Sukses


Jika Pep Guardiola Memutuskan Pergi dari Manchester City, 5 Pelatih Ini Ideal untuk Menggantikannya

Bola.com, Jakarta - Pep Guardiola didatangkan Manchester City menggantikan Manuel Pellegrini dengan harapan tinggi meraih gelar Liga Champions. Sayangnya, empat tahun ia menukangi The Citizens hal itu belum terwujud.

Guardiola, pemenang dua kali gelar Eropa bersama Barcelona, satu dekade terakhir tak pernah berhasil membawa klub asuhannya lolos ke final Liga Champions.

Manchester City menderita dieliminasi AS Monaco, Tottenham Hotspur, dan Olympique Lyon, yang punya komposisi skuat tak semeriah mereka.

Jalan keluar tanpa alasan ini dibuat untuk terlihat lebih buruk ketika dipertimbangkan bersama dengan sumber daya yang dimiliki mantan bos Barcelona itu di City.

Selanjang di City Guardiola doyan mengumbar uang. Pengeluaran bersih sang manaher menembus 500 juta poundsterling. Nakhoada asal Spanyol itu menghabiskan lebih banyak di klub mana pun yang pernah dia kelola. Nyatanya, pengeluaran besar itu tak membuat klub bisa menembus final apalagi memenangkannya.

Terlepas dari dua gelar Liga Inggris-nya yang megah, Pep Guardiola tidak sekuat yang orang pikir, dan siklusnya di klub bisa jadi berakhir dalam waktu dekat. Jika kembali gagal juara di Liga Champions, besar kemungkinan ia akan mundur dari Manchester City.

Kira-kira siapa sosok ideal yang bisa menggantikannya?

 

2 dari 7 halaman

Erik ten Hag

Seorang manajer yang secara pribadi pernah bekerja dengan Guardiola sebelumnya, Erik ten Hag dari Ajax memberi City opsi menarik. Filosofinya dan pendekatan ekspansifnya terhadap permainan mirip dinilai mirip Pep.

Pelatuih berusia 50 tahun itu bekerja dengan tim cadangan Bayern Munchen selama hampir dua tahun, beririsan dengan kepergian Pep dari Bavaria.

Reputasi Ten Hag meningkat secara signifikan setelah aksi heroiknya bersama Ajax pada musim 2018-2019. Klub tersebut dibawa ke semifinal Liga Champions.

Lebih mengesankan lagi, timnya menyingkirkan tim elite macam Juventus dan Real Madrid dengan permainan sepak bola yang aktaktif.

Rekor Ten Hag dengan juara Belanda tidak kalah cemerlang. Mantan bek tengah FC Twente telah melatih Ajax untuk total 120 pertandingan, di mana ia mencatatkan 87 kemenangan, 18 kekalahan, dan 15 seri. Timnya mencetak 325 gol!

3 dari 7 halaman

Mikel Arteta

Meskipun ini mungkin agak sulit mengingat pelatih Spanyol itu baru saja memulai karir manajerialnya di Stadion Emirates, Mikel Arteta tidak diragukan lagi merupakan opsi yang ideal City di masa depan. Mantan gelandang The Gunners bergabung dengan staf pelatih Pep Guardiola. Duet keduanya mempersembahkan dua gelar Premier League.

Arteta meninggalkan Manchester City untuk mantan klubnya, Arsenal, setelah pemecatan Unai Emery. Dan sejak saat itu, tidak ada alasan untuk melihat ke belakang. Di The Gunners ia menghidupkan kembali semangat skuad yang tidak lesu darah sebelumnya. Dalam waktu singkat Arteta mempersembahkan gelar Piala FA dan Community Shield.

Rekor nakhoda belia berusia 38 tahun di Emirates luar biasa. Dalam 35 pertandingan yang ia kelola di Arsenal, Arteta telah mencatatkan 22 kemenangan, tujuh kekalahan, dan enam hasil imbang, yang semuanya datang dengan skuad yang membutuhkan perombakan.

Dengan pramusim yang tepat, rekrutan baru, dan kepercayaan besar pada kinerja sang manajer, Arsenal diyakini bakal lebih menggigit musim ini.

