Liga Inggris: Tanpa Gol di Emirates, Arteta Akui Arsenal Kehilangan Momen Magis Kontra Liverpool

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tak sepenuhnya bisa menyembunyikan rasa frustrasinya usai timnya ditahan imbang Liverpool.

Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tak sepenuhnya bisa menyembunyikan rasa frustrasinya usai timnya ditahan imbang Liverpool tanpa gol dalam laga big match Liga Inggris yang berlangsung di Emirates Stadium.

Meski gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri, hasil tersebut tetap menjaga posisi Arsenal di puncak klasemen Premier League dengan keunggulan enam poin dari para pesaing terdekat.

Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal, dengan Arsenal tampil dominan pada babak pertama. The Gunners menguasai jalannya laga dan beberapa kali mampu menembus pertahanan Liverpool hingga area berbahaya. Namun, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol akibat kurangnya ketajaman di momen-momen krusial.

Arteta mengakui bahwa laga tersebut berjalan dalam dua fase yang sangat berbeda. Pada paruh pertama, Arsenal mampu menciptakan situasi menjanjikan dengan penguasaan bola yang baik serta pergerakan pemain yang agresif di sepertiga akhir lapangan. Beberapa peluang bahkan tercipta di area dekat kotak enam yard, namun keputusan akhir dan kualitas umpan menjadi masalah utama.

“Margin dalam pertandingan seperti ini sangat kecil. Kami menjalani dua babak yang berbeda. Pada babak pertama, kami sangat dominan dan menciptakan peluang besar, tetapi kami tidak menemukan umpan yang tepat untuk mencetak gol,” ujar Arteta seusai laga.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Tak Ada yang Magis

Memasuki babak kedua, situasi berubah. Liverpool tampil lebih solid dan mampu meredam agresivitas Arsenal. Intensitas permainan meningkat, namun kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan peluang bersih. Arteta menilai timnya mulai kehilangan kontrol dan harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keseimbangan permainan.

Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, pertandingan besar seperti ini sering kali ditentukan oleh momen magis dari pemain individual. Ia menyinggung pertemuan sebelumnya di Anfield, di mana Liverpool mampu mengunci kemenangan lewat aksi individu Dominik Szoboszlai. Namun kali ini, momen penentu tersebut tak muncul.

“Pertandingan seperti ini membutuhkan momen ajaib. Di Anfield, Szoboszlai melakukannya dan mereka menang. Hari ini, hal itu tidak terjadi. Anda tidak bisa menang, tetapi juga tidak boleh kalah,” lanjut Arteta.

3 dari 3 halaman

Sisi Positif

Meski demikian, Arteta tetap melihat banyak hal positif dari performa timnya. Ia menilai Arsenal beberapa kali memiliki keunggulan posisi yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk melukai pertahanan lawan. Sayangnya, kualitas sentuhan terakhir kembali menjadi pembeda.

“Kami punya momen di mana posisi kami sangat menguntungkan untuk benar-benar menyakiti mereka. Namun ketika kami sudah berada di area tersebut, kami kurang memiliki kualitas untuk memilih pemain yang tepat,” ungkapnya.

Arteta juga menyoroti padatnya jadwal pertandingan yang harus dijalani Arsenal dalam periode Natal dan akhir tahun. Enam laga berat yang dilalui dalam waktu singkat dinilai menguras fisik dan mental para pemain. Meski begitu, ia merasa puas karena timnya mampu melewati periode tersebut dengan posisi yang sangat kuat di klasemen.

“Kami datang dari jadwal yang sangat menuntut. Enam pertandingan terakhir di periode Natal, dan kami keluar dari rangkaian itu dalam posisi yang sangat bagus,” katanya.

Selain jalannya pertandingan, laga ini juga diwarnai kontroversi yang melibatkan Gabriel Martinelli. Penyerang Arsenal tersebut terlihat mencoba mendorong bek Liverpool, Conor Bradley, yang sedang tergeletak cedera di lapangan agar keluar dari area permainan. Aksi itu memicu reaksi dari pemain Liverpool dan sorotan dari publik.

Arteta dengan tegas membela anak asuhnya dan menegaskan tidak ada niat buruk dari Martinelli. Ia menyebut karakter sang pemain tidak pernah menunjukkan tindakan tidak sportif.

“Mungkin dia tidak tahu situasinya. Mengenal Gabi, tidak ada niat sama sekali. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Conor, semoga cederanya tidak serius, tetapi jelas tidak ada niat dari Gabi untuk melakukan sesuatu yang buruk,” tegas Arteta.

Hasil imbang tanpa gol ini memang meninggalkan sedikit rasa kecewa bagi Arsenal, namun secara keseluruhan mereka tetap berada di jalur yang tepat dalam perburuan gelar Premier League. Dengan keunggulan enam poin di puncak klasemen dan konsistensi performa yang terjaga, The Gunners masih menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengakhiri musim sebagai juara.

Sumber: Express

  • Raihan juara Liga Primer Inggris pada musim 2004-2005 tanpa menelan satu kekalahan pun yang dilakukan Arsenal hingga saat ini belum bisa diu
    Raihan juara Liga Primer Inggris pada musim 2004-2005 tanpa menelan satu kekalahan pun yang dilakukan Arsenal hingga saat ini belum bisa diu
    Raihan juara Liga Primer Inggris pada musim 2004-2005 tanpa menelan satu kekalahan pun yang dilakukan Arsenal hingga saat ini belum bisa diu
    Arsenal
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
  • bola
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Mikel Arteta
  • Premier League
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer