Bebas dari Penjara, Petinju Ini Tampil Buat Thailand di Rio 2016

oleh Arinaldo Habib Pratama diperbarui 09 Agu 2016, 16:30 WIB
Petinju Thailand, Amnat Ruenroeng, pernah dipenjara karena dituduh mencopet. (AFP/Yuri Cortez)

Bola.com, Rio de Janeiro - Petinju Olimpiade kelas ringan asal Thailand, Amnat Ruenroeng, sukses mengalahkan Igancio Perrin di babak pertama Olimpiade Rio 2016. Ruenroeng mengaku kehidupan yang sempat dijalani di penjara membuatnya bekerja keras. Ia menjadi salah satu petinju Thailand yang berhasil meraih gelar juara IBF kelas terbang dan akhirnya bertarung di Olimpiade Rio.

Olimpiade Rio 2016 mengijinkan petinju profesional untuk ikut serta. Hal itu membuat Amnat yang berusia 36 tahun ini bisa bertarung di tengah para petinju amatir untuk membantu Thailand meraih medali.

Advertisement

Amnat pernah dipenjara sewaktu masih berusia anak-anak karena terbukti melakukan pencopetan terhadap turis dan dia dihukum penjara selama 1,5 tahun. Ia dibebaskan lebih cepat karena pengampunan raja pada tahun 2007.

"Kehidupan di penjara membuatku berubah dan mengenal mana yang baik dan buruk. Bahkan pendidikan yang paling berkesan adalah apa yang saya terima di penjara," kata Ruenroeng.

"Saya memiliki kesempatan untuk mencoba tinju , sepak bola dan kick boxing. Tapi yang paling penting, penjara mengajarkanku nilai kekeluargaan dan kemampuan untuk berkonsentrasi dengan baik, serta cara bersikap," ujarnya lagi.

Setahun setelah dibebaskan, Ruenroeng tampil di Olimpiade Beijing 2008 dan hanya melaju sampai perempat final setelah dikalahkan oleh petinju Mongolia, Purevdorjiin Serdamba. Pada tahun 2012 dia menjadi petinju profesional dan berhasil memenangkan gelar IBF di kelas terbang pada tahun 2014. Ruenroeng mendapatkan gelar tersebut setelah mengalahkan Zou Shiming, petinju asal China yang sudah memenangkan dua medali emas Olimpiade.

Sumber: Dailymail