Kebanggaan Atlet yang Mewakili Negara Terkecil di Olimpiade

oleh Arinaldo Habib Pratama diperbarui 19 Agu 2016, 05:00 WIB
Judoka asal Nauru, Ovini Uera (kiri). (AFP/Jack Guez)

Bola.com, Rio de Janiero - Atlet judo asal Nauru, Ovini Uera, merasa bangga bisa tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Pasalnya, Uera membutuhkan banyak perjuangan untuk sampai ke Brasil.

Nauru merupakan salah satu negara kecil di kawasan Oseania. Negara itu hanya berpopulasi 10.000 jiwa (sensus pada 2011), sekaligus menjadi negara terkecil di Olimpiade Rio 2016.

Pada perhelatan kali ini, Nauru hanya mengirimkan dua atlet. Uera mewakili judo, sementara Elson Brechtefeld tampil pada cabang angkat berat.

Advertisement

“Saya selalu bermimpi bahwa suatu hari nanti akan bertanding di Olimpiade. Berada di sini adalah mimpi yang menjadi nyata. Banyak orang yang menyemangati saya dalam pertandingan, padahal banyak dari mereka yang tidak tahu di mana Nauru," kata Uera.

Uera memang memiliki motivasi besar untuk berlaga di Olimpiade 2016. Dia sampai harus mendatangi satu rumah ke rumah lain di Nauru, hanya untuk meminta sumbangan agar bisa berangkat ke Brasil. Uniknya, dia hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk mengitari seluruh negara Nauru.

Pada 10 Agustus 2016, Uera melangkah ke pertandingan judo Olimpiade di Carioca Arena. Dia mengalahkan musuh pertamanya, pejudo dari Belize, Renick James of Belize. Itu adalah kemenangan pertama atlet Nauru di cabang judo.

Pada pertandingan selanjutnya, Uera melawan pejudo Georgia, Varlem Lapertiani, yang juga merupakan idola dari Uera. Namun, Uera takluk dari Lapertiani.

“Saya tidak pernah menyangka bahwa akan melawan dia. Ketika saya melangkah ke arena, saya hanya fokus untuk melakukan yang terbaik. Saya kaget banyak penonton yang mendukung saya. Tapi kami hanya datang dari negara kecil. Banyak orang yang selalu menanyakan di mana Nauru,” kata Uera.

Keberadaan Uera di Olimpiade setidaknya memberikan angin segar bagi Nauru, yang memiliki banyak sejarah kelam. Diduduki pada tahun 1888 oleh Jerman, dan setelahnya diduduki oleh 5 negara yang berbeda.

Kekayaan dari sumber daya alam berupa fosfat, sempat memberikan pemasukan yang melimpah bagi negara kecil di Samudera Pasifik ini. Tetapi, ketika sumber daya alam tersebut habis, banyak perusahaan yang kemudian meninggalkan pulau tersebut. Saat ini, Nauru berada di pusat kontroversi, karena dijadikan tempat penampungan imigran ilegal yang diusir dari Australia.

“Saya merasa sangat bangga. Sangat membahagiakan bisa berada di tengah para juara,” tutur Uera yang bakal menjadi wakil Nauru pada upacar penutupan Olimpiade Rio 2016.

Sumber: The Globe and Mail