Sukses


VIDEO: Mengenang Niki Lauda, Legenda Formula 1 yang Pantang Menyerah

Bola.com, Zurich - Bagi yang belum mengenal Niki Lauda, mungkin film “Rush” bisa menjadi solusi. Film yang diluncurkan pada 2013 tersebut mengisahkan rivalitas bersejarah di balapan Formula 1 antara Niki Lauda dengan pembalap asal Wimbledon, Inggris, James Hunt. Film ini dibintangi pemeran Thor, salah satu tokoh jagoan dalam Marvel Universe, Chris Hemsworth, yang memerankan tokoh Hunt.

Secara singkat, Film “Rush” mengisahkan rivalitas yang kuat antara Niki Lauda dengan James Hunt, yang tak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga di luar balapan. Kedua tokoh juga digambarkan memiliki karakter yang berbeda. Lauda sosok yang kaku dan penuh perhitungan, sedangkan Hunt memiliki karakter percaya diri tinggi dan flamboyan. Namun, justru persaingan dan perbedaan tersebut yang membuat keduanya memiliki keterikatan yang kuat, dan bahkan membuat keduanya bisa seperti saling “membutuhkan” dengan cara bersaing.

Salah satu momen penting dari film ini saat balapan Formula 1 seri Jerman pada 1976. Kondisi cuaca hujan yang deras membuat Lauda mengusulkan untuk balapan dibatalkan. Akan tetapi, Hunt ingin balapan tetap berjalan sesuai jadwal. Akhirnya balapan tetap digelar dan Lauda mengalami kecelakaan. Mobilnya bahkan sampai terbakar. Lauda mengalami luka bakar tingkat tiga.

Lauda digambarkan tidak mau menyerah. Ia memaksakan diri agar cepat dalam proses pemulihan. Hanya dalam waktu 40 hari, Lauda kembali membalap. Lauda di sini mengajarkan bahwa tidak ada kata "menyerah” untuk mengejar sesuatu yang diinginkan. Ia akan berusaha hingga seri terakhir untuk mencoba menjadi juara dunia Formula 1 musim 1976.

Perjuangan Lauda tersebut tidak langsung berbuah hasil. Hunt akhirnya yang menjadi juara dunia musim 1976. Akan tetapi, ternyata hanya pada musim itu, Hunt menjadi juara dunia hingga akhirnya dirinya penisun pada 1979, atau 3 tahun setelah menjadi juara dunia. Bagaimana dengan Lauda? Pembalap asal Austria ini menjadi juara dunia satu musim setelahnya atau pada 1977. Ia sempat pensiun setelah musim 1979 dan kembali membalap pada 1982. Bersama tim McLaren, Lauda masih bisa menjadi juara dunia pada 1984. Luar biasa? Ya, tentu kata itu bisa menggambarkan seorang Niki Lauda. Sosok pembalap yang pantang menyerah. Pembalap yang tidak puas hanya menjadi juara dunia pada 1975, tetapi masih berlanjut dengan meraih gelar dua kali lagi.

Lauda kini telah meninggalkan warisan “pantang menyerah”-nya. Lauda meninggal dunia pada usia 70 tahun di Zurich, Swiss, pada Senin (20/5/2019). Tak hanya soal “pantang menyerah”, Lauda juga mengajarkan soal perhitungan dan persiapan untuk meraih impian. Ia juga tak membatasi dirinya untuk hanya berada di dalam kokpit mobil Formula 1. Lauda sempat mendirikan perusahaan penerbangan karena dirinya juga bisa mengemudikan pesawat.

Niki Lauda kini mungkin bisa kembali membalap dan beradu dengan James Hunt “di atas” sana. Hunt meninggal dunia sejak 1993. “Ketika saya mendengar ia meninggal pada usia 45 tahun karena serangan jantung, saya tidak terkejut. Saya hanya bersedih,” kata Lauda soal Hunt pada akhir film “Rush”.

Video Populer

Foto Populer