Bola.com, Jakarta - Dari sekian banyak wasit yang pernah bertugas di Liga Indonesia, satu di antaranya yang paling beken adalah Jimmy Napitupulu.
Kelahiran Pekanbaru 60 tahun silam itu mengawali kariernya di sepak bola sebagai pemain. Ia pernah memperkuat PSPS Pekanbaru di Piala Suratin, bermain di Perserikatan bersama PSJS Jakarta Selatan, dan aktif pula di Liga Mahasiswa.
Lazimnya, banyak pemain sepak bola yang meneruskan kariernya sebagai pelatih. Namun, Jimmy Napitupulu justru banting setir jadi wasit. Padahal, awalnya, ia tak terlalu serius menekuni profesi wasit.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, alumnus fakultas hukum UKI Jakarta dikenal sebagai salah satu wasit terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Pada eranya, Jimmy dijuluki Pierluigi Collina-nya Indonesia.
Ihwal profesi yang telah mengangkat namanya, Jimmy mengaku berawal dari ketidak seriusan. Hal tersebut ia beberkan via kanal YouTube Sport77 Official.
"Kita pernah mengalami krisis nasional ya, 1997 - 1998. Akhirnya saya memutuskan untuk jadi wasit 1997 untuk serius ya. Awal mulai enggak serius, iseng-iseng aja. Tahun 1995-1996 itu masih awal karier," kata Jimmy.
"Ceritanya ketika saya ambil lisensi wasit waktu itu, C2 provinsi, instruktur saya bilang begini, 'Saya modal sempritan bisa keliling dunia'. Saya pun kaget. Hah? Modal sempritan keliling dunia? Yang benar aja. Saya pikir begitu kan."
"Terus saya tanya, 'Pak, bagaimana caranya?' Dia jawab, 'Setelah saya jadi wasit nasional saya ambil lisensi FIFA. Saya hanya modal sempritan, bisa keliling seluruh Asia'. Dari situ, setelah krisis moneter, saya serius jadi wasit," lanjutnya.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Dapat Saran dari Teman
Menurut Jimmy, orang yang pertama kali menyarankannya menjadi wasit bukan orang tua, melainkan teman.
"Ada teman, dia teman main bola juga. Waktu itu saya tinggal di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Nah, diajak waktu itu karena rata-rata pemain bola itu, begitu kariernya sudah habis, kalau enggak jadi wasit ya jadi pelatih," ujar Jimmy.
"Untuk menjadi pelatih, kami bukan pemain top. Siapa yang percaya ya, pemain kampung saja istilahnya pemain abal-abal mau jadi pelatih pula. Akhirnya saya memilih jadi wasit. Iseng awalnya, waktu itu 1995. Umur saya kalau enggak salah masih 29 tahun," lanjutnya.
Selama jadi pemain bola, Jimmy pernah merasakan atmosfer kompetisi yang kala itu masih bernama Perserikatan. Ia memperkuat Bakti 78, anggota PSJS Jakarta Selatan.
"Saya sempat memperkuat PSJS Jakarta Selatan. Divisi 1 PSSI 1988. Zaman itu enggak ada profesional, masih amatir. Perserikatan pada 1988 memperpekuat PSJS. Waktu itu satu grup dengan PSIM Yogyakarta, Persema Malang, Persiwa Karawang. Jadi saya sempat bertanding di level nasional," tukas Jimmy.
Sempat Menimba Ilmu Kepelatihan juga
Menariknya, kendati bermain sebagai pesepak bola, Jimmy tetap menekuni ilmu kepelatihan.
"Tetap bermain bola sambil sekolah mengambil lisensi wasit. Saya berkompetisi di Jakarta Selatan dan itu ada levelnya. Ada divisi utamanya, ada divisi satunya," ujar Jimmy.
"Nah, bagaimana supaya sepak bola ini bermainnya itu bisa berjalan lancar? Maka diharapkan kepada klub-klub Perserikatan mengirimkan salah satu anggota atau pemainnya untuk dididik menjadi wasit."
"Tujuannya apa? Sosialisasi peraturan permainan ketika mereka bermain. Dulu begitu. Jadi semua klub itu harus punya wasit. Saya pemain, bermain di klub, namanya dulu Bakti 78. Saya bermain kebetulan ada surat panggilan dikirim kepada anggota angota klub untuk mengirimkan anggotanya yang aktif untuk menjadi wasit."
