Sukses


BRI Liga 1: Jawaban Pelatih Arema Setelah Ditahan Persita Tangerang

Bola.com, Bantul - Arema FC gagal melanjutkan kemenangan beruntun di BRI Liga 1. Setelah memetik empat kemenangan berturut-turut, Arema ditahan 2-2 Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (27/10/2021) malam WIB.

Tim Singo Edan sempat dua kali unggul lewat aksi Kushedya Hari Yudo (25') dan Dedik Setiawan (45+1'). Namun Persita bisa menyamakan skor lewat Nur Hardianto pada menit ke-43 dan Edo Febriansyah menit ke-90+2.

Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, tak terlalu kecewa dengan hasil tersebut. Pelatih asal Portugal tersebut menganggap hasil seperti itu sebuah hal yang wajar dalam sepak bola.

"Pertandingan tadi bagus. Dua tim mencari hasil terbaik. Kami bermain bagus pada babak pertama. Namun, menurun pada paruh kedua. Kami sudah berusaha memenangkan pertandingan, tetapi hasilnya imbang," jelas Almeida.

Sepertinya pemain Arema kehabisan bensin pada laga ini. Mereka tampil garang pada babak pertama, tetapi justru tertekan ketika sudah unggul.

"Hal yang wajar dalam sepak bola. Babak pertama kami mengendalikan permainan. Melakukan pressing dan tak banyak memberi ruang lawan," tambahnya.

"Babak kedua karena Arema FC unggul, lawan coba menaikkan intensitas serangan dengan terus menekan. Mereka bermain secara tim, jadi beberapa kali memaksa kami lebih banyak bertahan," terang mantan pelatih Semen Padang itu.

 

2 dari 4 halaman

Carlos Fortes Kesulitan Cetak gol

Arema FC sebenarnya coba menjaga ketajaman lini depannya pada babak kedua. Carlos Fortes yang sempat disimpan masuk pada menit ke-63.

Sayangnya, striker asal Portugal itu tak dapat banyak suplai bola. Lantaran rekan-rekannya seperti sudah kehabisan dan lebih fokus bertahan.

Selain itu, beberapa pemain kunci juga sudah terlanjur diganti. Seperti Ahmad Alfarizi dan Hanif Sjahbandi yang kuat dalam bertahan maupun membantu serangan.

 

3 dari 4 halaman

Pemain Arema FC Kehilangan Fokus

Pelatih Arema FC mengakui jika gol penyeimbang Persita yang dicetak Edo Febriansyah juga akibat hilangnya fokus pemain. Mereka seperti ingin segera mengakhiri laga tersebut.

Padahal, dari pandangan Almeida, harusnya pemainnya bisa lebih fokus karena peluang terakhir Persita bermula dari tendangan bebas. Pemain bisa mengatur posisi untuk mengantisipasinya.

Akan tetapi, bola liar bisa disambar Edo dengan tendangan kerasnya. "Itu gol penyeimbang yang bagus. Saya ucapkan selama untuk Persita," tegasnya.

Gol kedua Persita Tangerang lahir dari tendangan keras dari luar kotak penalti. Adilson Maringa tak kuasa membendung bola tersebut. Lantaran pandangannya juga terhalangi banyaknya pemain depannya setelah mengantisipasi tendangan bebas lawan.

4 dari 4 halaman

Yuk Tengok Posisi Arema FC di Bawah Ini:

Pemain Naturalisasi Solusi Timnas Akhiri Kutukan Spesialis Nyaris Juara di Piala AFF?

Video Populer

Foto Populer