Sukses


Macam-Macam Ancaman Terhadap Integrasi Nasional yang Perlu Diketahui

Bola.com, Jakarta - Integrasi nasional adalah penyatuan atau pembauran suatu bangsa sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Dengan berintegrasi nasional berarti sama dengan menyatukan seluruh elemen bangsa dengan kesederhanaan.

Perlu diketahui, integrasi nasional mempunyai dua pengertian dasar, yakni integrasi dan nasional. Integrasi berasal dari bahasa Latin, yaitu 'integrate', yang berarti memberi tempat dalam suatu keseluruhan.

Sementara, menurut Kamus Besar Bangsa Indonesia (KBBI), integrasi adalah pembauran sampai menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Adapun kata 'nasional' berarti bangsa.

Adanya integrasi nasional sangat penting bagi Indonesia agar tercipta keselarasan bangsa di tengah-tengah keadaan masyarakat yang berbeda-beda. Selain itu, integrasi nasional sangat diperlukan demi keutuhan negara dari berbagai ancaman.

Ancaman tersebut juga berpotensi merusak integrasi nasional. Secara umum, ancaman terhadap integrasi nasional dibagi menjadi dua, yakni ancaman militer dan nonmiliter.

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam ancaman terhadap integrasi nasional, seperti dilansir dari laman Haruspintar dan simdos.unud.ac.id, Kamis (25/2/2021).

2 dari 5 halaman

Ancaman Militer

Ancaman militer adalah ancaman menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi dan mempunyai kemampuan yang bisa membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer ini dibagi menjadi dua, yaitu ancaman dalam negeri dan luar negeri.

1. Ancaman Militer Dalam Negeri

Ancaman militer dalam negeri adalah bentuk ancaman yang datangnya bersumber dari pihak internal atau dari dalam negeri. Bentuk ancaman ini harus diwaspadai karena bisa muncul kapan saja tanpa ada tanda-tanda, bisa dalam skala kecil seperti konflik masyarakat biasa, atau dalam skala besar.

Contoh ancaman militer dalam negeri:

• Disintegrasi bangsa, melalui macam-macam gerakan separatis beradasarkan sebuah sentimen kesukuan atau pemberontakan akibat ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pemerintahan pusat.

• Keresahan sosial akibat ketimpangan kebijakan ekonomi dan pelanggaran hak asasi manusia yang pada gilirannya dapat mengakibatkan suatu kerusuhan masal.

• Upaya penggantian ideologi pancasila dengan ideologi yang lain yang ekstrem atau tidak sesuai kebiasan dari masyarakat Indonesia.

• Makar dan penggulingan pemerintahan yang sah dan konstitusional.

 

2. Ancaman Militer Luar Negeri

Ancaman militer luar negeri adalah bentuk ancaman yang datangnya bersumber dari pihak eksternal atau dari luar negeri.

Contoh ancaman militer luar negeri:

• Pelanggaran batas negara yang dilakukan oleh negara lain.

• Pemberontakan senjata yang dilakukan oleh negara lain.

• Aksi teror yang dilakukan oleh terorisme internasional.

3 dari 5 halaman

Bentuk-Bentuk Ancaman Militer

Bentuk-bentuk Ancaman Militer:

1. Agresi

Agresi adalah ancaman militer yang menggunakan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap suatu negara. Hal tersebut dapat membahayakan kedaulatan, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa tersebut.

2. Invasi

Invasi yaitu suatu serangan yang dilakukan oleh kekuatan bersenjata dari negara lain terhadap wilayah NKRI.

3. Bombardemen

Bombardemen adalah suatu penggunaan senjata yang dilakukan oleh angkatan bersenjata dari negara lain terhadap NKRI.

4. Blokade

Blokade merupakan kegiatan penghambatan yang biasanya dilakukan di daerah pelabuhan atau pantai atau wilayah udara NKRI oleh angkatan bersenjata negara lain.

5. Spionase

Spionase adalah ancaman militer yang dilakukan oleh negara lain terhadap suatu negara yang kegiatannya berupa mata-mata. Hal tersebut bertujuan untuk mencari dan mendapatkan dokumen rahasia militer suatu negara.

6. Sabotase

Sabotase adalah ancaman militer yang dilakukan oleh suatu negara dengan tujuan untuk merusak instalasi militer dan objek vital nasional. Tentunya sabotase ini dapat membahayakan keselamatan suatu bangsa.

7. Perang saudara

Terjadinya perang saudara yang menggunakan senjata juga termasuk ancaman militer.

4 dari 5 halaman

Ancaman Nonmiliter

Ancaman nonmiliter atau nirmiliter memiliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer, yaitu tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat seperti ancaman militer. Ancaman nonmiliter bisa berbentuk ancaman terhadap ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan.

Bentuk-Bentuk Ancaman Nonmiliter

  • Ancaman Berdimensi Ideologi

Ancaman tersebut pernah terjadi pada Uni Soviet yang mengalami perubahan dari ideologi komunis menjadi liberal. Sistem politik internasional mengalami perubahan semenjak Uni Soviet runtuh sehingga paham komunis tidak populer lagi.

  • Ancaman Berdimensi Politik

Politik merupakan instrumen utama dalam menggerakkan perang. Hal ini membuktikan ancaman politik bisa menumbangkan suatu rezim pemerintahan, bahkan juga bisa menghancurkan suatu negara.

  • Ancaman Berdimensi Ekonomi

Ekonomi merupakan satu di antara penentu posisi tawar dari setiap negara dalam pergaulan internasional. Kondisi ekonomi tentu sangat menentukan dalam pertahanan negara.

5 dari 5 halaman

Bentuk-Bentuk Ancaman Nonmiliter

  • Ancaman Berdimensi Sosial Budaya

Ancaman sosial budaya bisa berupa isu-isu mengenai kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, serta ketidakadilan yang menjadi dasar timbulnya konflik vertikal antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, beserta konflik horizontal yakni suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

  • Ancaman Berdimensi Teknologi Informasi

Kemajuan akan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan sangat pesat serta memberikan manfaat yang sangat besar bagi seluruh masyarakat, namun kejahatan juga terus mengikuti perkembangan tersebut.

  • Ancaman Berdimensi Keselamatan Umum

Ancaman untuk keselamatan umum bisa terjadi karena bencana alam, misal gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Ancaman yang disebabkan oleh manusia, misal penggunaan obat-obatan dan penggunaan bahan kimia, pembuangan limbah industri, kebakaran, hingga kecelakaan alat-alat transportasi.

 

 

Sumber: Haruspintar, simdos.unud.ac.id

Video Populer

Foto Populer