Allianz Dare to Share, dari Pelari untuk Penyandang Disabilitas

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 29 Nov 2016, 14:30 WIB
Head of Operation CSR Allianz Indonesia, Indra Yuliawan, menyerahkan bantuan hasil program Allianz Virtual Run 'Dare to Share' secara simbolis kepada komunitas penyandang disabilitas di FX Sudirman, Jakarta, Selasa (29/11/2016). (Bola.com/Yus Mei Sawitri)

Bola.com, Jakarta Allianz Indonesia berhasil mengajak 1.400 pelari yang tergabung dalam komunitas Allianz Virtual Run  (AVR) untuk berlari sejauh 50.000 selama tiga bulan, Agustus hingga November 2016. Program tersebut digulirkan dengan tujuan berbagi dan membantu para penyandang disabilitas yang tergabung dalam program Allianz Economic Empowerment for Entrepreneur with Disability. 

Advertisement

Setelah target tercapai, janji Allianz Indonesia untuk mengucurkan bantuan kepada penyandang disabilitas pun direalisaikan. Bantuan diserahkan secara simbolis pada acara yang digelar di FX Sudirman, Jakarta, Selasa (27/11/2016). Dari target batas waktu selama tiga bulan, para peserta berhasil merampungkan tantangan hanya dalam tempo tiga pekan.  

Menurut Head of Coorporate Social Responsibility Allianz Indonesia, Indra Yuliawan, program AVR tersebut diberi tajuk "Dare to Share". Allianz ingin menginspirasi sebanyak mungkin masyarakat untuk berani menantang diri sendiri hingga batas terakhir demi mencapai tujuan. Olahraga lari dianggap manifestasi relevan untuk menyampaikan pesan tersebut. Masyarakat diajak berlari bahkan melewati batas yang mereka percayai. Nilai lebihnya, selain menantang diri sendiri, masyarakat secara tidak langsung ikut berbagi. 

Allianz memberikan bantuan pelatihan untuk komunitas difabel di wilayah Jakarta, Jawa Tengah (Boyolali, Klaten, Gerobogan), dan DIY (Sleman, Bantul, dan Gunungkidul). Indra mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang, namun peralatan, pelatihan, dan pendampingan.

"Terima kasih rekan-rekan runner yang telah berhasil mencapai tantangan yang kami berikan bahkan melewatinya. Allianz sebagai koorporasi global punya nilai dalam hal kesamaan hak individu dalam setiap kehidupan. Program AVR dan Empowered dari Allianz ini memiliki tujuan yang sama, yaitu menginspirasi masyarakat agak tak gampang menyerah dan percaya pada kemampuan diri untuk memenuhi tujuan hidup yang diinginkan. Untuk itu kami menggabungkan para pelari AVR dan peserta Empowered untuk saling menginspirasi dari kelebihan dan semangat masing-masing," beber Indra.

AVR telah dibentuk sejak 2012, yang merupakan komunitas lari virtual dengan menggunakan aplikasi Endomondo, yang memberikan kesempatan bagi pelari untuk berlari kapanpun, di manapun dan dengan siapapun. Sejak 2014, AVR juga telah bekerja sama dengan komunitas lari Team Chubby.

"Jadi untuk mencatat jarak lari yang ditempuh kami menggunakan aplikasi endomondo. Pelari bisa menyumbang keringat di mana saja. Yang ikut bukan hanya dari Jakarta, bahkan pelari yang menang di kategoroi advance berasal dari Balikpapan. Rata-rata satu pelari menyumbang 150 km dalam tiga bulan ini," kata kapten Tim Chubby, Holip Soekarwan.

Sementara itu, Suparwi yang merupakan perwakilan disabilitas penerima bantuan dari Alliaz mengaku sangat senang dengan kepedulian dari Allianz. Sebagai wakil dari komunitas difabel Jakarta, Jateng, dan DIY, dia berharap kepedulian Allianz tak berhenti sampai di sini. Dia mengakui apa yang dilakukan Allianz sangat membantu usaha para penyandang disabilitas.

"Banyak ilmu yang kami dapatkan dari program pelatihan dan pendampingan. Kami dapat ilmu mengelola usaha, keuangan, hingga marketing. Ini sangat menginspirasi teman-teman kami," kata Suparwi.