Sukses


Perbandingan Pembalap dan Motor di Ajang MotoGP, Valentino Rossi : Dulu 60 : 40, Sekarang 50 : 50

Bola.com, Jakarta - Waktu berlalu, MotoGP berubah tak terbantahkan. Valentino Rossi, pembalap berusia 42 tahun, sepertinya sudah tidak bisa lagi beradaptasi dengan motor prototipe era baru dan gaya balap yang berbeda.

Momen romantis antara Valentino Rossi dan ajang MotoGP sepertinya tinggal kenangan. Terbukti mulai musim 2021, meski memperkuat tim satelit papan atas, Petronas Yamaha SRT, The Doctor bahkan kesulitan tembus sepuluh besar.

Kini paddock MotoGP adalah sarang para pembalap muda yang lebih kuat dari aspek fisik dan skill. Dari sisi teknis, motor MotoGP memang mengalami banyak perubahan antara era keemasan Valentino Rossi sampai sekarang.

Dari sistem elektronik sampai ban, membuat gap besar antara tim pabrikan dengan satelit saat ini bisa dibilang sangat tipis. Tidak heran banyak pembalap muda seperti Fabio Quartararo atau Joan Mir bisa langsung kuat ketika harus berhadapan melawan Marc Marquez.

Dalam sebuah wawancara, Valentino Rossi pernah mengakui perbandingan antara kemampuan pembalap dan performa motor di era MotoGP saat ini begitu seimbang.

Sementara pada era keemasan dirinya, juara dunia sembilan kali itu menyebut pembalap masih bisa membuat perbedaan jika motor kurang kompetitif.

"Di masa lalu, pembalap bisa membuat perbedaan yang lebih besar. Rasio antara pembalap dan motor mungkin sekitar 60:40. Sekarang 50:50," Valentino Rossi menuturkan.

2 dari 3 halaman

Pembalap Kuat di Depan

Hanya saja Valentino Rossi menambahkan pembalap terkuat dipastikan masih berada di depan yang lainnya pada MotoGP era sekarang.

"Tapi saya pikir tidak banyak yang berubah. Pembalap yang kuat masih ada di depan. Situasinya kurang lebih sama. Pembalap yang kuat bisa menang di akhir balapan," lanjut pembalap yang pernah memperkuat Repsol Honda dan Ducati itu.

Jika membandingkan dengan Formula 1, level kompetitif ajang MotoGP memang lebih besar. Di ajang F1, kemampuan seorang pembalap bisa sangat terbantu jika mengendarai mobil super kompetitif.

Sebaliknya pada ajang MotoGP. Contoh di tim Repsol Honda. Sampai sekarang terbukti motor Honda RC213V hanya bisa ditaklukkan Marc Marquez.

Sementara banyak pembalap hebat gagal saat gabung Honda. Sebut saja Jorge Lorenzo atau saat ini Pol Espargaro.

Sumber: Corsedimoto

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Klasemen MotoGP Setelah Seri San Marino, Pecco Bagnaia Masih Membayangi Fabio Quartararo

Video Populer

Foto Populer