Sukses


Linimasa Krisis Barcelona, Dimulai Sejak Januari 2020 dan Memengaruhi Kondisi Klub

Bola.com, Jakarta - Drama yang tengah mendera Barcelona berlanjut dengan ditangkapnya mantan presiden klub, Josep Maria Bartomeu, pada Senin (1/3/2021). Kepolisian melakukan pengggerebekan di lima lokasi untuk menyita bukti dan dokumentasi, termasuk di Camp Nou. Bartomeu menjadi satu di antara empat orang yang ditahan dan menghadapi tuduhan penyalahgunaan dana dan korupsi.

Bahkan penasihat Bartomeu, Jaume Masferre, CEO Barcelona Oscar Grau, dan kepala layanan hukum klub Roman Gomez Ponti, juga ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan yang dibuka pada tahun lalu terkait skandal media sosial 'Barcagate'.

Ini merupakan kisah baru dari rangkaian saga yang sudah dimulai sejak 2020, ketika Barcelona terungkap telah membayar perusahaan I3 Ventures untuk mencoreng citra pemain dan mantan pemain, termasuk Lionel Messi, serta kandidat presiden klub Joan Laporta, dan propaganda negatif yang kemudian menyebabkan penggerebekan di Catalan pada pekan ini.

Barcelona akan berharap penangkapan itu akan menjadi bab terakhir dari 14 bulan yang benar-benar kacau di dalamk klub, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Dalam kurun waktu 14 bulan itu, Barcelona tercatat sudah ditangani oleh tiga manajer berbeda, yaitu Ernesto Valverde, Quique Setien, dan kini Ronald Koeman. Untuk pertama kali sejak 2007/2008 Barcelona tanpa trofi dalam satu musim, kemudian dipermalukan dengan skor 2-8 oleh Bayern Munchen di Liga Champions, saga transfer Messi, hingga mendepak Luis Suarez dari Camp Nou.

Performa mengecewakan Barcelona di lapangan tampaknya memang karena dampak dari buruknya manajemen klub. Pandemi COVID-19 juga membuat klub mengalami krisis finansial dan utang total sebesar 1,2 miliar euro, dengan utang bersih sebesar 488 juta euro. Ada perselisihan antara pemain dan direksi mengenai pemotongan gaji

Direksi Barcelona pun berselisih paham. Direktur mengundurkan diri. Presiden Bartomeu mundur pada Oktober, meski pengunduran diri itu tidak berhubungan langsung dengan Barcagate.

Bagaimana krisis yang dialami Barcelona. Berikut linimasa masalah klub berjulukan Blaugrana itu seperti dilansir dari ESPN.

2 dari 5 halaman

Semester Pertama 2020

Januari 2020

Dimulai dengan pemecatan Valverde setelah kekalahan dari Atletico Madrid di Piala Super Spanyol di Arab Saudi. Peninjauan ke belakang memperlihatkan Valverde yang membawa Barcelona meraih gelar La Liga secara berturut-turut dan pergi ketika berada di puncak liga, mungkin satu-satunya yang bertahan.

Perebutan untuk menggantikannya dimainkan melalui kebocoran media dari klub dan dengan cepat makin runyam karena sejumlah kandidat menolak tawaran tersebut, termasuk legenda Barcelona, Xavi Hernandez.

Ronald Koeman yang saat ini menjadi pelatih Barcelona, ketika itu tidak mau dengan mengatakan, "jangan sekarang." Akhirnya Quique Setien yang datang, tapi Barcelona justru mengalami kekalahan dari Valencia di La Liga dan tersingkir dari Copa Del Rey karena kalah dari Athletic Bilbao.

February 2020

Keluarnya Valverde juga menjadi latar belakang perselisihan antara Lionel Messi dan mantan direktur olahraga klub, Eric Abidal. Ketika itu, Abidal mengatakan sejumlah pemain tidak bekerja keras dan sebagian disalahkan atas pemecatan pelatih. Messi tidak menyukainya dan menyerang mantan rekan setimnya itu melalui postingan di Instagram.

"Sebutkan nama jika Anda ingin mengatakan sesuatu dan bertanggung jawab atas tindakan Anda sendiri (memecat Valverde)," tegas sang bintang Barcelona.