"Tujuannya apa? Saya bilang tadi, sosialisasi peraturan permainan. Sehingga ketika ada timbul permasalahan di lapangan, kita sebagai wasit menyampaikan pada teman-teman," tuntas Jimmy.
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/1930108/original/picture.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/947230/original/080797700_1438786131-Jimmy_Napitupulu.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/682048/original/098866400_1512025251-Endo_potrait_square.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5412362/original/085156000_1763089671-500x656_-_Timnas_Indonesia__2_.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469657/original/068496700_1768147545-AP26011539438626.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7081273/original/056441800_1779861808-Gemini_Generated_Image_2fvdf42fvdf42fvd.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565377/original/083997200_1777021351-Gemini_Generated_Image_szno2eszno2eszno.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4981525/original/090926300_1730042570-Mees.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555681/original/096709400_1776178844-1000313605.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7021636/original/039167900_1779795690-nathan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6746636/original/007703000_1779555779-BL1_2388.jpg.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553193/original/091203600_1775913244-persija_vs_persebaya-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539801/original/013389400_1774621206-Timnas_Indonesia_vs_Saint_Kitts_and_Nevis-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490069/original/006980800_1769994360-000_94R7296.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457720/original/069374800_1767018398-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540284/original/055945700_1774694136-InShot_20260328_171527653.jpg.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6997403/original/082455100_1779767631-dony__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7078397/original/030608900_1779858439-1000431473.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5312289/original/010988600_1754915518-Valdeci_Moreira_gelandang_arema_saat_menghadapi_PSBS.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469657/original/068496700_1768147545-AP26011539438626.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7081273/original/056441800_1779861808-Gemini_Generated_Image_2fvdf42fvdf42fvd.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565377/original/083997200_1777021351-Gemini_Generated_Image_szno2eszno2eszno.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4981525/original/090926300_1730042570-Mees.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555681/original/096709400_1776178844-1000313605.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7021636/original/039167900_1779795690-nathan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7009157/original/018203000_1779781076-mbappe.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6316030/original/063417700_1779190063-Mikel_Arteta_Arsenal-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5311285/original/014447700_1754864919-Darwin-Nunez-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4128852/original/038920800_1660882073-000_1LJ5M2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574958/original/045911800_1778016435-000_A9X73GE-ArsenalAtletico.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5620894/original/057855000_1778210457-motogp_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528221/original/045047200_1773258676-peralta.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5312289/original/010988600_1754915518-Valdeci_Moreira_gelandang_arema_saat_menghadapi_PSBS.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552708/original/085827500_1775820554-Gemini_Generated_Image_v2o2zkv2o2zkv2o2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454875/original/025396400_1766578335-hendri.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5083118/original/020267900_1736237221-20250107-Diskon_Tarif_Lstrik-HER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5216547/original/087226100_1746977085-voli-e3f228.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5214047/original/099114000_1746709930-Grand_Final_PROLIGA_PLN.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5201761/original/052430600_1745832872-WhatsApp_Image_2025-04-28_at_15.06.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5084947/original/041382900_1736372756-logo_proliga.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4890375/original/005197100_1720795966-Electric.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5346620/original/094083200_1757644058-000_38EF6HV.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4363080/original/073558200_1679122263-000_338G8X6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567722/original/043828100_1777329074-000_A96H7VU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6999560/original/017198500_1779770053-000_B3YT6FK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7042167/original/054865100_1779817777-enzo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5004298/original/082769600_1731527598-Liga_Inggris_-_Ilustrasi_Yaya_Sanogo_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6929728/original/018832200_1779699620-cremonese_vs_como-08.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7013713/original/083251800_1779786340-wolfsburg_vs_SC_Paderborn-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6929740/original/031911100_1779699871-AP26144663053457.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7019958/original/007710900_1779793806-000_B3XZ6DY.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6932293/original/012267700_1779702192-juventus_dan_Ac_Milan-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7087887/original/018623100_1779868882-Oki_Rengga.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6235005/original/014062200_1779111950-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7094857/original/043644600_1779876538-13f2393a-9774-412f-9f49-d450a3ad141e.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6506178/original/007433600_1779364100-kabur-saat-dirazia-polisi-karena-bawa-sabu-tjit-masuk-selokan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7091148/original/020357100_1779872615-WhatsApp_Image_2026-05-27_at_16.00.51.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7074519/original/002823500_1779854072-30510.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7003860/original/074811000_1779774896-WhatsApp_Image_2026-05-26_at_12.52.25.jpeg)