20 Klub Anggota Persebaya Tolak 10 Klub Pendukung BSU Gabung Lagi

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 19 Agu 2016, 09:00 WIB
Mat Halil, salah satu pemain pilar Persebaya 1927 yang kini memegang hak penggunaan merek dan logo Persebaya. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Bola.com, Surabaya - Saat ini Persebaya Surabaya dimiliki 20 klub internal. Mereka tergabung dalam koperasi Surya Abadi yang kini memiliki 90 persen saham PT Persebaya Indonesia (PT PI). Di tangan mereka pula, nasib Bajul Ijo akan ditentukan. Termasuk menerima kembali atau tidak 10 klub pendukung Bhayangkara Surabaya United yang sebelum dualisme terjadi berada di lingkaran mereka.

Seperti diketahui, sebelum Persebaya terbelah menjadi dua pada 2010, Persebaya memiliki 30 klub internal yang berkompetisi di tiga level berbeda, Kelas Utama, Kelas Satu, dan Kelas Dua.

Namun ketika dualisme pecah, sebanyak 20 klub internal masih loyal pada Persebaya di bawah naungan PT PI, sementara 10 klub lainnya mendukung Persebaya di bawah bendera PT Mitra Muda Inti Berlian (PT MMIB) yang kini berganti nama menjadi Bhayangkara Surabaya United.

Advertisement

Keruan saja, ketika Persebaya milik PT PI memegang legalitas berupa sertifikat hak atas nama dan logo Persebaya dari Departemen Hukum dan HAM, serta memenangkan sengketa di Pengadilan Niaga Surabaya atas gugatan yang diajukan PT MMIB beberapa waktu lalu, muncul isu 10 klub itu akan kembali bergabung.

Kabar tersebut semakin santer setelah mereka berpeluang kembali eksis di kancah sepak bola Indonesia usai terkubur hampir tiga tahun lamanya. Maklum, sebanyak 10 klub itu kini tak memiliki tempat bernaung setelah mereka tidak lagi memiliki saham di Bhayangkara SU.

Akan tetapi kabar itu dimentahkan oleh Direktur Pengembangan dan Bisnis PT PI Kardi Suwito. "Kami tidak akan menerima mereka kembali. Kami juga tidak bermaksud mengajak mereka bergabung. Karena selama sengketa berlangsung, mereka berada di kubu yang berseberangan dengan kami," sebut pria yang juga pembina PS Pelabuhan.

PT PI bersikap seperti itu karena tidak mau melukai hati 20 klub dan Bonek Mania pendukung mereka yang telah memperjuangkan hak Persebaya yang telah dihilangkan oleh PSSI. Bagi mereka, apa yang telah dilakukan 10 klub pendukung BSU tidak bisa mereka terima.

Penolakan juga ditunjukkan pemilik klub HBS, Ferryl Raymond Hattu. "Kami tidak bisa menerima mereka, karena mereka tidak ikut berjuang. Selama ini mereka justru yang membuat Persebaya ini kehilangan haknya. Saya rasa sekarang mereka harus menerima konsekwensinya," ujar Ferryl yang diamini Mat Halil, wakil dari El Faza (klub internal Persebaya lainnya).

Bagi Ferryl, Kardi maupun Halil, sikap mereka menolak bukan karena dendam, tapi karena 10 klub itu sudah keluar dari keanggotaan Persebaya. Nama mereka itu sudah tidak tercantum dalam daftar keanggotaan Persebaya sejak mereka memutuskan mendukung Bhayangkara Surabaya United.

Sebanyak 10 klub tersebut juga tidak ada dalam Koperasi Surya Abadi yang memiliki saham mayoritas PT PI (90% saham PT PI). "Koperasi itu hanya dimiliki 20 klub saja," tutur Ferryl.