Ditahan Perseru, Pelatih PSM Kritik Kinerja Wasit

oleh Abdi Satria diperbarui 17 Sep 2016, 05:00 WIB
Pelatih PSM Makassar, Robert Alberts kecewa tim asuhannya gagal meraih poin penuh saat dijamu Perseru Serui. (Bola.com/

Bola.com, Makassar - Pelatih PSM Makassar, Robert Alberts mengkritik kepemimpinan wasit, Dwi Purba Adi Wicaksana saat ditahan Perseru Serui 1-1 dalam lanjutan Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Jumat (17/9/2016).

Efek dari permainan kasar tim tamu, PSM harus kehilangan striker asal Brasil, Luis Ricardo yang cedera karena dilanggar pemain Perseru pada pertengahan babak pertama. Luis Ricardo merupakan pencetak gol PSM ke gawang Perseru yang kemudian disamakan oleh Arthur Bonai.

"Beberapa kali pemain belakang Perseru terlihat sengaja mengambil pemain kami dari belakang dan wasit membiarkannya. Menurut saya, seharusnya kami mendapat minimal dua penalti," ujarnya.

Advertisement

Meski kecewa, pelatih asal Belanda ini enggan berkomentar banyak terkait kepemimpinan wasit. Robert terkesan menahan diri karena pernah mendapat panggilan dari PT Gelora Trisula Semesta soal kepemimpinan wasit Dodi Setia usai PSM ditekuk Madura United 1-4 di Bangkalan. Saat itu, Robert menuding ada mafia dibalik keputusan-keputusan Dodi saat memimpin.

Terlepas dari kinerja wasit, Robert Alberts menilai PSM seharusnya bisa memenangi pertandingan karena memiliki peluang lebih banyak dibandingkan Perseru, termasuk saat mendapat penalti yang gagal dieksekusi Wiljam Pluim.

"Kami seharusnya mendapat lebih dari dua gol pada babak pertama. Secara peluang, PSM pantas jadi pemenang pada pertandingan tadi," kata Robert.

Di lain pihak, Robert menambahkan dirinya akan melakukan evaluasi tim secara menyeluruh usai ditahan Perseru. Apalagi, TSC 2016 libur selama penyelenggaraan PON 2016. "Saya tetap yakin dengan kemampuan tim. PSM bakal lebih baik dibandingkan hari ini," tegas Robert.