Satu pekan berselang, terungkap rincian kasus yang kemudian dikenal sebagai "Barcagate". Awalnya, ini tampak seperti kasus sederhana Bartomeu dan dewan direksi yang mengontrak perusahaan pihak ketiga untuk mencoreng citra mereka yang tidak sejalan dengannya di media sosial. 

Namun, Bartomeu membantah terlibat dan membatalkan kontrak kerjasama antara klub dan I3 Ventures, perusahaan yang memiliki kontrak untuk memantau jejaring sosial klub.

Maret 2020

Setelah Barcelona kalah dari Real Madrid di El Clasico, pandemi COVID-19 membuat pertandingan sepak bola terhenti. Para pemain pun menghadapi pemotongan gaji. Sekali lagi, negosiasi upah dimainkan di media massa, karena dewan direksi membocorkan bahwa para pemain tidak siap untuk penyesuaian gaji.

Sementara itu, ada pernyataan yang menyebut para pemain terkejut karena ada yang ingin menempatkan mereka dalam tekanan. Apalagi saat itu mereka sebenarnya senang bisa berperan membantu klub memangkas pengeluaran. Akhirnya skuat menyetujui pemotongan gaji sebesar 70 persen. Sepak bola pun dihentikan.

April 2020

Pada tahap ini, dewan eksekuif klub berselisih paham sendiri, juga dengan para pemain. Bartomeu meminta empat direktur mengundurkan diri setelah adanya kata tidak sepakat terhadap permasalahan terkait "Barcagate". Pada akhirnya, enam orang mengundurkan diri.

Pada 21 April, ada delapan anggota klub yang menyebut diri "Dignitat Blaugrana", melaporkan Bartoemu dan dewan direksinya karena penyalahgunaan dana dan korupsi yang menjadi bagian dari urusan Barcagate.

Juni 2020

Ketika sepak bola kembali bergulir, ada sedikit gangguan di luar lapangan. Meski jeda kompetisi cepat berlalu, tim asuhan Setien mulai memperlihatkan kekacauan.

Kehilangan poin, adanya kubu di antara para pemain dan staf pelatih, serta performa sempurna Real Madrid membuat Barcelona gagal meraih gelar juara. Barcelona menyelesaikan musim 2019/2020 di posisi kedua, lima poin di belakang Los Blancos.

3 dari 5 halaman

Semester Kedua 2020

Agustus 2020

Titik terburuk penampilan Barcelona terjadi, kekalahan 2-8 dari Bayern Munchen di perempat final Liga Champions. Kompetisi elite Eropa itu diubah format menjadi satu leg saja karena pandemi COVID-19.

Setien dipecat setelah pertandingan tersebut. Nasibnya memang sudah ditentukan sejak Real Madrid memenangkan liga pada Juli 2020. Namun, ada kabar gaji Setien masih belum dibayar oleh klub dan sang pelatih berniat membawa Barcelona ke pengadilan.

Ronald Koeman pun menjadi pengganti Setien dan menjadi pelatih ketiga Barcelona dalam delapan bulan terakhir. Namun, proses pengangkatannya sebagai pelatih dibayangi oleh sikap Lionel Messi yang memaksa ingin meninggalkan klub setelah pengabdian selama 20 tahun.

Lionel Messi mengirimkan dokumen yang diperlukan kepada klub untuk membuktikan bahwa dokumen itu telah dikirim dan memberitahu mereka tentang niatnya untuk pergi, sesuai klausul dalam kontraknya. Bartomeu dan klub berjuang melawan klausul tersebut dan akhirnya Messi mundur, mengaku tidak bersedia membawa klub dalam hidupnya itu ke pengadilan.

Messi mengumumkan akan bertahan untuk tahun terakhir dalam kontraknya. Tapi, ia masih bisa pergi pada Juni mendatang, ketika kontraknya berakhir.

September 2020

Sementara Barcelona menginginkan Messi bertahan, klub mencoba mendepak pemain lain keluar. Ivan Rakitic dan Arturo Vidal pergi. Suarez pun pergi ke satu di antara dua rival Barcelona, Atletico Madrid.

