Sukses


5 Pemain Muda Berbakat Manchester City yang Disia-siakan Pep Guardiola

Bola.com, Jakarta - Manchester City dikenal memiliki salah satu akademi pemain muda terbaik di Inggris. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau The Citizen tak pernah kesulitan melakukan peremajaan. Stok pemain belia berbakat mereka amat banyak.

Namun, para pemain lulusan akademi City itu sepertinya sangat kesulitan untuk mendapat kesempatan di tim utama. Sebab, The Citizens lebih senang mendatangkan pemain bintang dengan harga yang cukup mahal.

Hal itu makin menjadi-jadi di era Pep Guardiola. Ia merombak skuat City dengan mengabaikan banyak pemain pemain muda binaan akademi. Tak sedikit pemain dilepas secara permanen oleh manajer asal Spanyol tersebut selama dua musim terakhir.

Berikut ini lima pemain muda Manchester City yang dijual Pep Guardiola seperti dilansir Fox Sports Asia.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

2 dari 6 halaman

Pablo Maffeo

Ketika Jurgen Klopp mempromosikan Trent-Alexander Arnold sebagai bek kanan pilihan utama Liverpool dan Mauricio Pochettino memberi peluang kepada Kyle Walker-Peters, pemain dari akademi masing-masing klub, Pep Guardiola menghabiskan 76,5 juta pounds untuk Kyle Walker dan Danilo pada 2017

Guardiola bisa dimaafkan karena merekrut Walker. Namun, daripada mengeluarkan biaya yang lumayan untuk bek sayap cadangan, ia bisa memberi peluang kepada Pablo Maffeo yang muncul dari akademi Man City.

Maffeo membantu Girona meraih promosi ke La Liga pada 2017 dan dipinjamkan ke klub yang sama lagi pada musim 2017/18 dengan membuat 33 penampilan di La Liga dan mendapatkan pujian atas penampilannya melawan Lionel Messi.

Pada 2018, Maffeo dijual ke klub Bundesliga, VfB Stuttgart seharga 8 juta pounds dan Guardiola yang menyarankan sang pemain untuk pindah ke Jerman.

3 dari 6 halaman

Angelino

Satu titik lemah dalam skuat Manchester City saat ini adalah posisi bek kiri. Benjamin Mendy adalah satu-satunya bek kiri asli di dalam skuat dan cedera yang dialami pemain Prancis itu memaksa Guardiola memainkan Fabian Delph, Oleksandr Zinchenko, Danilo dan bahkan Aymeric Laporte di posisi tersebut.

Jika Guardiola bersedia mempertahankan salah satu lulusan akademi City yang menjanjikan, Angelino, maka ia akan punya pilihan yang bagus sebagai cadangan dari Mendy.

Angelino sudah bermain tiga kali untuk tim utama Man City di tiga kompetisi piala yang berbeda. Namun, dia menghabiskan sebagian besar waktunya dengan tim utama dengan status pinjaman di New York City, Girona, Mallorca dan NAC Breda.

Bek sayap Spanyol itu sangat mengesankan selama masa pinjamannya di Eredivisie bersama Breda dan itu membuatnya pindah pada musim panas ke juara Belanda PSV Eindhoven dan kini menjadi starter reguler di sana. Dia juga melakukan debutnya di Spanyol U-21 pada tahun 2018.

4 dari 6 halaman

Angus Gunn

Guardiola sangat spesifik dengan apa yang ia harapkan dari kiper-kipernya. Itulah sebabnya ia mencoret Joe Hart dan mengganti Claudio Bravo dengan Ederson Moraes. Namun, ia setidaknya bisa memberikan produk akademi Manchester City, Angus Gunn, kesempatan untuk bermain di tim utama sebagai kiper pilihan kedua pada musim ini.

Gunn dianggap sebagai pengganti jangka panjang untuk Joe Hart di tim utama tetapi harapan itu pupus setelah kedatangan Guardiola.

Pemain muda Inggris itu menghabiskan musim 2017-2018 dengan status pinjaman di Norwich City dan memainkan 51 pertandingan di semua kompetisi. Dia tampil cukup mengesankan untuk The Canaries sehingga klub-klub Premier League mengantre untuk mendapatkan tanda tangannya pada musim panas sebelum pindah ke Southampton.

Pemain berusia 22 tahun itu memulai musim sebagai pelapis Alex McCarthy tetapi Gunn baru-baru ini melakukan debutnya di Premier League untuk The Saints dan dia bisa menjadi kiper nomor satu di masa depan untuk klub dan negaranya.

5 dari 6 halaman

Brahim Diaz

Manchester City menghabiskan banyak uang untuk membangun fasilitas kelas dunia di akademi mereka dan sebagai hasilnya, banyak pemain menjanjikan yang muncul dari akademi. Tiga dari mereka, Phil Foden, Jadon Sancho dan Brahim Diaz, diharapkan bisa menjadi pemain utama City di masa depan tetapi hanya Foden yang bertahan di klub dan bahkan ia jarang bisa bermain di bawah Guardiola.

Diaz mendapat medali juara Premier League musim lalu tetapi ia hanya bermain 50 menit untuk City dalam lima penampilan sebagai pemain pengganti. Minimnya waktu bermain mengganggu pemain Spanyol itu meski ia mencetak dua gol melawan Fulham dalam pertandingan Piala Liga awal musim ini.

Gelandang serang Spanyol itu menolak memperpanjang kontraknya di Man City yang akan berakhir pada akhir musim ini dan kemudian bergabung dengan Real Madrid pada bulan Januari. Diaz baru sepuluh hari menjadi pemain Real Madrid tetapi dia sudah bermain tiga kali untuk Los Blancos.

6 dari 6 halaman

Jadon Sancho

Kesalahan terbesar Pep Guardiola sebagai manajer Manchester City adalah membiarkan salah satu prospek terbesar Inggris meninggalkan klub karena dia tidak bisa memberikan waktu bermain yang diinginkan sang pemain.

Pada musim panas 2017, Sancho dicoret dari skuat City untuk pramusim karena ada perselisihan mengenai jaminan waktu bermain di dalam kontrak barunya. Akibatnya, Sancho meninggalkan klub dan pindah ke Borussia Dortmund. Ia juga mendapat nomor tujuh yang ditinggalkan oleh Ousmane Dembele.

Sancho membutuhkan setengah musim untuk beradaptasi di klub dan liga baru. Namun, ia masih bisa mencetak satu gol dan empat assist dalam 684 menit pada musim pertamanya. Musim ini, ia sudah menegaskan dirinya sebagai pemain utama Dortmund.

Pemain berusia 18 tahun itu sudah mencetak tujuh gol dan membuat sembilan assist untuk Dortmund dalam 24 pertandingan di semua kompetisi dan itu membuatnya mendapat panggilan ke timnas Inggris.

Sumber: Bola.net

Cerita dari Latihan Timnas Indonesia U-22 Sampai ke Killing Field

Tutup Video

Video Populer

Foto Populer