Kasus Wanderley Santos Membuat Imigrasi RI Waspadai Pemain Asing

oleh Aning Jati diperbarui 22 Des 2020, 16:18 WIB
Paspor Indonesia palsu yang dimiliki striker Al Nasr, Wanderley Santos, membuat pengawasan terhadap pemain dan pelatih asing di Indonesia makin ketat. (AFP/Karim Jaafar)

Bola.com, Jakarta - Kasus pesepak bola asing menggunakan paspor Indonesia palsu seperti yang diduga dilakukan pemain Brasil yang saat ini berkiprah di liga Uni Emirat Arab (UEA), Wanderley Santos, diharapkan tidak terjadi lagi pada pemain lain di negara manapun.

Direktorat Jenderal Imigrasi RI juga akan memastikan hasil penyelidikan atas status paspor Indonesia Wanderley Santos bisa diketahui semua pihak sehingga kebijakan-kebijakan lanjutan bisa dilakukan.

Pasalnya, Ditjen Imigrasi tidak memiliki otoritas untuk menindak Wanderley Santos. Sementara itu, perbuatan yang dilakukan pemain klub Al Nasr itu merupakan tindak pidana yang melanggar hukum Indonesia. Lantaran kejadiannya ada di luar negeri, otoritas setempat, dalam hal ini Imigrasi UEA, yang berhak melakukan tindakan terhadap pelanggaran yang dilakukan pemain 27 tahun itu.

Untuk mengantisipasi agar hal ini tidak terulang lagi, ke depannya Ditjen Imigrasi akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI.

"Kami akan sampaikan adanya kasus semacam ini ke Kemenlu agar setiap KBRI bisa waspada adanya kemungkinan pemain warga negara asing yang memalsukan paspor RI di wilayah mereka," ujar Heru Santoso, Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi pada Rabu (31/8/2106).

Advertisement

Heru menambahkan selama ini pihaknya juga terus mengawasi para pemain asing yang berkarier di Indonesia. "Mereka (pesepak bola asing) statusnya sama seperti pekerja asing lainnya yang bekerja di Indonesia. Mereka semua dalam pengawasan kami, termasuk juga pesepak bola," kata Heru.

Heru mengungkapkan pihaknya juga sudah melakukan tindakan, hingga semisal deportasi, terhadap pemain yang terbukti melanggar aturan keimigrasian. "Rata-rata kasusnya selama ini disebabkan sponsor mereka (agen pemain) tidak bertanggung jawab dan lepas tangan terhadap persoalan yang dihadapi pemain," ungkap Heru.

Heru menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam bila memang ada pekerja asing, termasuk pelatih maupun pesepak bola, yang melakukan pelanggaran. "Pokoknya semuanya dalam pengawasan kami dan akan ditindak bila terbukti melanggar aturan," tegasnya.