Sukses


45 Kata-kata Bijak Sujiwo Tejo, Keren dan Sarat Makna

Bola.com, Jakarta - Kata-kata bijak Sujiwo Tejo memiliki ciri khas yang unik dan sarat makna. Pria bernama lengkap Agus Hadi Sudjiwo itu merupakan satu di antara budayawan sekaligus seniman ternama di Indonesia.

Dengan gaya yang nyentrik, Sujiwo Tejo dikenal seniman multitalenta. Pemeran Pak Darto dalam film Tendangan dari Langit itu bisa menjadi penulis, pelukis, aktor, sutradara, hingga dalang.

Hal tersebut membuat Sujiwo Tejo disegani dan dikenal banyak orang. Karya-karya Sujiwo Tejo, terutama buku bisa dikatakan selalu menjadi best seller.

Kurang lebih ada 11 buku yang sudah ditulis pria kelahiran Jember, 31 Agustus 1962 itu. Dalam buku-bukunya, banyak mengandung ungkapan-ungkapan bijak.

Tak hanya dalam buku, kata-kata bijak Sujiwo Tejo juga dituangkan ke media sosial. Pesan yang dilontarkan Sudjiwo Tejo dikenal sering menggunakan kata-kata unik dan menarik.

Kendati demikian, kata-kata bijak Sujiwo Tejo tetap penuh dengan pesan mendalam, terutama tentang cinta. Tak heran, banyak orang yang terinspirasi oleh kata-kata bijak Sujiwo Tejo.

Berikut ini kata-kata bijak Sujiwo Tejo yang dihimpun dari laman Iphincow, Selasa (23/6/2020). 

2 dari 2 halaman

Kumpulan Kata-kata Bijak Sujiwo Tejo

1. "Mencintai khayalan mungkin memang lebih eksotis ketimbang mencintai sosok yang jelas-jelas konkret di depan mata dan terikat di bumi".

2. "Tabahlah seperti perempuan, saban hari memandikan anak, tapi tak pernah menuntut adanya mesin cuci anak".

3. "Sebaik-baik wajah adalah senyum yang gampang dikenang, Kekasih".

4. "Luka ini bukan tentang darah, kekasih, tetapi segenap luka luarmu kini telah menjadi luka dalam yang sunyi".

5. "Tidak tersenyum lebih kejam daripada pembunuhan".

6. "Untuk menjaga perdamaian dunia, daripada repot-repot diskusi sana-sini tentang potensi konflik antaragama, antarideologi, dan lain-lain, mending fokus ke soal rasio ketersediaan pangan dan jumlah warga dunia".

7. "Kesenian yang baik biasanya merupakan biografi senimannya, biografi yang disamar-samarkan di sana sini".

8. "Jangan tanya besarnya seseorang dari anaknya sendiri. Di mata keluarganya seorang ayah pasti biasa-biasa saja. Mungkin malah kerdil".

9. "Jangka waktu antara sanjungan dan umpatan demikian tipisnya. Manusia bisa pagi memuja, lalu sorenya mendamprat dengan berbagai hujatan".

10. "Bahasa Indonesia itu sederhana kok. Tapi, bukanlah kesederhanaan adalah wujud pencapaian tertinggi manusia?"

11. "Urakan berbeda dari kurang ajar. Urakan melanggar aturan termasuk aturan berpikir demi mengikuti hati nurani. Kurang ajar melanggar aturan hanya demi melanggar".

12. "Ateis lebih tepatnya adalah orang-orang yang mengaku beragama dan bertuhan, tapi tindakannya korup. Mereka tidak benar-benar bertuhan, mereka mengaku menuhankan Allah atau dengan apa pun memberi nama, tetapi sejatinya mereka Tuhankan duit. Duit itu berbentuk. Padahal, konon, Tuhan tidak berbentuk".

13. "Benar dan salah tentu ada. Tegakkanlah segitiga. Pada alas ada dua sudut, sudut benar dan sudut salah".

14. "Negara yang kau tetapkan, kampung yang kau tinggali, rumah yang kau huni, adalah kesenian. Udara yang kau hirup, air yang engkau berendam, api unggun kepunganmu untuk kehangatan bergaul, adalah kesenian".

15. "Tuhan menciptakan pundak lelaki untuk menyangga tangis perempuan".

16. "Sepi itu pesta jutaan kata, petasan dan kembang api dari cinta yang tak bersambut, Kekasih".

