Sukses


Prediksi Manchester City Vs Brighton, Sabtu 31 Agustus 2019 : Minoritas Yang Membahayakan

Bola.com, Jakarta - Manchester City menghadapi 'lawan enteng' pada lanjutan Premier League 2019-2020, di Etihad Stadium, malam ini WIB. Kedatangan Brighton & Hove Albion seolah siap memberikan ladang panen gol bagi tim tuan rumah.

Anggapan yang mungkin saja benar. Apalagi fakta membuktikan, Manchester City terlalu dominan bagi tim tamu sepanjang sejarah pertemuan mereka. Tak hanya itu, Manchester City juga tergolong tak mudah takluk kala berstatus tuan rumah.

Hal itu bisa terlihat dari catatan Brighton tak pernah menang kala tandang ke markas The Citizens, termasuk lima kekalahan terakhir. Kali terakhir Brighton mendapat poin di kandang Manchester City terjadi pada April 1989. Kala itu, dua gol dari Alan Curbishley dan Ian Brightwell membuat Brighton unggul 2-1.

Namun, situasi menguntungkan dari sisi statistik pertemuan dan tradisi justru menjadi kewaspadaan Pep Guardiola. Manajer Manchester City tersebut mengakui, Brighton sudah berubah, dan mereka punya sifat 'mengerikan' jika dianggap remeh.

Ungkapan yang tak sekadar diksi. Komposisi pemain musim ini sempat membuat publik Inggris tercekat. Maklum, pada pekan pembuka Premier League 2019-2020, Brighton mampu menundukkan Watford dengan skor 3-0. Tidak tanggung-tanggung, mereka menuai tiga poin di kandang lawan.

 

2 dari 3 halaman

Kekuatan Brighton

Kekuatan Brighton terletak pada soliditas tim. Keberadaan pemain anyar seperti Leandro Trossard dan bomber Neal Maupay, mampu menghidupkan permainan. Duo tersebut langsung nyetel dengan pemain lawas seperti gelandang serang Pascal Groß, Davy Pröpper, Dale Stephens dan bek sayap, Martín Montoya.

"Brighton memiliki pelatih anyar, dan membuat beberapa perubahan signifikan. Mereka sudah membuktikan itu pada awal musim ini. Kami harus berkreasi agar lebih mudah menembus area penalti mereka," sebut Pep Guardiola, di ManCity.com.

Ucapan bos Manchester City tersebut mengacu pada kebiasaan Brighton dalam mengusung formasi bertahan. Biasanya, Brighton akan memainkan pola lima bek agar lebih dalam bertahan, sekaligus mampu membuat serangan balik.

"Sudah pasti Brighton akan bermain dengan menekan, terutama karena implikasi bermain lima pemain belakang. Kami harus memerhatikan sisi sayap. Mereka kuat, terbukti ketika bersua Southampton, yakni bermain 10 orang dalam rentang 55 menit," ujar Pep Guardiola.

 

3 dari 3 halaman

Pep Guardiola

Sebenarnya, Pep Guardiola tak perlu khawatir. Mereka sedang tampil bagus, termasuk mengoleksi 49 poin dari kemungkinan maksimal 51 angka sejak kalah dari Newcastle pada Januari lalu.

Manchester City berhasil menyamai catatan rekor ketika mampu mencetak gol pada 25 pertandingan beruntun di pentas Premier League. Mereka mampu melakukan itu dalam kurun waktu April sampai Desember 2017.

Satu yang pasti, semua catatan tersebut tak membuat Brighton takut. Manajer Brighton, Graham Potter memastikan anak asuhnya akan kembali ke performa seperti bersua Watford pada laga pembuka musim ini.

"Pasukanku sangat senang dan bersemangat. Ini adalah tantangan luar biasa ketika Anda menghadapi tim terbaik. Ini kesempatan kami, dan bersiap membuat catatan apik di markas mereka," seru Potter.

Ia layak percaya diri dengan kondisi terakhir. Modal tandang Brighton adalah kemenangan atas Bristol Rovers pada pertandingan tenga pekan kemarin. Artinya, raihan maksimal tersebut hanya menjadi koleksi kedua dalam 15 pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.

Pada sisi lain, Potter tak boleh remeh terhadap fakta kegagalan Brighton pada 12 laga away kontra tim juara. "Semua itu tak berpengaruh. Kami hanya ingin membawa pulang dari markas Manchester City," ancam Potter.

Sumber: BBC, Sky Sports

Starting XI Pemain U-21 Paling Berharga di Liga Inggris 2020-2021

Video Populer

Foto Populer