Oktober 2020

Penyebab keputusasaan klub melepas pemain veteran dengan gaji besar menjadi jelas. Akun terbaru, tertanggal Oktober 2020, mengungkapkan ada utang bersih sebesar 488 juta euro dan utang kotor hampir 1,2 miliar euro.

Batas gaji terbaru La Liga mengungkapkan Barcelona perlu memotong tagihan gaji sampai 671 juta euro pada musim lalu menjadi 347 juta euro atau mereka berisiko melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA karena pengeluaran yang berlebihan selama bertahun-tahun.

Namun, bukan perlakuan buruk terhadap Suarez atau masalah finansial yang menjadi akhir dari kisah Bartomeu, tapi keinginan Messi untuk pergi.

Di balik kiriman dokumen Messi, anggota klub Jordi Farre melancarkan mosi tidak percaya terhadap Bartomeu. Mosi itu menerima lebih dari 20.000 tanda tangan dari sesama anggota, di mana klub memiliki total sekitar 141.000 anggota, memenuhi ambang batas untuk menggelar referendum mengenai masa depan Bartomeu.

Namun, Bartomeu mengundurkan diri pada 27 Oktober sebelum semua berantakan hingga sejauh itu, mengklaim tidak bertanggung jawab untuk mengadakan referendum selama pandemi. Dia mundur dengan alasan kesehatan dan mengungkapkan setelah pergi dari klub bahwa dia telah mengadakan pembicaraan tentang Liga Super Eropa.

4 dari 5 halaman

Awal 2021 Hingga Saat Ini

Januari 2021

Pengganti Bartomeu akan dipilih dalam 90 hari, sesuai dengan statuta klub. Namun, tanggal aslinya, 24 Januari, diundur karena adanya pembatasan pergerakan di Catalonia yang membuat pemungutan suara secara langsung tidak bisa dilakukan.

Akhirnya pada 7 Maret, baik Laporta, Font, atau Toni Freixa, akan menggantikan Bartomeu. Mereka adalah tiga di antara sembilan kandidat yang mendapatkan 2.257 tanda tangan yang dibutuhkan untuk mencapai hari pemungutan suara.

Laporta, yang merupakan presiden klub antara 2003 hingga 2010, adalah favorit untuk menjadi presiden baru, di mana Font diperkirakan bakal menjadi pesaing terberatnya.

Pekan ini

Sekilas Barcagate tampak seperti sebuah kasus sederhana dari Bartomeu yang ingin memperbaiki citranya dengan menyerang orang-orang yang mengkritiknya. Namun, pengungkapan sebenarnya, melalui investigasi yang dilakukan jurnalis, polisi, dan secara internal selama satu tahun terakhir, adalah sebuah penyelewengan keuangan.

I3 Ventures, yang terdaftar di Amerika Selatan, dan memiliki kontrak dengan Barcelona untuk 'layanan pemantauan di jejaring sosial' menurut klub. Dugaannya, Barcelona membayar mereka dengan harga yang terus membengkak, lebih dari 1 juta euro untuk layanan tersebut.

Ada pula yang bertanya-tanya mengapa meeka tidak akan menggunakan perusahaan lokal yang akan mengenakan biaya yang jauh lebih murah.

Kekhawatiran terbesar adalah bahwa total pembayaran ke I3 Ventures semua hanya di bawah 200 ribu euro, karena apa pun yang lebih tinggi dari itu harus disetujui oleh dewan direksi. Ada juga tuduhan klub memiliki kontrak dan struktur pembayaran yang serupa dengan perusahaan lain.

Bartomeu harus kembali ke pengadilan untuk membela diri, meskipun ia tampak santai ketika dibebaskan pada Selasa. Ia sempat berhenti untuk berpose selfie dengan pendukung.

Di luar kerusakan reputasi mereka, Barcelona tidak akan dikenakan sanksi atau menghadapi hukuman apa pun atas skandal Barcagate, karena hakim telah memutuskan mereka sebagai "pihak yang terdampak".

Sementara itu, Barcelona perlahan membaik di bawah Koeman. Mereka tidak terkalahkan dalam 15 pertandingan di liga.

5 dari 5 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer