Pamor Piala Wali Kota Makassar Bisa Setara Liga Ramadhan

oleh Abdi Satria diperbarui 30 Sep 2015, 13:00 WIB
Salah satu penggawa Barito Putera, Manahati Lestusen saat tampil di Liga Ramadhan bersama OTP 37. Mulai 18 Oktober-11 November akan bergulir Piala Wali Kota yang rencananya akan diperkuat pemain yang tampil di ISL. (Bola.com/Ahmad Latando)

Bola.com, Makassar - Satu lagi turnamen antarkampung yang bisa jadi alternatif bagi pemain untuk mencari nafkah sekaligus menjaga kebugaran saat kompetisi resmi tidak berdenyut. Di Lapangan Hasanuddin, Makassar, bakal berlangsung turnamen Piala Wali Kota mulai 18 Oktober sampai 11 November 2015.

"Kami optimistis pamor Piala Wali Kota bisa menyamai Liga Ramadhan," ungkap Syarif Lili, sekretaris panpel yang juga salah satu insiator Liga Ramadhan.

Advertisement

Syarif menepis anggapan pihaknya melakukan aksi 'curi start' untuk menelikung turnamen lainnya seperti Habibie Cup dan Dirgantara Cup.

"Tidaklah, karena konsep, misi, dan waktu kami berbeda," jelas Syarif. Turnamen kami bersifat umum dan terbuka dan diikuti oleh klub-klub amatir. Sedang Habibie Cup wajib mewakili nama bond daerah masing-masing," katanya. 

Begitupun dengan Dirgantara Cup yang jadwalnya berbeda dengan Piala Wali Kota. Syarif menambahkan, pihaknya mengadopsi aturan Liga Ramadhan, di mana setiap klub berhak menambah pemain sampai partai puncak. Dengan catatan, pemain tambahan yang masuk tidak pernah memperkuat klub lain di turnamen sama.

"Kami juga menyediakan total hadiah uang lebih besar daripada Liga Ramadhan. Untuk Piala Walikota , total hadiahnya Rp 75 juta, sedang di Liga Ramadhan hanya Rp 39 juta," katanya.

Di sisi lain, dengan memakai lokasi pertandingan sama yakni di Lapangan Hasanuddin yang terletak di pusat kota Makassar, panpel yakin bisa menarik animo penonton. Apalagi, durasi setiap partainya lebih lama yakni 2x45 dibandingkan Liga Ramadhan yang hanya 2x25.

"Saya sudah mendapat konfirmasi dari 24 klub peserta Piala Wali Kota, sejumlah klub unggulan siap memakai pemain ISL dan Divisi Utama," jelas Syarif.

Seperti Liga Ramadhan, klub unggulan Horas Community dan Khaka FC, siap beradu gengsi di Piala Wali Kota. Horas misalnya, ingin menghapus luka di Liga Ramadhan di mana mereka hanya bisa bertahan sampai 16 besar. Padahal, saat itu mereka memakai jasa sejumlah pemain ISL seperti Titus Bonai, Ferdinand Sinaga, Asri Akbar, Leonard Tupamahu, Ardan Aras, dan Rahmat Syamsuddin plus Herman Dzumafo.

"Kami tidak mau gagal lagi," tegas asisten pelatih Horas, Sultan Pena.

Baca juga :

Nabil Husain, dari Borneo FC Kini Nahusam FC di Liga Ramadhan

Feature: Adu Gengsi Berbalut Misi Sosial di Liga Ramadhan

Main di Liga Ramadhan Jadi Obat Rindu Fabiano Beltrame