Sukses


5 Tunggal Putra yang Bersatus Kuda Hitam di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Jonatan Christie

Bola.com, Jakarta - Pertandingan bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 akan bergulir mulai Sabtu (24/7/2021), dibuka dengan fase penyisihan grup. Laga-laga wakil Indonesia dapat disaksikan melalui live streaming di Vidio.

Indonesia mengirimkan tujuh wakil di cabor bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020. Dua dari tunggal putra (Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting), satu tunggal putri (Gregoria Mariska Tunjung), satu gandaa putri (Greysia Polii/Apriyani Rahayu), dua ganda putra (Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan), dan satu ganda campuran (Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti). 

Indonesia berharap mempertahankan tradisi medali emas dari cabang bulutangkis. Harapan besar tertuju ke sektor ganda putra dan ganda campuran. 

Namun, bukan mustahil sektor lain memberikan kejutan. Satu di antaranya dari sektor tunggal putta. 

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) melansir pemain bulutangkis tunggal putra diprediksi menjadi kuda hitam di Olimpiade Tokyo 2020. Ada nama Jonatan Christie dalam daftar itu. 

Berikut pemain yang dinobatkan sebagai kuda hitam di sektor tunggal putra Olimpiade Tokyo versi BWF, seperti dikutip dari Djarum Badminton beberapa waktu lalu. 

2 dari 7 halaman

Jonathan Christie – Indonesia (Ranking 7 Race to Tokyo versi BWF)

Emas Asian Games 2018 menunjukkan Jonatan Christie mampu memenangkan gelar besar. Tapi, tunggal putra nomor tujuh dunia itu belum banyak mengubah performanya seperti yang diharapkan.

Jonatan mampu mengoleksi pencapaian yang tergolong sukses pada musim kompetisi 2019. Dia berhasil menjuarai Australian Open 2019 Super 300 dan mencapai final di ajang Japan Open 2019 Super 750 serta France Open 2019 Super 750.

Jadi, Jonatan mungkin bisa membukukan langkah istimewa di Olimpiade Tokyo 2020. Bahkan tidak menutup kemungkinan penampilan apiknya di Asian Games 2018 lalu bisa terulang kembali.

3 dari 7 halaman

2. Lee Zii Jia – Malaysia (Ranking 9 Race to Tokyo)

Pada final sekaligus gelar bergengsi pertamanya, All England 2021 Super 1000, Maret lalu, Lee Zii Jia berhasil membuktikan layak ditakuti dan diperhitungkan para pesaingnya.

Tunggal putra nomor delapan dunia itu memiliki kemampuan yang tidak kalah bagus dengan para pemain papan atas. Pada Olimpiade Tokyo 2020, Zii Jia akan tampil lebih nyaman karena tidak memikul beban terlalu berat.

Jadi, bisa jadi dia bermain lebih lepas dan merusak dominasi Kento Momota, Viktor Axelsen, Anders Antonsen dan lainnya.

4 dari 7 halaman

3. Ng Ka Long Angus - Hong Kong (Ranking 8 Race to Tokyo)

Pemain nomor sembilan dunia itu mengawali musim kompetisi 2021 dengan baik. Dia bahkan berhasil melangkah hingga ke partai final Yonex Thailand Open 2020 Super 1000.

Pada tahun lalu, dia tercatat sukses membawa pulang gelar juara di ajang Thailand Masters 2020 Super 300. Angus mungkin bukan pemain tunggal putra yang paling banyak dibicarakan, sebagian karena sifatnya yang bersuara lembut dan tidak menonjolkan diri. Tetapi dia dapat menimbulkan beberapa masalah bagi nama-nama besar, mungkin saja pada Olimpiade Tokyo 2020.

5 dari 7 halaman

4. Wang Tzu Wei - Chinese Taipei (Ranking 10 Race to Tokyo)

Peringkat dunia Wang Tzu Wei terus merangkak naik dalam beberapa musim terakhir. Tapi sejauh ini, pebulutangkis tunggal putra nomor 10 dunia itu belum berhasil meraih gelar besar.

Meski begitu, Tzu Wei adalah pekerja keras. Dia bisa saja membuat beberapa riak di Olimpiade Tokyo 2020. Pada BWF World Tour Finals 2020 di Bangkok, Thailand, Januari lalu, dia berhasil membuktikan kualitasnya dengan mengalahkan Ng Ka Long Angus, Kidambi Srikanth serta Anders Antonsen di babak penyisihan grup.

Tapi sayangnya, Tzu Wei harus menelan kekalahan dari Antonsen di babak semifinal. Meski begitu dia berhasil membuktikan jika dirinya pantas berada di level tersebut.

6 dari 7 halaman

5. Chou Tien Chen - Chinese Taipei (Ranking 2 Race to Tokyo)

Pebulutangkis tunggal putra nomor empat dunia itu mungkin tak dilihat sebagai pesaing di garis depan bagi Momota, Axelsen dan Chen Long. Sebab, Tien Chen memiliki rekor yang kurang bagus setiap kali bentrok dengan ketiga pemain tersebut.

Dengan Momota dia baru menang dua kali dan kalah 11 kali. Sementara melawan Axelsen, Tien Chen juga baru mencuri dua kemenangan dari total 15 kali pertemuan. Sedangkan kontra Chen Long, Tien Chen tercatat belum pernah sekali pun menang dari sembilan kali pertemuan.

Tapi terlepas dari itu semua, tidak ada yang meragukan kemampuan Tien Chen. Dia boleh dibilang sebagai salah satu pemain yang paling fit, paling konsisten dan memiliki pengalaman yang luar biasa. Untuk itu, dia akan siap memanfaatkan kesempatannya dan kelebihannya itu di Olimpiade Tokyo 2020.

Link live streaming Olimpiade Tokyo 2020 atlet Indonesia klik disini.

Link live streaming Olimpiade Tokyo 2020 bulutangkis klik disini.

Ajang multievent Olimpiade Tokyo 2020 bisa pembaca Bola.com saksikan melalui TV teresterial INDOSIAR dan O Channel. Selain itu juga bisa di layanan over the top (OTT) VIDIO baik gratis maupun berbayar dengan 12 channel tambahannya, serta channel Champions TV 1, 2 dan 3 yang dikelola IEG (Indonesia Entertainment Group), salah satu anak perusahaan di Emtek Group. Yuk nikmati sajian live streamingnya dengan mengklik tautan ini.

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut ini

Wawancara Khusus Memphis Depay

Video Populer

Foto Populer