Sukses


7 Alasan Kuat Jurgen Klopp Bakal Berjaya dalam Waktu yang Lama di Liverpool, Jangan Sedih ya Suporter Manchester United

Bola.com, Jakarta - Liverpool akhirnya menyabet juara Premier League, setelah merasakan dahaga panjang selama 30 tahun. Sosok Jurgen Klopp menjadi kunci bagi The Reds bangun dari tidur panjangnya.

Liverpool resmi menjuarai titel Premier League musim 2019-2020. Menyisakan tujuh laga, The Reds mengoleksi 86 poin di puncak klasemen Liga Inggris. Manchester City di peringkat kedua dengan 63 poin tak akan bisa mengejar meski menang di seluruh laga-laga sisa.

Liverpool memang tampil impresif di musim ini. Mereka hanya sekali kalah di Liga Inggris hingga pekan ke-31.

 Liverpool kini kembali menjadi klub yang disegani. Sebelumnya, Mohamed Salah dkk. juga meraih gelar Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Eropa.

Sang manajer, Juergen Klopp menyebut gelar juara Premier League itu untuk sosol Steven Gerrard.

Puja-puji disematkan pada sang manajer, Juergen Klopp. Namun baginya, ada peran Steven Gerrard di dalam tim Liverpool.

"Steven Gerrard adalah fondasi tim ini," katanya seperti dilansir Daily Star.

"Dia membawa klub ini belajar banyak hal, sehingga tak ada seorang pun yang pantas mendapatkan gelar juara ini selain dirinya," lanjut pria asal Jerman itu.

Steven Gerrard menghabiskan waktu sekitar 17 tahun bermain untuk Liverpool. Gerrard mencatatkan 710 penampilan dengan 186 gol dan 114 assist.

Sebanyak 11 Trofi dipersembahkannya dengan trofi Liga Champions yang begitu prestisius. Gerrard kini melanjutkan petualangannya sebagai manajer Rangers, klub asal Skotlandia.

Bagi Juergen Klopp, Steven Gerrard adalah simbol Liverpool. Penampilannya di dalam dan luar lapangan, selalu menjadi cerita para pemain dari waktu ke waktu dan bak seperti teladan yang harus dicontoh.

"Steven Gerrard adalah simbol dari klub ini," tutur sang mentor.

Jurgen Klopp memang pribadi yang bersahaja, ia tetap merendah saat dirinya mempersembahkan sebuah kesuksesan besar bagi Liverpool.

Meski membawa Liverpool meraih hasil fantastis, Neven Subotic menganggap Jurgen Klopp ini sudah saatnya naik level. Subotic menyebut Klopp kini semestinya mendapatkan kesempatan membesut Timnas Jerman.

“Jurgen Klopp di tahapan ini tentu saja harusnya jadi pelatih tim nasional. Lalu, menjuarai Piala Dunia bersama Jerman. Sejauh menyangkut kesuksesan, pasti tidak akan ada yang tersisa, bahkan untuk Klopp,” kata Subotic dilansir dari Team Talk.

Neven Subotic sendiri pernah merasakan dilatih oleh Jurgen Klopp ketika masih berseragam Borussia Dortmund. Setelah itu, keduanya pun hengkang, Klopp pergi ke Liverpool pada tahun 2015 lalu sedangkan Subotic tiga tahun kemudian pergi dan bergabung ke Saint-Etienne.

Mantan pemain Borussia Dortmund ini memberikan analisisnya mengenai performa mantan pelatihnya tersebut bisa sukses membawa Liverpool meraih puncak kejayaan sejak dirinya bergabung pada tahun 2015 silam.

“Di tangan Klopp, Liverpool mengundang banyak pemain baru untuk merasakan semangat dalam sepak bola. Ini juga sudah merupakan prestasi untuk Klopp. Ia memiliki banyak rencana dari semua harapan yang disusunnya selama menjadi pelatih Liverpool,” tambahnya.

