Sukses


Bali United Punya Nilai Skuad Rp84,30 Miliar, Brwa Nouri Jadi Pemain Termahal

Bola.com, Denpasar - Bali United bisa disebut menjadi satu di antara klub ‘sultan’ di Indonesia. Nilai skuad asuhan Stefano Teco Cugurra menurut situs transfermarkt.com menyentuh nominal Rp84.30 miliar.

Tapi nilai skuad yang dimiliki Serdadu Tridatu masih kalah dibanding Persib Bandung dengan total nilai pasar sebesar Rp87,3 miliar. Melihat komposisi pemain yang dimiliki Bali United di Liga 1 20212022, tentu menjadi hal wajar mengapa nilai pasar mereka cukup jauh diatas klub kontestan Liga 1 lainya.

Misalnya saja Bhayangkara FC. The Guardian ‘hanya’ memiliki nilai pasar sebesar Rp74,74 miliar. Borneo FC juga masih dibawah Bali United dengan Rp75,18 miliar. Ada sederet pemain yang masuk dalam kategori pemain mahal di Indonesia yang dimiliki Bali United.

Satu di antaranya Brwa Hekmat Nouri. Gelandang berpaspor Irak ini sempat menjadi pemain termahal di Liga 1 sebelum akhirnya digeser oleh Marc Anthony Klok yang direkrut Persija Jakarta musim ini.

Berikut ulasan skuad mahal Bali United:

2 dari 7 halaman

Brwa Hekmat Nouri

Pada tahun 2018 atau saat masih berseragam klub Swedia, Ostersund FK, nilai pasar Brwa Nouri sempat mencapai Rp13,91 miliar. nilai pasar tersebut terus menyusut setelah dia memilih memperkuat Bali United di paruh kedua Liga 1 2018.

Dari data transfermarkt.com, Nouri saat itu memiliki nilai pasar Rp11,30 miliar. Tapi saat itu dia menjadi pesepakbola termahal di Liga 1. Tapi seiring berjalannya waktu, harga pasarnya terus mengalami penyusutan.

Pembaruan harga pasar hingga 17 Juni lalu mencatatkan jika nilai pasarnya ‘hanya’ sebesar Rp7,82 miliar. Tapi dia masih menjadi pemain termahal di Bali United dengan harga sebesar itu.

3 dari 7 halaman

Willian Pacheco

Sejak bergabung bersama Persija Jakarta di Liga 1 2017, nilai pasar bek bertinggi badan 196 cm tersebut terus mengalami peningkatan. Peningkatan signifikan terjadi ketiga dia berseragam Bali United di Liga 1 2019.

Pada tahun ini, nilai pasarnya meningkat dari Rp3,04 miliar saat masih membela Selangor FC menjadi Rp3,48 miliar ketika direkrut Serdadu Tridatu. Tidak sampai satu tahun, Pacheco mampu meningkatkan nilai pasarnya hamper 100 persen.

Pada Desember 2019, dia memiliki nilai pasar sebesar Rp7,82 miliar. Mungkin membawa Bali United menjadi juara Liga 1 2019 adalah salah satu factor terbesar mengapa nilai pasarnya meningkat 100 persen. Sekarang akibat pandemi COVID-19, nilainya turun menjadi Rp6,52 miliar.

4 dari 7 halaman

Stefano Jantje Lilipaly

Sebelum bersama Bali United di paruh kedua Liga 1 2017, harga pasar Stefano Lilipaly adalah Rp6,95 miliar. Kala itu dia masih berseragam klub penghuni Eerste Divisie, SC Cambuur. Setelah dipinang Serdadu Tridatu, nilai pasarnya meningkat menjadi Rp7,82 miliar.

Tapi sejak Desember 2019, nilai pasarnya terus menyusut. Dari Rp7,39 miliar menjadi Rp6,08 miliar pada Juni lalu.

5 dari 7 halaman

Ricky Fajrin - Nadeo Arga Winata - Melvin Platje

Kebetulan ketiga pemain ini sama-sama memiliki nilai pasar sebesar Rp4,78 miliar. Hanya perbedaannya adalah nilai pasar Nadeo meningkat kurang lebih Rp300 juta saat penjaga gawang asal Kediri, Jawa Timur tersebut masih berseragam Borneo FC pada tahun 2019.

Untuk Ricky dan Melvin sebagai pemain lama Bali United, nilai pasarnya mengalami penurunan. Untuk Ricky, nilai pasarnya sempat menyentuh Rp5,65 miliar pada tahun 2019 sebelum akhirnya turun ke Rp4,78 miliar.

Melvin Platje memiliki nilai pasar tertinggi ketika masih berseragam NEC Nijmegen pada tahun 2014. Saat itu dia dihargai sebesar Rp13,91 miliar. Ketika bersama Bali United pada paruh kedua Liga 1 2018, nilainya tereduksi menjadi Rp5,21 miliar.

Pada Desember 2019, nilainya meningkat menjadi Rp6,95 miliar. Sebelum menyentuh harga Rp4,78 miliar, Melvin masih sempat memiliki nilai pasar sebesar Rp5,21 miliar saat dipinjamkan ke De Graafschap pada Maret 2021.

6 dari 7 halaman

Ilija Spasojevic – Lerby Eliandry

Saat direkrut Bali United dari Bhayangkara Fc di tahun 2018, nilai pasar Ilija Spasojevic menyentuh harga Rp5,21 miliar. Sekarang dan kemungkinan besar akibat pandemi, nilai pasarnya berkurang menjadi Rp4,35 miliar.

Lerby Eliandry Pong Babu sama-sama berposisi sebagai pemain nomor sembilan. Dengan nilai pasar, dia juga memiliki nilai pasar yang sama dengan Spaso. Tapi tidak banyak harga yang tereduksi. Ketika masih berseragam Borneo FC, nilai pasar tertingginya adalah Rp4,78 miliar pada Desember 2019.

7 dari 7 halaman

Video

3 Gol Terbaik BRI Liga 1, Salah Satunya Tendangan Spektakuler Irsyad Maulana

Video Populer

Foto Populer