Sukses


Wiljan Pluim dan 3 Pemain Asing yang Setia di Liga 1

Bola.com, Jakarta - Menjadi pemain asing dan memiliki karier panjang di Liga 1 adalah fenomena langka. Apalagi bermain untuk satu klub dalam waktu yang lama.

Hal itu terjadi karena jarang ada klub Liga 1 yang bersedia mengikat pemain asing dengan kontrak jangka panjang. Biasanya, klub hanya berani memberikan kontrak berdurasi satu musim untuk pemain baru.

Namun, cerita berbeda jika pemain tersebut sudah memiliki rekam jejak berkualitas di Indonesia. Belakangan, klub-klub Indonesia mulai berani memberikan kontrak di atas dua tahun.

Alasannya karena sang pemain memiliki kualitas yang sulit untuk dilewatkan. Selain itu, kontribusinya banyak diberikan untuk klub di lapangan.

PSM Makassar, Bali United, dan Persija Jakarta merupakan klub-klub yang mulai berani memberikan kontrak jangka panjang kepada pemain asing. Situasi itu tentu saja memungkinkan buat para pemain untuk bertahan lama dalam satu klub.

Bola.com mengumpulkan nama-nama pemain asing yang dikenal memiliki loyalitas pada klub. Lantas, siapa saja pemain asing setia pada satu klub di Liga 1? Berikut ini adalah ulasannya. 

2 dari 6 halaman

Marko Simic

Marko Simic bergabung dengan Persija Jakarta pada 2018. Artinya, musim ini menjadi edisi keempat buat pemain asal Kroasia itu bersama Persija.

Sejauh ini, Simic memang memiliki peran penting di tim. Pemain berusia 32 tahun itu tampil tajam dengan torehan 47 gol dari 64 laga yang dimainkannya bersama Persija.

Simic juga sukses mempersembahkan dua gelar untuk Persija yakni Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018. Kebersamaan Simic dan Persija masih akan bertahan lama karena manajemen baru saja memperpanjang kontraknya.

Pemain berusia 33 tahun tersebut menandatangani kontrak sampai 2022 bersama Persija. Sikap tak biasa yang dilakukan klub sepak bola Indonesia itu dipelopori oleh Persija.

Klub ibu kota mungkin menyadari kualias yang dimiliki Simic sehingga khawatir kehilangan sang pemain di masa depan. Saat kontraknya habis di Persija, Marko Simic akan berusia 34 tahun.

Misinya adalah selama mungkin memperkuat Macan Kemayoran. Eks striker Negeri Sembilan di Liga Primer Malaysia itu juga berencana mengakhiri kariernya di Persija.

"Saya mau mengikuti jejak Bambang dan Ismed. Bermain sebanyak dan selama mungkin bersama Persija. Saya juga ingin pensiun di Persija," tutur Marko Simic.

3 dari 6 halaman

Rohit Chand

Kesetiaan menjadi barang langka di sepak bola Indonesia. Namun, anggapan itu masih berlaku buat Rohit Chand. Gelandang asal Nepal itu akan memasuki musim kedelapannya bersama Persija Jakarta.

Rohit telah bermain untuk Persija Jakarta sejak Indonesia Super League (ISL) 2013. Pemain berusia 29 tahun itu bergabung dari PSPS Pekanbaru pada putaran kedua.

Rohit sempat meninggalkan Persija pada pertengahan 2015 gara-gara kompetisi vakum. Baru berpisah satu setengah tahun, wakil kapten Timnas Nepal itu balik lagi ke tim ibu kota.

Merangkum statistik dari Transfermarkt dan Soccerway, Rohit membukukan 139 penampilan dalam delapan musimnya bersama Persija Jakarta.

"Terima kasih untuk manajemen dan pelatih yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya. Saya sangat bangga dan senang bermain di sini," kata Rohit dinukil dari laman klub.

Jika melihat ke belakang, Rohit Chand pernah dijadikan ban serep hingga pilihan kedua di Persija Jakarta. Namun, loyalitasnya untuk tim berjulukan Macan Kemayoran itu tidak luntur.

Pada awal 2017, Persija sulit mencari pemain Asia. Tiba-tiba, Rohit nongol beberapa hari sebelum pertandingan pertama Persija Jakarta itu di kompetisi.

Dua tahun berselang, Rohit didepak oleh Persija. Posisinya digantikan oleh gelandang asal Uzbekistan, Jahongir Abdumuminov. Belum juga musim dimulai, Persija plin plan dengan mencoret Jahongir dan memanggil pulang Rohit.

"Saat pertama kali datang, saya tak pernah berpikir bisa bermain lebih dari 100 pertandingan. Saya selalu berfokus satu per satu pertandingan yang dijalani sehingga tak pernah berpikir bisa sejauh ini," jelas Rohit.

4 dari 6 halaman

Wiljan Pluim

Wiljan Pluim bisa dikatakan sebagai pemain asing yang paling lama membela klub Liga 1 secara berturut-turut sampai saat ini. Wiljan Pluim sudah membela PSM Makassar sejak 2016 dan berhasil mencatatkan 98 pertandingan.

Pluim juga sukses mencetak 26 gol dan mempersembahkan gelar Piala Indonesia 2018 untuk PSM. Penampilan apik Wiljam Pluim di lini tengah menjadi alasan PSM mempertahankan jasanya.

Saat ini, pemain asal Belanda itu masih menyisakan kontrak sampai 31 Desember 2021 di PSM. Artinya, Wiljan Pluim hampir berusia 33 tahun begitu kontraknya rampung di PSM.

Besar kemungkinan PSM akan menambah kontrak Wiljan Pluim. Namun, semuanya akan ditentukan penampilan eks penggawa Roda JC itu di lapangan.

"Saya memiliki kontrak di sini dan akan menyelesaikannya," tegas Wiljan Pluim.

5 dari 6 halaman

Lee Yoo-joon

Lee Yoo-joon sudah bermain di Indonesia sejak 2016. Bhayangkara FC adalah klub pertama dan satu-satunya yang sampai saat ini dibela Lee.

Musim terbaik Lee Yoo-joon bersama Bhayangkara FC terjadi pada 2017. Ketika itu, dia mempunya peran penting membantu Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 2017.

Sejauh ini, Lee Yoo-joon sudah tampil sebanyak 107 kali dan mencetak enam gol. Lee Yoo-joon juga sedang dalam proses meraih status Warga Negara Indonesia (WNI). Hal itu dilakukannya karena rasa cinta yang besar terhadap Indonesia.

Musim 2020, Lee Yoo-joon tidak didaftarkan Bhayangkara FC. Pemain berusia 30 tahun itu tak bisa bermain karena Bhayangkara FC sudah mendaftarkan empat pemain asing sehingga menunggu proses WNI Lee Yoo-joon rampung.

Lee Yoo-joon kemungkinan akan kembali ke skuad Bhayangkara FC, yang telah berganti nama menjadi Bhayangkara Solo FC pada musim ini. Sebab, tim berjulukan The Guardian itu telah melepas Lee Won-jae

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Video Populer

Foto Populer