjadi pemain yang mendapatkan kepercayaan.

Ia seperti seorang jenderal lapangan tengah, membagi bola, membuka ruang ke depan, dan ikut membantu pertahanan. Umpan-umpan kunci dan tendangan geledek adalah keunggulan yang dimilikinya. Namun, kadang itu juga menjadi kekurangan karena banyak peluang yang terbuang.

 

5 dari 6 halaman

Bruno Silva

Pamor pemain asal Brasil ini tidak perlu diragukan lagi oleh publik Semarang. Bruno Silva merupakan satu di antara striker asing yang mematikan di Liga 1.

Dengan postur cukup ideal untuk ukuran pemain depan, Bruno Silva memiliki kemampuan dribel maupun akurasi tembakan. Ia juga memiliki kepiawaian mengeksekusi tendangan bebas.

Pada musim pertamanya bersama PSIS Semarang pada 2018, Bruno memperlihatkan betapa produktif dirinya. Ia mampu mencatatkan 16 gol dan 12 assist dari 31 penampilan dan menjadi pencetak gol terbanyak di timnya.

Sayangnya, dia memilih berpetualang di Arab Saudi, meski akhirnya kembali lagi ke PSIS pada tengah musim 2019. Ia harus kembali menyesuaikan diri dengan PSIS di bawah besutan Bambang Nurdiansyah. Hanya empat gol yang berhasil disumbangkan Bruno untuk PSIS.

Produktivitas golnya masih cukup tinggi. Pada awal Liga 1 2020, sebelum ditangguhkan karena pandemi COVID-19. Namun, kelemahannya adalah kurang turun ke bawah saat timnya ditekan lawan.

 

6 dari 6 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer