Baju Pencetak Gol Terbaik FIFA Jadi Perdebatan di Malaysia

oleh Aning Jati diperbarui 10 Jan 2017, 22:00 WIB
Keputusan Faiz Subri mengenakan baju Melayu saat menerima Puskas Award jadi perdebatan di Malaysia. (AFP/Fabrice Coffrini)

Bola.com, Zurich - Di balik fenomena kemenangan Faiz Subri memenangi Puskas Award 2016, terselip pro dan kontra terkait pemilihan busana yang dikenakan mantan pemain asuhan Jacksen F. Tiago di Penang FA itu kala menerima penghargaan di Zurich, Swiss, Selasa (10/1/2017) dini hari WIB.

Faiz Subri datang ke acara penghargaan di FIFA dengan mengenakan setelan jas keluaran rumah mode Kinslager dan bukan memakai pakaian adat tradisional Melayu seperti yang direncanakan sebelumnya.

Pemilihan mengenakan jas, memnatik reaksi dari beberapa kalangan. Para pelaku sepak bola Negeri Jiran bahkan sampai meminta publik untuk tidak terlalu larut dalam perdebatan mengenai pakaian Faiz Subri.

Advertisement

Jajaran pelatih dan pemain di Malaysia, misalnya, seperti dikutip di Utusan Malaysia, Selasa (10/1/2017), menekankan bila yang terpenting adalah prestasi yang dicapai dan bukan pakaian yang dikenakan Faiz Subri dalam acara itu.

"Salah, jika ada pihak yang mengatakan Faiz tidak menghargai pakaian adat karena dia bersikap profesional dan menghormati penyelenggaraan acara itu dengan mematuhi aturan pakaian," kata Dami Omar, mantan pemain timnas Malaysia.

Sebelumnya, Faiz Subri disebut akan mengenakan pakaian adat Melayu setelah mendapat lampu hijau dari FIFA dalam acara bergengsi itu. Ia juga berencana bicara dalam Bahasa Melayu bila naik ke panggung untuk menyampaikan pidato kemenangan.

Faktanya, Faiz Subri mengenakan setelan jas rapi dalam acara ini dan berucap dalam Bahasa Inggris di atas panggung.

Alasan lain pemain Penang FA itu batal pamer pakaian adat Melayu adalah kondisi cuaca. Utusan Malaysia menulis suhu di Zurich, yang mencapai 0 derajat celsius, membuat Faiz Subri akan kesulitan melawan hawa dingin bila memaksakan mengenakan baju Melayu.

Faiz Subri memenangi Puskas Award 2016 setelah golnya ke gawang Pahang FA saat Penang FA masih dilatih Jacksen F. Tiago pada Februari 2016, dipilih sebanyak 59,46 persen suara, lebih banyak dari dua nomine lainnya, yakni Marlone mendapat suara 22,86 persen dan Daniuska Rodriguez 10,01 persen.