Sukses


5 Veteran Persija di Liga 1 2021: Menang Pengalaman tapi Tenaga Terus Terkuras

Bola.com, Jakarta - Persija Jakarta merupakan satu di antara tim yang konsisten memakai pemain gaek. 

Faktor kedekatan emosional menjadi satu di antara pertimbangan. Contohnya Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan. Bepe gantung sepatu di Persija saat usianya 39 tahun.

Sementara Ismed, meski sudah ancang-ancang menjadi pelatih, masih tercatat sebagai serdadu Macan Kemayoran. 

Ketatnya persaingan yang ada tak jarang membuat para pemain tua tersisih. Seleksi alam yang terjadi karena gagal bersaing dengan usia yang lebih muda dan produktif.

Namun, masih ada beberapa nama yang berusaha untuk menolak tua. Meski sudah berusia yang tak ideal sebagai pesepak bola, pada kenyataannya peran mereka masih dibutuhkan.

Setidaknya ada lima pemain tua yang akan masih berjuang untuk Persija Jakarta di Liga 1 musim ini Siapa saja?

2 dari 7 halaman

Ismed Sofyan (41 Tahun)

Ismed Sofyan memang tak lagi jadi pilihan utama di sektor bek kanan Persija Jakarta. Dia tersisih oleh pemain asing Marco Motta.

Pada usia 41 tahun, Ismed masih belum menyerah. Pemain kelahiran Aceh ini tetap melanjutkan kariernya meski hanya sebagai pemain pelapis.

Di Piala Menpora 2021, Ismed belum turun karena mengalami cedera. Namun di Liga 1, jika Motta absen, Ismed masih bisa diandalkan.

Seperti musim 2019, dia masih dapat kesempatan main dalam 17 pertandingan. Secara tenaga, bisa saja dia keteteran saat menghadapi lawan yang punya kecepatan di sektor sayap.

Namun untuk membuat ketenangan di lini belakang, Ismed bisa berperan besar. Selain itu, dia masih punya andalan crossing akurat sehingga dia bisa melayani targetman Persija.

Tapi, ada kemungkinan dia pensiun di Persija akhir musim 2021. Wacana ini sudah muncul sejak tahun lalu.

3 dari 7 halaman

Marco Motta (35 Tahun)

Marco Motta bukan pemain sembarangan, setidaknya di negaranya. Dia pernah bermain untuk dua klub raksasa, Juventus dan AS Roma. Dia juga merupakan langganan Timnas Italia level usia, meski hanya membuat satu cap di timnas senior.

Di AC Omonia, kiprah Marco Motta tidak berjalan mulus. Dia absen selama setengah musim lebih. Marco Motta baru mencatatkan debutnya pada Februari 2019. Di akhir musim, mantan pemain Udinese itu cuma membukukan delapan penampilan.

Pada Juni 2019, Marco Motta meninggalkan AC Omonia. Dia lalu menganggur selama setengah tahun. Enam bulan tanpa klub, Marco Motta memantapkan keyakinannya untuk mencoba suasana baru: bermain di Asia.

Medio Januari 2020, Persija Jakarta memperkenalkan Marco Motta. Dia dikontrak selama dua tahun. Namun, musim pertamanya di Indonesia tidak berjalan sesuai harapan. Kompetisi dihentikan ketika memasuki pekan ketiga akibat pandemi COVID-19.

4 dari 7 halaman

Tony Sucipto (35 Tahun)

Tony Sucipto suda berusia 35 tahun. Pada musim ketiganya di Persija, Tony belum memudar. Di Piala Menpora 2021, Tony tampil luar biasa dalam mengawal lini belakang Macan Kemayoran.

Pengalaman membuatnya tampil tenang. Itu menjadi satu di antara kunci Persija menjuarai turnamen itu.

Tony belum ancang-ancang gantung sepatu. Meski begitu, mantan bek Persib Bandung ini sudah punya rencana.

Tony mendapatkan lisensi kepelatihan C AFC. Ia sudah dinyatakan lulus setelah mengikuti program kepelatihan di Kuningan, Jawa Barat, pada 16 hingga 28 Desember 2020.

Tentunya lisensi kepelatihan ini menjadi modal yang sangat bagus baginya untuk menyambung karier ketika sudah gantung sepatu sebagai pesepak bola profesional.

5 dari 7 halaman

Otavio Dutra (37 tahun)

Dutra sudah berkiprah di kompetisi Indonesia sejak 2010 dan sudah berstatus Warga Negara Indonesia sejak 2019. Ia sudah membela sejumlah klub, seperti Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura, Bhayangkara FC, dan Persija Jakarta.

Dutra memasuki musim ketiga di Persija. 

Otavio Dutra dikenal sebagai bek tengah yang tangguh. Hal itu sudah dibuktikan pemain naturalisasi itu bersama Persija Jakarta di Piala Menpora 2021.

Di Liga 1, tentu Macan Kemayoran akan bergantung lagi padanya.

6 dari 7 halaman

Maman Abdurrahman (39 tahun)

Maman Abrurrahman saat ini berusia 39 tahun. Meskipun sudah tak lagi muda, Maman masih mampu menunjukkan performa terbaik di lini belakang. Maman berhasil mendapatkan kepercayaan dari pelatih Persija.

Pengalaman yang dimiliki Maman akan berguna menjadi tembok kukuh Persija.

Maman harus mampu meyakinkan pelatih anyar Persija, Angelo Alessio, dengan kualitasnya. Apalagi Persija merekrut Yann Motta yang juga berperan sebagai bek tengah.

Namun, Maman merupakan pemain multitalenta. Selain bermain sebagai bek tengah, kualitas Maman juga bisa diadu sebagai bek sayap kiri hingga gelandang bertahan.

7 dari 7 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer