Sukses


3 Alumni Timnas Indonesia Kampiun Piala AFF U-19 2013 yang Saat IniBermain di Bali United: Yabes Roni dan Ricky Fajrin Terlama

Bola.com, Bali - Pada 2013 lalu, Indra Sjafri menjadi pelatih yang sangat fenomenal di Indonesia. Dia menjadi pelatih yang berhasil mengantarkan Timnas Indonesia U-19 saat itu menjadi kampiun Piala AFF U-19.

Setelah membawa Timnas Indonesia U-19 meraih juara, Timnas U-19 saat itu akhirnya bisa melenggang mulus ke Piala Asia U-19. Kala itu, Piala Asia U-19 berlangsung di Myanmar.

Di fase kualifikasi, Laos, Filipina, dan Korea Selatan berhasil dilibas dengan mulus. Tapi perlu diingat, masa kejayaan Timnas U-19 sudah delapan tahun berlalu.

Para alumni Timnas Garuda Nusantara – julukan Timnas U-19 sudah tersebar ke berbagai klub di Indonesia. Kebetulan di Bali United, ada dua jebolan Timnas U-19 di era Indra Sjafri ketika berhasil meraih gelar AFF U-19.

Mereka adalah Ricky Fajrin dan Yabes Roni Malaifani. Namun sejak musim lalu, alumni Timnas U-19 bertambah dengan kehadiran Gavin Kwan Adsit. Tapi Gavin tidak berhasil merengkuh gelar AFF U-19 karena saat itu mantan pemain Mitra Kukar dan Barito Putera tersebut memilih pinangan klub asal Rumania CFR Cluj.

Dia berhasil memikat hati CFR Cluj setelah membawa Timnas U-19 menjadi juara di turnamen HKFA yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Hongkong pada Februari 2013 silam. Selain tiga pemain tersebut sebenarnya masih ada beberapa pemain yang sempat memperkuat Bali United.

Mereka adalah Evan Dimas Darmono, I Putu Gede Juni Antara, Paulo Sitanggang, Hansamu Yama, hingga Miftahul Hamdi. Lantas bagaimana sepak terjang Ricky, Yabes Roni, dan Gavin Kwan Adsit yang sekarang masih berada di Bali United? Berikut ulasannya.

2 dari 5 halaman

Ricky Fajrin

Sejak 2015, Ricky Fajrin masih setia membela Bali United. Dia bersama Yabes Roni menjadi salah satu Angkatan pertama Bali United yang bertahan sampai sekarang. Selain dia masih ada Yabes Roni dan Fadil Sausu yang menjadi Angkatan pertama.

Selama itu, dia bermain sebanyak 97 kali dengan dua gol berhasil dilesakkannya. Selama itu pula berkat penampilan apiknya, pemain asal Semarang, Jawa Tengah tersebut beberapa kali dikaitkan dengan klub luar negeri.

Kontra Ricky musim lalu diperpanjang Manajemen Bali United dengan durasi dua tahun. Saat itu Ricky sempat mengatakan jika bertahannya dia di Bali United karena manajemen bagus dan mendapat kesempatan bermain. Bukan itu saja, dia juga disebut mendapat ganjaran kenaikan nilai kontrak sehingga mau bertahan di Serdadu Tridatu.

"Selama manajemen bagus dan kesempatan bermain ada, kenapa saya tidak bertahan disini? Daripada cari klub lain dan belum tahu kondisi (keuangan) seperti apa dan kesempatan bermain bagaimana," kata Ricky Fajrin. 

"Kalau kenaikan gaji, semua (pemain) pasti dapat karena prestasi tahun lalu (juara Liga 1 2019). Saya sungguh mensyukuri hal ini,” lanjutnya. 

3 dari 5 halaman

Yabes Roni

Sama seperti Ricky Fajrin, Yabes Roni menjadi pemain angkatan pertama di Bali United. Dia mendapat ganjaran kontrak anyar di penghujung tahun 2019. Meskipun sekarang jarang dimainkan, tapi peran putra asal Alor, NTT ini masih sangat dibutuhkan oleh Bali United.

Beberapa kali Pelatih Bali United sempat memuji penampilan pemilik nomor punggung 11 tersebut. Salah satunya karena dia bisa menjadi pemain serba bisa. Disaat dibutuhkan, Yabes Roni bisa menjadi bek sayap. Kecepatannya juga patut diperhitungkan.

"Saya pikir, Yabes Roni adalah pemain penuh tenaga. Dia bisa naik turun sepanjang pertandingan. Ternyata saat bermain, dia berhasil menyerang dengan bagus dan bertahan sama baiknya sehingga tidak ada yang bisa melewati dia,” terang Teco.

Pernyataan tersebut keluar dari Teco setelah Yabes Roni tampil apik ketika Bali United menghadapi Persela lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan pada Liga 1 2019.

Saat itu Bali United berhasil menang 2-0 dan pada babak kedua, Yabes bermain sebagai bek kanan menggantikan I Made Andhika Wijaya.

4 dari 5 halaman

Gavin Kwan

Sejak menjadi alumni Timnas U-19, Gavin Kwan Adsit baru menjadi pemain Bali United sejak tahun lalu. Padahal beberapa kali Gavin sempat dilirik Manajemen Bali United. Namun sayang dia masih terikat kontrak dengan Barito Putera.

Pemain asli Bali tersebut akhirnya memilih Serdadu Tridatu karena persaingan yang kompetitif di bek kanan. Terlebih dia bisa bermain di berbagai posisi. Jadi gelandang bisa, penyerang sayap bisa, bahkan pemain nomor sembilan alias penyerang tengah pun bisa dijalaninya.

"Bali United punya banyak pemain berkualitas. Jelas persaingan lebih ketat dan kompetitif. Itulah alasan saya kesini karena kompetisi menjadi sehat dan meningkatkan semua," kata Gavin Kwan. 

"Kami bisa belajar satu sama lain. Otomatis, ada sisi positif untuk tim dan semua pemain bisa memberikan 100 persen dalam setiap pertandingan,” jelasnya saat pertama kali diperkenalkan sebagai pemain baru Bali United.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Video Populer

Foto Populer