Tapi, saran Subotic diabaikan oleh sang mentor. Jurgen Klopp masih kerasan menukangi Liverpool. Banyak pundit memprediksi ia bakal mengulang kisah sukses Sir Alex Ferguson dengan Manchester Unitednya.

Mantan bintang Manchester United, Wayne Rooney, menyebut dengan seabrek talenta yang dimiliki, Liverpool ia yakini bakal mendominasi Premier League minimal lima musim ke depan.

Bola.com sependapat dengan Rooney, ini alasan-alasannya:

 

2 dari 9 halaman

Skuat Muda dan Matang

Pada 8 Oktober 2015, Klopp resmi menjadi pelatih Liverpool dengan kontrak tiga tahun. Semenjak itu ia perlahan membangun ulang skuat The Reds.

Liverpool menjadi tim yang kumpulan pemainnya amat memahami filosofi permainan Jurgen Klopp. Usia mereka masih sangat muda, dan kariernya masih panjang. Bintang-bintang kunci klub tersebut juga dalam periode masa keemasan.

Jika mampu mempertahankan pemain-pemain layaknya Joe Gomez (23 tahun), Takumi Minamino (25), Trent Alexander-Arnold (23), Divock Origi (25), Mohamed Salah (28), Sadio Mane (28), Roberto Firmino (28), Virgil van Dijk (28), Alisson (27), Liverpool bakal meraih banyak trofi paling tidak buat tiga sampai empat tahun mendatang.

 

3 dari 9 halaman

Manajemen Klub yang Sabar

Jurgen Klopp pelatih yang beruntung karena manajemen Liverpool mau bersabar, memberi ruang kebebasan yang besar pada sang mentor untuk membentuk skuat Liverpool sesuai keinginannya. Sekalipun tiga tahun puasa gelar, pelatih asal Jerman itu tak diganggu gugat.

Hal itu tak dimiliki pelatih lain di klub-klub pesaing. Sebut saja Manchester United dan Chelsea, yang pemilik klubnya doyan gonta-ganti pelatih hanya kegagalan semusim saja.

4 dari 9 halaman

Belum Ada yang Bisa Menandingi Strategi Gegenpressing

Sesuai dengan negara asalnya, Gegenpressing merupakan frase yang diambil dari bahasa Jerman dan jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris memiliki pengertian counterpressing. Tentunya frase ini adalah sebuah cara penting di dalam permainan sepak bola.

Seperti yang telah Anda ketahui jika sebenarnya terdapat tiga frase di dalam permainan sepak bola yang paling utama seperti menyerang, kemudian bertahan dan juga transisi. Yang dimaksud dengan fase transisi ini bisa berupa transisi dari bertahan lalu menyerang atau sebaliknya dari menyerang kemudian menjadi bertahan.

Ketika tim kehilangan bola di lapangan, maka otomatis mereka harus berada dalam fase transisi ini untuk mengubah pola serangan menjadi pola bertahan sebelum mereka benar-benar berada dalam formasi bertahan yang utuh sebab “kocar-kacirnya” permain akan membuat mereka membutuhkan waktu bertahan yang sempurna sesuai dengan formasi.

Style bermain ala Jurgen Klopp ini terbukti meluluh lantahkan strategi tiki-taka ala Pep Guardiola atau pragmatis milik Jose Mourinho. Dua pelatih yang 10 tahun terakhir dikenal sebagai pelatih langganan juara dibuat kelimpungan menghadapi Liverpool dengan gaya main Gegenpressing.

5 dari 9 halaman

Amat Mencintai Liverpool

Dalam sebuah sesi wawancara dengan Sky Sports beberapa tahun silam, Jurgen Klopp mengaku memendam hasrat sejak lama menukangi Liverpool. Ia mengaku tak perlu pikir panjang ketika menerima pekerjaan dari The Reds.

Ia menyebut kagum dengan klub satu ini serta suasana kota yang menjadi markas. Liverpool pun disebut kota sepak bola dan juga musik.

