Sukses


5 Pebalap MotoGP dengan Gaya Balap yang Agresif

Bola.com, Misano- Dua pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, terlibat adu mulut pasca-balapan MotoGP San Marino, Minggu (11/9/2016). Lorenzo menuding Rossi melakukan manuver yang sangat agresif pada awal balapan.

Seperti diketahui, Rossi melakukan manuver saat menyalip Lorenzo di tikungan ke-14 pada lap kedua. Saat itu, Lorenzo tampak mengubah arah motornya untuk menghindari tabrakan. 

Perdebatan pun terjadi terkait masalah ini. Ada yang mendukung Rossi, namun tak sedikit yang membela pebalap asal Italia tersebut.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, menyebut Rossi memang agresif kala menyalip Lorenzo. Namun, dia merasa apa yang dilakukan pemegang tujuh gelar juara dunia MotoGP itu masih dalam tahap wajar.

Sebenarnya Rossi bukan satu-satunya pebalap yang memiliki gaya balap yang agresif. Ada beberapa rider dengan gaya balap yang agresif malah cenderung ugal-ugalan. 

Siapa saja mereka? Berikut ini lima pebalap MotoGP dengan gaya balap yang agresif versi Bola.com:

2 dari 3 halaman

Marc Marquez

Marc Marquez (Spanyol)

Pebalap Spanyol ini tengah menjadi fenomena. Dengan gaya balap yang agresif cenderung provokatif, Marquez mampu menyabet dua gelar juara dunia MotoGP, yaitu 2013 dan 2014.

Namun, banyak pebalap yang tak suka gaya membalap pria asal Spanyol tersebut. Marquez dianggap terlalu berlebihan dalam "beraksi". Korban terbaru adalah Valentino Rossi.

Toni Elias (Spanyol)

Elias memang kerap mendapat kritikan pedas atas gaya balapnya yang agresif. Dia bahkan disebut punya gaya membalap yang sama dengan Marquez.

Saat menikung, siku Elias selalu menempel di aspal. Selain itu, bagian samping punggungnya juga keluar dari motor saat berakselerasi.

Mantan pebalap Pramac Ducati ini juga dianggap terlalu menitikberatkan beban pada ban motornya. Gaya ini justru dikritik oleh tim yang pernah dibelanya.

Gary McCoy (Australia)

Legenda MotoGP satu ini sangat terkenal dengan gaya oversteering atau sliding. Teknik ini sebenarnya cukup sulit dilakukan.

Jika tak hati-hati, pebalap bisa terjatuh dan membahayakan pebalap lain yang ada di belakangnya. Namun, gaya ini tak dipungkiri bisa membuat pebalap bisa lebih cepat di tikungan.

3 dari 3 halaman

Marco Simoncelli

Andrea Iannone (Italia)

Pebalap satu ini juga terkenal sebagai sosok yang agresif saat melintas di atas aspal. Dia sampai dijuluki Si Anak Liar karena keagresifannya tersebut.

Bahkan tak jarang gayanya yang cenderung ugal-ugalan memakan korban. Pada MotoGP Australia 2014, Iannone pernah terlibat insiden dengan Dani Pedrosa. Pada pertengahan balap, Iannone menabrak Pedrosa dari belakang dan akhirnya kedua pebalap itu gagal finis.

Marco Simoncelli (Italia)

Mendiang Simoncelli termasuk pebalap yang garang saat di lintasan. Saking garangnya, dia selalu diprotes karena aksinya sering membahayakan pebalap lain.

Pada 2010, pebalap yang meninggal di usia 24 tahun tersebut pernah membuat Dani Pedrosa absen beberapa seri. Ketika itu, Simoncelli menyenggol Pedrosa sampai terjatuh.

Sayangnya, akibat keagresifannya itu pula Simoncelli harus kehilangan nyawanya di MotoGP Sepang 2011. Saat itu, juara dunia balap motor kelas 250 CC tersebut mengalami kecelakaan hebat dengan Colin Edwards dan Valentino Rossi.

Video Populer

Foto Populer