Manajemen Persinga Akan Hadiri Pemakaman Eks Manajer PSS

oleh Gatot Susetyo diperbarui 24 Agu 2016, 21:40 WIB
Manajemen Persinga Ngawi akan menghadiri pemakaman mantan manajer PSS Sleman, Supardjiono. (Bola.com/Robby Firly)

Bola.com, Ngawi - Filosofi perseteruan dua tim sepak bola hanya terjadi 2x45 menit di lapangan benar-benar dijunjung tinggi Persinga. Tim asal Ngawi yang didiskualifikasi Komdis dari pentas ISC B Grup 5 akibat kerusuhan saat melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman ini berencana menghadiri pemakaman Direktur PT PSS Sembada Suparjiono yang meninggal dunia, Rabu (24/8/2016).

"Mewakili pribadi dan manajemen, kami turut belasungkawa meninggalnya Bapak Suparjiono. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT. Keluarga dan anggota tim PSS yang ditinggalkan diberi kesabaran dan tawakal," ucap Dwi Rianto Jatmiko, Manajer Tim Persinga.

Advertisement

Di mata Dwi Rianto Jatmiko, almarhum Suparjiono sosok yang familiar dan supel dalam pergaulan. Jasanya terhadap sepak bola Sleman, terutama PSS patut ditiru.

"Meskipun Persinga dan PSS pernah mengalami masa kelam akibat kerusuhan lalu, sebenarnya hubungan kami dengan tim dan manajemen PSS tetap baik. Kami berencana datang ke Sleman untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum Suparjiono," tutur Dwi Rianto Jatmiko.

Sosok yang juga Ketua DPRD Kabupaten Ngawi tersebut menyatakan sepak bola bukan sekadar sarana olahraga dan prestasi, tapi juga menyangkut hubungan antarmanusia yang tanpa sekat.

"Inilah indahnya sepak bola. Ketika kita mendukung tim masing-masing di pertandingan, seolah kami bermusuhan. Tapi, sebenarnya setelah itu kami tetap menjalin silaturahmi. Setelah kasus kemarin, kami dan manajemen PSS terus komunikasi dan saling memberi simpati," kata Dwi Rianto Jatmiko.