Pep Guardiola Frustrasi Usai Man City Gagal Pangkas Jarak dengan Arsenal

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengaku frustrasi setelah timnya gagal memanfaatkan kesempatan untuk mendekati puncak klasemen Liga Inggris

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengaku frustrasi setelah timnya gagal memanfaatkan kesempatan untuk mendekati puncak klasemen Liga Inggris usai ditahan imbang 0-0 oleh Sunderland di Stadion of Light, Jumat (2/12/2026) dini hari WIB.

Hasil ini membuat City kehilangan dua poin krusial dalam persaingan gelar juara, terutama karena Arsenal masih bertengger di posisi teratas klasemen.

Dalam pertandingan tersebut, Manchester City tampil sangat dominan. The Citizens mencatatkan penguasaan bola hingga 68 persen, melepaskan 14 tembakan ke arah gawang, empat di antaranya tepat sasaran, serta menciptakan lima peluang emas. Namun, dominasi tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi gol berkat solidnya pertahanan Sunderland yang tampil disiplin sepanjang 90 menit.

City sebenarnya sempat mengira telah unggul cepat ketika Bernardo Silva membobol gawang tuan rumah pada menit keenam. Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama setelah tayangan ulang menunjukkan sang kapten berada dalam posisi offside sebelum menerima bola.

Berbicara kepada Sky Sports usai pertandingan, Guardiola tetap berusaha melihat sisi positif dari penampilan anak asuhnya, meski mengakui kekecewaan karena kegagalan mencetak gol.

“Bagus. Ambil satu poin. Babak kedua luar biasa. Kami melewatkan banyak peluang. Kami tidak bisa mencetak gol dari jarak enam yard,” ujar Guardiola.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Banyak Peluang Kandas

Pelatih asal Spanyol itu menyoroti banyaknya peluang yang gagal dimanfaatkan oleh para pemain City, terutama dari jarak sangat dekat. Menurutnya, timnya sudah berkali-kali berada di dalam kotak enam yard, baik berhadapan langsung dengan kiper maupun pemain bertahan lawan, tetapi tetap tidak mampu mengonversinya menjadi gol.

“Berapa kali kami berada di kotak enam yard melawan kiper atau pemain lain dan tidak bisa menyelesaikannya. Tentu saja, ancaman yang mereka miliki sangat bagus. Saya sangat puas dengan performa tim, terutama di babak kedua,” lanjut Guardiola.

Guardiola juga mengakui bahwa City sempat kesulitan di babak pertama akibat pressing intens yang diterapkan Sunderland. Namun, peran Rodri dinilainya sangat krusial dalam membantu tim keluar dari tekanan dan memulai serangan dengan lebih efektif.

“Kami menciptakan banyak peluang melawan tim seperti itu di stadion ini, terutama di babak kedua. Babak pertama kami kesulitan karena pressing mereka, tetapi Rodri memberi kami umpan kedua untuk memecah garis pertahanan, sehingga kami bisa berlari ke ruang kosong. Babak kedua jauh lebih baik,” jelasnya.

3 dari 4 halaman

Fisik Sunderland

Selain disiplin taktik, Guardiola juga menyoroti kekuatan fisik Sunderland sebagai faktor yang membuat pertandingan berjalan sulit. Menurutnya, The Black Cats tampil sangat kuat dan agresif dalam duel, sehingga wajar jika City kesulitan menemukan celah.

“Mereka sangat fisikal, sangat kuat, jadi ini bukan sesuatu yang mengejutkan. Kami ambil satu poin. Perjalanan masih panjang,” tegas Guardiola.

Meski merasa timnya pantas meraih kemenangan, Guardiola menegaskan bahwa dalam sepak bola, hasil akhir tetap tidak bisa dibantah. “Hasilnya adalah apa adanya,” tutupnya.

Hasil imbang ini membuat Manchester City harus puas menambah satu poin dan gagal memangkas jarak dengan Arsenal di puncak klasemen. Sementara itu, Sunderland kembali menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah, terutama ketika bermain di kandang sendiri dengan pertahanan yang solid dan semangat juang tinggi.   

Sumber: Express

4 dari 4 halaman

Posisi Man City

Video Populer

Foto Populer