Harga Mahal Persebaya Amankan Tiket Final Piala Dirgantara

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 06 Mar 2017, 22:27 WIB
Pemain Persebaya, Irfan Jaya (bawah) meluapkan kekecewaan saat gagal memanfaatkan peluang di depan gawang Cilegon United di penyisihan Dirgantara Cup 2017 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (4/3). Persebaya kalah 1-2. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya dipastikan melaju ke final Piala Dirgantara 2017 setelah menang 3-0 di semifinal lawan Persibo Bojonegoro, Senin (6/3/2017) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Tim berjulukan Green Force itu sekaligus membuktikan bahwa kekalahan 1-2 dari Cilegon United di laga terakhir babak penyisihan lalu tidak meruntuhkan mental mereka.

Keruan saja, pelatih Persebaya Iwan Setiawan bersyukur atas kemenangan tersebut. Sebab meski mental pemain tidak terganggu, tapi secara permainan cenderung menurun dibanding tiga pertandingan sebelumnya.

“Jujur saja, pemain kami kelelahan karena bermain empat kali dalam 10 hari. Ini sangat luar biasa letihnya bagi pemain saya,” katanya.

Advertisement

Sayang, kemenangan ini harus dibayar mahal oleh Persebaya. Karena salah satu pemain andalannya di posisi bek kiri, Abdul Azis terkena kartu kuning. Ia pun harus absen di final nanti menyusul larangan tampil akibat akumulasi kartu kuning. Kehilangan Abdul dikhawatirkan akan memengaruhi keseimbangan pertahanan Bajul Ijo.

Iwan sendiri mengaku sudah menyiapkan pengganti Abdul Azis. Ia yakin, pemain penggantinya tak akan mengubah skema, pola dan karakter tim yang sudah ia bangun sejak awal persiapan. Mat Halil cs. akan bermain dengan cara yang sama di final nanti.

Iwan juga menyebutkan faktor kekuatan mental dan motivasi tinggi para pemainnya untuk memenangkan pertandingan ini menjadi kunci kemenangan Persebaya di laga tersebut.

“Ini sesuai dengan karakter yang saya inginkan. Hal inilah yang harus kami miliki saat turun di kompetisi nanti,” terang arsitek asal Aceh tersebut.

Sementara itu, pelatih Persibo, Bambang Pamuji menyebutkan, bahwa hasil buruk ini karena persiapan timnya yang kurang matang. Untuk itu, Bambang tetap merasa puas meski timnya harus melupakan mimpi ke final turnamen tersebut.

Sebab lolos ke babak semifinal saja ia anggap sebagai raihan maksimal timnya mengingat minimnya persiapan yang mereka lakukan.

Persibo sendiri memanfaatkan turnamen ini sebagai ajang uji coba sekaligus seleksi pemain. Rencananya, setelah Piala Dirgantara 2017 ini, seleksi masih akan berjalan.

“Pertahanan kami kurang sigap, terutama dalam mengantisipasi kecepatan para penyerang Persebaya,” ujar Bambang.

Di partai final, Persebaya akan kembali bertemu dengan satu-satunya tim  yang memberikan kekalahan pada Mat Halil dkk, Cilegon United. Cilegon memastikan langkahnya ke final setelah menang 2-1 dari PS Mojokerto Putra di laga semifinal lainnya.