Sukses


Liga 1: Eduardo Almeida Tak Ingin Langsung Singkirkan Kebiasaan Makan Pemain Arema

Bola.com, Malang - Pola makan pemain Indonesia biasanya jadi sorotan pelatih asing. Beberapa waktu lalu, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sempat memberi hukuman bagi pemain yang sembarangan mengonsumsi makanan.

Artinya, menu yang harus dikonsumsi harus disesuaikan dengan kebutuhan atlet. Arema FC sempat memberlakukan aturan seperti ini kala ditangani pelatih asing seperti Milomir Seslija dan Robert Rene Alberts.

Pemain tidak boleh makan sembarangan apalagi mendekati pertandingan sehingga stamina mereka benar-benar terjaga.

Tapi di era pelatih baru, Eduardo Almeida, dia punya kebijakan beda. Mantan pelatih Semen Padang ini tidak langsung melarang pemainnya mengubah kebiasaan menu makanan.

“Di Arema FC, tentu hal ini (menu makanan) diperhatikan. Fokus yang punya nutrisi bagus. Tapi bagi saya, pemain juga punya kebiasaan menu makanan. Kalau itu langsung disingkirkan, bisa menganggu psikologis mereka karena menu dan pola makan itu sudah jadi budaya di sebuah daerah,” jelas pelatih 43 tahun ini.

2 dari 3 halaman

Sulit Dihindari

Almeida sangat paham persoalan makanan ini. Di Indonesia, masih ada pemain yang mengkonsumsi makanan berminyak termasuk sambal. Pemain sudah paham itu kurang bagus bagi mereka. Tapi mereka sulit menghindarinya karena sudah terbiasa memakannya.

“Itu sudah jadi budaya. Sama seperti ketika orang Eropa biasa makan spaghetti atau daging. Tapi untuk aturan makan, tetap dilakukan. Namun di satu sisi, saya tetap menghormati apa yang pemain makan. Selama tidak melanggar aturan yang ditetapkan,” terangnya.

Seperti apa aturan menu makanan untuk pemain Arema FC saat ini belum diputuskan. Bisa jadi pemain dilarang makanan fast food atau yang berminyak menjelang pertandingan saja.

Nantinya Almeida akan berdiskusi lebih dulu dengan asistennya. Nantinya juga melibatkan bagian dapur di mess pemain yang selama ini menyajikan makanan untuk pemain.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer