MotoGP San Marino: Jorge Lorenzo Dibayangi Keraguan

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 09 Sep 2016, 09:30 WIB
Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo. (GPOne)

Bola.com, Misano - Jorge Lorenzo serta Marc Marquez tercatat sebagai pebalap tersukses di MotoGP San Marino sejak 2007. Namun, modal tersebut tak membuat Lorenzo cukup percaya diri menghadapi balapan di sana pada akhir pekan ini.

Balapan di San Marino kembali masuk ke kalender MotoGP pada 2007. Sejak itu Lorenzo dan Marquez telah sama-sama mengantongi empat kemenangan. X-Fuera menang tiga kali di kelas premier dan sekali di kelas 250cc. 

Advertisement

Sayangnya, rekor mentereng tersebut tak sejalan dengan performa Lorenzo baru-baru ini. Dalam enam balapan terakhir, juara dunia MotoGP 2016 tersebut tampil di bawah ekspektasi. Lorenzo hanya mampu mendulang 31 poin dari total 150 poin yang bisa diklaim.

Posisi Lorenzo kian tak menguntungkan. Dia sudah tertinggal 64 poin di belakang Marquez yang menguasai klasemen MotoGP 2016, serta defisit 14 poin dari rekan setimnya, Valentino Rossi, yang bercokol di posisi kedua. Tak heran, Lorenzo dibayangi keraguan. Secara tersirat, pria Spanyol tersebut, menyatakan sulit menjuarai MotoGP San Marino.

"Tentu saja, seri ini selalu penting bagi saya. Bahkan pada 2008, ketika saya punya masalah kepercayaan terhadap ban Michelin, saya masih mampu naik podium. Setelah Bridgestone menjadi penyuplai tunggal ban, saya selalu naik podium, bahkan menang tiga kali beruntun," kata Lorenzo, mengenang rekor manis di Misano, seperti dilansir Speedweek, Jumat (9/9/2016). 

"Hanya tahun lalu saya gagal mencapai podium. Untuk beberapa alasan, saya selalu cepat di trek ini. Sekarang kami harus melihat apa yang terjadi karena saya sedang menghadapi fase buruk. Kita lihat saja apakah saya bisa mencapai level yang sama setelah bertahun-tahun di sini," imbuh pria yang sudah tiga kali menjuarai MotoGP tersebut. 

Lalu, apakah Lorenzo masih punya kans mengejar Marquez? X-Fuera tak mau menyerah begitu saja. 

"Ya, apapun masih bisa berubah. Namun, Marc sangat konsisten tahun ini. Apalagi balapan musim ini hanya menyisakan enam seri, jadi dia punya peluang sangat bagus untuk jadi juara dunia," kata Lorenzo.

"Tapi, apapun masih bisa terjadi. Hingga secara matematika sudah tak mungkin, kami masih punya kesempatan menjadi juara dunia," imbuh dia. 

 [vidio:Video Cal Crutchlow cetak sejarah dalam balap MotoGP seri Brno. Sementara Valentino Rossi tampil beringas dengan finis kedua.](https://www.vidio.com/watch/426689-crutchlow-cetak-sejarah-rossi-tampil-beringas?channel_id=

Berita Terkait