4 dari 7 halaman

Julian Nagelsmann

Sementara banyak yang mengharapkan Julian Nagelsmann untuk bergabung dengan juara Jerman Bayern Munchen setelah dia pergi dari TSG Hoffenheim, arsitek asal Jerman itu mengambil pekerjaan di klub kecil RB Leipzig.

Siapa sangka  ia melakukan fenomenal di Red Bull Arena. Pelatih berusia 33 tahun telah menjadi salah satu manajer paling menarik dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan menjadi manajer besar dalam waktu dekat, setelah menolak tawaran dari Real Madrid.

Ia menjadi pelatih termuda yang memasuki semifinal Liga Champions. Dia membimbing tim Leipzig-nya yang tak kenal takut ke penampilan perdananya di tahap terakhir kompetisi. Nagelsmann mengatur timnya untuk memainkan sepakbola bertempo tinggi, dan mereka menghancurkan finalis 2014 dan 2016 Atletico Madrid pada fase perempat final.

Rekornya di Leipzig cukup mengesankan karena dia mengantungi 29 kemenangan, 15 imbang, dan hanya tujuh kekalahan. Total tim mencetak 118 gol dalam semusim.

5 dari 7 halaman

Mauricio Pochettino

Mauricio Pochettino salah satu dari tiga pelatih terbaik dunia yang tengah menanggur. Ia punya kualitas untuk menggantikan Pep Guardiola. Pelatih asal Argentina melakukan pekerjaan fantastis di Tottenham Hotspur. Ia berhasil mengangkat klub dari papan tengah klasemen menjadi pelanggan tetap tampil di Liga Champions selama lima musim beruntun.

Pochettino mewarisi skuad yang menua dan lemah dan membangun timnya di sekitar kelompok inti yang terdiri dari pemain muda dan berpengalaman termasuk pemain berbakat seperti Harry Kane, Dele Alli, Toby Alderweireld, dan beberapa lainnya untuk kemudian merubah perwajahan Spurs.

Dengan sedikit sumber daya yang tersedia untuknya, pelatih berusia 48 tahun itu membuat Spurs memainkan sepakbola yang brilian dan nyaris memenangkan Liga Champions pertama mereka sebelum dikalahkan oleh Liverpool asuhan Jurgen Klopp di final.

Hanya dalam kurang dari 400 pertandingan dengan klub London Utara, Pochettino mencatat 160 kemenangan, 60 imbang, dan 73 kekalahan, dengan banyak di antaranya terjadi dalam periode transisi setelah mengambil alih pada 2014.

Kemampuan mendekati pemain, afinitasnya untuk ekspansif, dan taktik sepak bola menyerang sudah barang tentu bakal memesona petinggi City.

6 dari 7 halaman

Max Allegri

Dalam hal penghargaan, hasil, dan kredensial secara keseluruhan, mungkin tidak ada pelatih menganggur yang bisa menyamai Max Allegri. Arsitek asal Italia, sebelumnya menukangi Juventus dan AC Milan.

Di Juve ia mempersembahkan 4 gelar Coppa Italia, lima trofi Serie A. Max Allegri berturut-turut membawa klub ke final Liga Champions dalam tiga tahun, meskipun sayangnya kalah dari Barcelona dan Real Madrid.

Pelatih berusia 53 tahun ini memiliki bakat luar biasa untuk dapat meraih hasil, dengan menekankan pada organisasi dan struktur timnya. Ini bukan untuk mengatakan bahwa dia adalah pelatih paling defensif di dunia karena tim Juventus-nya rata-rata mencetak 1,93 gol per pertandingan di lebih dari 270 pertandingan.

Allegri telah mencatat 191 kemenangan, 41 seri, dan 39 kekalahan di semua kompetisi di Juventus. Timnya kebobolan 208 gol dalam 271 pertandingan serta mencetak 524 gol. Dalam hal kredensial, Allegri mungkin adalah nama yang sangat dihargai oleh City di antara para manajer yang ada.

Sumber: Sportskeeda

7 dari 7 halaman

Video

Highlights Mola TV: Liverpool 2 vs 1 Sheffield United | Liga Inggris | (25/10/2020)

Video Populer

Foto Populer