Inter Milan Pecat Mancini, Legenda Timnas Belanda Jadi Pengganti

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 08 Agu 2016, 08:15 WIB
Frank de Boer, saat masih bersama Ajax Amsterdam (12/5/2016). De Boer bersedia menangani Inter Milan dengan masa kontrak tiga tahun. (EPA/Koen Van Weel)

Bola.com, Milan - Karier Roberto Mancini di Inter Milan tamat. Manajemen Nerrazurri memutuskan untuk mengakhiri kerja sama mereka dengan sang allenatore. Kekalahan dari Tottenham Hotspur dengan skor 1-6, akhir pekan lalu, membuat jajaran petinggi murka.

Beberapa media di Italia, seperti Gazzetta, Sky Sport Italia, Calciomercato.it dan FCInterNews mengungkapkan, legenda timnas Belanda, Frank de Boer menjadi suksesor Mancio. Saudara kembar Ronald de Boer tersebut setuju bergabung dengan durasi tiga tahun ke depan.

Advertisement

Situasi yang menimpa Mancio terbilang ironi. Pada awal pekan lalu, eks pelatih Manchester City tersebut sudah digadang-gadang menandatangani perpanjangan kontrak bersama  Inter MIlan. Sayang, hal tersebut sepertinya batal terealisasi setelah timnya 'dihajar' The Spurs, pada laga di Oslo tersebut.

Awalnya, kedatangan Mancio bisa dianggap menjadi awal kebangkitan kembali Inter Milan. Semua itu berantakan, dan ia gagal mengulangi prestasi saat kali pertama datang ke Giuseppe Meazza. Pada periode pertama, ia meraih tiga scudetti (2005-2006, 2006-2007 dan 2007-2008)), Coppa Italia (2004-2005, 2005-2006) dan Piala Super Italia (2005, 2006).

Sejak 2014, Mancini hanya mampu meraih 36 kemenangan, 16 seri dan 24 kekalahan. Sejauh ini belum ada komentar resmi dari kubu Inter Milan terkait keputusan Suning Hodling Group, pemilik saham mayoritas Inter Milan.

Pemilihan De Boer cukup mengejutkan. Pria berusia 46 tahun tersebut sempat diisukan bakal menangani Southampton atau Everton. Proses negosisi yang berlangsung cepat menunjukkan manajamen Inter Milan memiliki hasrat tinggi untuk segera memperbaiki kualitas La Beneamata, sebelum laga pembuka Serie A 2016-2017, kontra Chievo Verona (21/8/2016).

Bagi De Boer, menukangi Inter Milan menjadi tantangan tersendiri. Selama enam tahun bersama Ajax Amsterdam, ia sudah menuai empat gelar juara Eredivisie. Kegagalan meraih titel juara tahun lalu, setelah kalah bersaing dengan PSV Eindhoven, menjadi alasan kuat baginya untuk keluar dari Amsterdam Arena.

Berita Terkait