Sukses


Pilih Bertahan di Real Madrid, Gareth Bale Sudah Siap Tak Berlaga di Piala Eropa!

Bola.com, Jakarta - Gareth Bale telah mengatakan kepada pelatih Timnas Wales, Ryan Giggs, bahwa ia berniat untuk tetap di Real Madrid musim depan. Konsekuensinya ia siap kehilangan kesempatan bermain di Piala Eropa.

Bale bersiteru nahkoda Los Blancos, Zinedine Zidane yang mencoba memaksanya keluar musim panas lalu.

Dia tidak tampil membela Real di tujuh pertandingan terakhir mereka.

Penampilannya terakhirnya pada 24 Juni. Ia tercatat hanya 12 kali membela Los Blancos sepanjang musim ini.

Perilaku Bale di bench mendapat kritikan keras.

Saat kemenangan Real Madrid 2-0 atas Alaves, Gareth Bale terlihat mengenakan topeng wajahnya di atas matanya dalam posisi setengah tidur di kursinya.

 

2 dari 5 halaman

Gestur yang Memicu Amarah

Dia tampak menunjukkan gestur tidak tertarik beberapa hari kemudian selama laga melawan Granada yang disudahi dengan kemenangan 2-1. Ia pun sempat menggunakan gulungan pita tangan sebagai teleskop saat di tribune.

Sang penyerang sayap terlihat tak menikmati perayaan gelar La Liga El Real.

Walau dalam posisi sulit pencetak gol terbanyak dalam sejarah Wales tersebut tak punya rencana pindah klub.

Dia terus bertahan setelah usulan transfer gratis ke klub Liga Super China, Jiangsu Suning dengan kontrak tiga tahun senilai 1 juta poundsterling per minggu dibatalkan oleh Real setahun lalu.

Bale tetap mendapat bayaran besar 600.000 per pekan di Real Madrid, yang berlangsung hingga 2022.  Sang bintang ini sangat nyaman tinggal di Spanyol bareng keluarganya.

 

3 dari 5 halaman

Madrid Prioritas ke-3

Gareth Bale menikmati banyak trofi di Real Madrid. Ia memenangkan empat Liga Champions sejak bergabung dari Spurs pada 2013 dengan rekor dunia 86 juta poundsterling.

Tapi dia masih sering dikritik. Mantan striker Real Madrid, Predrag Mijatovic menyebut dirinya lebih Wales, golf, dan Madrid yang ditempatkan dalam skala prioritas ketiga

Bale membuat geram penggemar Real ketika Wales lolos ke Piala Eropa karena dia terlihat memegang spanduk dengan slogan di atasnya.

4 dari 5 halaman

Dipuja di Wales

Penyerang berusia 31 bulan ini, diidolakan di Wales di mana ia mengalahkan Ian Rush sebagai pencetak rekor produktivitas dengan lesakan 33 gol dalam 83 pertandingan untuk negaranya.

Dia memainkan peran utama dalam menjalankan Wales ke semi final Piala Eropa 2016.

Tapi sikap terbarunya bisa membuatnya kehilangan tempat di timnas negaranya. Ryan Giggs melihat bahwa dia tidak memiliki ketajaman setelah lebih banyak duduk di bench cadangan.

Sumber: The Mirror

5 dari 5 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer