Pengabdian 5 Bintara Polisi di Bhayangkara FC

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 16 Okt 2016, 11:00 WIB
Putu Gede Juni Antara jadi satu dari lima pemain Bhayangkara FC yang mendapat perlakuan spesial selama pendidikan polisi. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Surabaya - Berbeda dengan bintara polisi yang sedang menjalani pendidikan lainnya, enam pemain Bhayangkara FC yang seharusnya mengikuti pendidikan polisi di Pusdik Brimob Watukosek, Mojokerto, mendapat perlakuan spesial.

Kelima pemain itu adalah M. Sahrul Kurniawan, Muhammad Hargianto, M. Fatchu Rochman, Putu Gede Juni Antara, Antoni Putro Nugroho, dan Wahyu Subo Seto. Sejak mendaftar menjadi anggota polisi, keenam pemain itu terhitung jarang menjalani pendidikan.

Waktu mereka lebih banyak dihabiskan bersama tim tempat mereka bernaung. Kalau pun sempat bergabung dengan rekan-rekannya yang sedang pendidikan, itu pun tidak lama. "Kadang tiga hari sudah kembali ke klub. Paling lama itu saat awal-awal pendidikan dulu, sekitar sebulan," ujar Fatchu Rochman.

Advertisement

Asisten manajer Bhayangkara FC, Sumarji, menyatakan dispensasi ini memang diberikan karena mereka mendaftar polisi dari jalur prestasi olahraga sehingga ada perlakuan berbeda antara keenam pemain tersebut dengan mereka yang mendaftar dari jalur biasa.

"Bersama klub Bhayangkara FC ini mereka juga pengabdian. Sama dengan mereka yang menjalani pendidikan di pusdik, karena mereka juga tidak diizinkan pulang ke rumah. Perbedaannya, mereka tidak menjalani rangkaian program pendidikan seperti rekan-rekannya yang lewat jalur biasa," ujar Sumarji.

Bhayangkara FC memang menjadi bagian tidak terpisahkan dengan keluarga besar Polri karena mayoritas saham klub ini sudah dimiliki Polri dan dikelola sepenuhnya oleh mereka. Pemain Bhayangkara FC yang seharusnya menjalani pendidikan sudah dianggap bertugas meski bersama klub.

Tidak heran, sejak kembali ke klub lagi mereka mendapatkan dispensasi untuk tidak kembali ke pendidikan di Watukosek, Mojokerto. Keenam pemain itu dijadwalkan menjalani pendidikan setelah Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo usai diputar.

"Saya tidak tahu kapan kembali pendidikan. Sampai sekarang belum ada perintah. Mungkin nanti setelah turnamen selesai baru kami kembali," ucap Sahrul, mantan pemain Timnas U-19 era Indra Sjafri itu.