17. "Yang aku bayar pada tukan pecel hanyalah biaya produksi, waktu dan tenaganya. Rasaku ketika makan pecel dan berbagai sensasinya tak terbayar. Itulah utang rasa".

18. "Bahkan dalam banyak kepercayaan dan agama, hal yang musikal dianggap lebih awal dan lebih akhir ketimbang teks kata-kata maupun rupa".

19. "Minta maaf, dengan segenap konsekuensinya, harusnya mudah dilakukan oleh siapapun yang belum beku".

20. "Yang aku bayar pada dokter hanya keahliannya. Perasaanku ketika ia sembuhkan tak bisa kubayar. Itulah utang rasa".

21. "Presiden, gubernur, bupati, dan lain-lain bukanlah pemimpin. Mereka lebih tepatnya pegawai kita, maksimal direktur. Dan kitalah komisarisnya".

22. "Lagu kebangsaan adalah urusan emosional".

23. Korupsi lebih atau setidaknya sama saja dengan membakar kitab suci, yaitu menghina esensi kitab suci. Tak ada ajaran maupun agama yang tak mengharamkan korupsi".

24. "Hidup di alam fana adalah hidup di alam sandiwara".

25. Manusia hidup di zamannya. Sampeyan boleh saja hidup lama di luar negeri, tapi jangan sampai terlalu lama hidup di luar zaman".

26. "Tuhan menciptakan tangis perempuan agar laki-laki melupakan tangisnya sendiri".

27. "Tahukah kamu orang yang paling tak berperasaan? Dia yang jauh dari kekasih di saat hujan, tapi tak menghasilkan puisi".

28. "Bau sampah kulit udang bagiku lebih enak ketimbang bau orang yang sok bermoral padahal bajingan".

29. "Kadang aku terpikir salah satu syarat menjadi Presiden Indonesia adalah tidak punya riwayat minder dalam hidupnya".

30. "Pancasila tuh dasarnya sila 1-3, tujuannya sila 5, cara untuk mencapainya sila 4".

31. "Karena hanya kebekuan yang susah memaafkan".

32. Toh jagat di luar dan jagat di dalam sama saja. Siapa yang mengenal Tuhan akan mengenal dirinya. Siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan".

33. "Andai mereka, kaum jomblo itu, ber-Tuhan, masih lumayan. Mereka akan bilang bahwa jodoh itu di tangan Tuhan. Lha, yang atheis jodohnya di tangan siapa?"

34. "Harusnya kesabaran itu seperti keinginan, tak ada batasnya. Yang bertapal batas cuma kebutuhan".

35. "Hidup itu seperti pergelaran wayang, di mana kamu menjadi dalang atas naskah semesta yang dituliskan oleh Tuhanmu".

36. "Engkau kopi puncak malamku, kekasih, pahit dan kelam tanpa kusedu".

37. "Apakah selama ini kita masuk ke dalam agama atau agama yang kita masukkan ke dalam diri kita?"

38. "Proses sama pentingnya dibanding hasil. Hasilnya nihil tak apa. Yang penting sebuah proses telah dicanangkan dan dilaksanakan".

39. "Di negeri yang baik, air mata tak pernah dihapus oleh tisu, tapi oleh tangan kekasih".

40. "Intinya, bagimana sembahyang itu bisa mendorong seluruh hatimu untuk menolong orang lain. Itulah inti pergi ke masjid, gereja, wihara, kuil, dan sebagainya".

41. "Jika kegagalan adalah sukses yang tertunda, berarti bisa kita harapkan kebohongan adalah jujur yang tertunda. Mengapa kalian pesimistis?"

42. "Bagaimana kebiasaan akan kita ubah kalau kebiasaan itu sendiri sering tak kita sadari".

43. "Tangga menuju langit adalah kepalamu, maka letakkan kakimu di atas kepalamu. Untuk mencapai Tuhan injak-injaklah pikiran dan kesombongan rasionalmu".

44. "Hidup luntang lantung bagai gelandangan di bawah pohon, tapi hatinya penuh cinta".

45. "Jangan pergi agar dicari, jangan sengaja lari agar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu".

 

Sumber: Iphincow

Ini yang Dinanti Pecinta Tinju, Mike Tyson Kembali Berlaga dan Hadapi Roy Jones Jr

Video Populer

Foto Populer