"Saya nyaman tinggal di kota ini. Semua terlihat mencintai sepak bola. Suasana kota juga tenang, saya bisa dengan asyik berkunjung ke tempat umum tanpa mendapat gangguan, sangat ideal untuk bekerja," kata pelatih kelahiran 16 Juni 1967 itu.

Sepanjang manajemen Liverpool menginginkannya tetap berada di klub, Jurgen Klopp kemungkinan akan bertahan. Bahkan sekalipun ia dapat tawaran dari Bayern Munchen, klub terbesar di Jerman. Satu-satu alasan buat pergi kemungkinan adalah jika diminta menakhodai Timnas Jerman.

 

6 dari 9 halaman

Kebebasan Bereksperimen

Di Liverpool, Jurgen Klopp mendapat kebebasan berkreasi. Ia dengan leluasa menjalankan seluruh metode kepelatihannya.

Saat meminta pemain-pemain yang diinginkan, manajemen Liverpool dengan senang hati memenuhi. Tengok bagaimana mereka merestui pembelian Virgil van Dijk atau Elisson dengan mahar yang terhitung mahal.

Dengan raihan gelar Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, dan juga Premier League, manajemen Liverpool diyakini bakal dengan senang hati menuruti keinginan Jurgen Klopp membeli pemain-pemain kelas dunia lainnya. Bayangkan bagaimana mengerikannya skuat Liverpool saat ini ditambah pemain-pemain top yang akan didatangkan nantinya.

Seorang Philipe Coutinho pun memohon-mohon minta balik ke Liverpool karena diperlakukan tak pantas oleh Barcelona. Dengan deretan gelar yang dimiliki Liverpool saat ini, pemain-pemain berkelas lainnya ngebet ingin merapat ke Anfield. Apalagi di sana ada sosok Jurgen Klopp, pelatih masterclass yang sedang naik daun.

7 dari 9 halaman

Suporter yang Loyal

Banyak klub mengakui betapa fanatisnya suporter Liverpool. Mereka selalu setia mendukung tim kesayangannya, baik di saat terpuruk atau meraih kesuksesan.

Tak ada cerita negatif terdengar, di mana para pemain dicaci hanya karena gagal atau bermain buruk.

Atmosfer Stadion Anfield selalu terasa mengerikan bagi tim tamu. Jurgen Klopp mengakui peran besar suporter yang mengerek kepercayaan diri para pemainnya.

Dengan gelar juara Premier League yang ada di tangan, suporter pasti kian bersemangat memberi dukungan kepada The Reds. Dukungan ini akan memacu para pemain Liverpool mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk meraih lebih banyak trofi.

8 dari 9 halaman

Pesaing Terjebak Masalah yang Berbeda-beda

Klub-klub pesaing Liverpool di Premier League bisa dibilang tidak dalam kondisi ideal. Ambil contoh Manchester City, yang sedang terkena hukuman UEFA karena kasus sponsor ilegal, mereka dua tahun tak boleh berlaga di kompetisi elite Eropa.

Dampaknya, sejumlah pemain terbaik The Citizens berniat hengkang, tak terkecuali pelatihnya, Pep Guardiola. Demikian pula Chelsea, yang berkutat dengan tekanan tinggi yang membuat pelatih tak nyaman bekerja. Selalu terjadi perubahan di setiap musimnya.

Arsenal? Lebih parah lagi, mereka dua musim terakhir sudah tak lagi bermain di Liga Champions. Manchester United sama saja. Butuh waktu yang lama untuk bisa mengulangi kejayaan era Sir Alex Ferguson.

Tottenham Hotspur yang selama ini jadi klub kuda hitam terlihat belum mapan di bawah kendali pelatih top Jose Mourinho. Kondisi ini membuat Liverpool mendapat jalan lapang untuk mempertahankan gelar musim depan.

Sumber: Berbagai sumber

9 dari 9 halaman

Video

Profil Bintang Mohamed Salah, Striker Andalan Liverpool yang Dermawan

Video Populer

Foto Populer