Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016: Mencari Bibit Unggul Penerus Tradisi Juara

oleh Arief Bagus diperbarui 03 Sep 2016, 18:45 WIB
Aksi Dedad Alpasha saat melawan M. Alfarezal Prayoga dalam pertandingan final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (3/9/2016). (Bola.com/Arief Bagus)
Suasana pertandingan kelompok umur 15 tahun putra final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (3/9/2016). (Bola.com/Arief Bagus)
Aksi salah satu pebulutangkis putri usia 15 dalam final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (3/9/2016). (Bola.com/Arief Bagus)
Pemain kidal, M. Alfarezal Prayoga, saat melawan Dedad Alpasha dalam pertandingan kelompok umur 13 tahun final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (3/9/2016). (Bola.com/Arief Bagus)
Pemain putri asal Purwokerto, Angelique Jenice Sentosa Chung, melakukan servis dalam pertandingan kelompok umur 15 tahun final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jumat (2/9/2016). (Bola.com/Arief Bagus)
Para wasit saat memimpin pertandingan final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (3/9/2016). (Bola.com/Arief Bagus)
Orang tua dan pelatih pemain memadati GOR Djarum, Jati, Kudus, untuk mendukung putra-putrinya bertanding dalam final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016, Sabtu (3/9/2016). (Bola.com/Arief Bagus)

Berita Terkait