Hadiah Besar Jadi Motivasi Pemain Arema Raih Juara Piala Presiden

oleh Iwan Setiawan diperbarui 11 Mar 2017, 10:15 WIB
Pemain Arema FC termotivasi meraih juara Piala Presiden 2017 karena hadiah besar. (Bola.com/Okie Prabhowo)

Bola.com, Bogor - Biasanya, menjelang partai final manajemen tim merangsang pemainnya dengan iming-iming bonus besar. Tapi di Arema, hal itu selalu jadi rahasia tersendiri. Arema tidak pernah mengumbar urusan bonus juara.

Namun, untuk final Piala Presiden 2017 yang akan dilakoni Arema melawan Pusamania Borneo FC di Stadion Pakansari Bogor Minggu (12/3/2017) bonus spesial tidak akan ada. Rangsangan utama manajemen adalah hadiah juara tiga miliar rupiah. "Hadiah mayoritas untuk pemain," kata General Manager Arema Ruddy Widodo.

Advertisement

Pemain Arema sudah memahami hal tersebut karena ini turnamen pramusim, berbeda dengan kompetisi resmi. "Soal bonus, itu urusan manajemen tim. Sebagai pemain, kami sementara fokus untuk juara. Karena materi nantinya akan datang sendiri," kata kapten Arema Ahmad Alfarizi.

Jika melihat dari pengalaman juara turnamen sebelumnya, Bhayangkara Cup, pemain Arema banyak mendapatkan bonus justru setelah juara. Pemerintah daerah Malang Raya yang memberikan bonus spesial ratusan juta kepada pemain.

Pemerintah memberi bonus kepada pemain karena membawa harum nama Malang Raya. Artinya, yang disampaikan Alfarizi memang benar. Bonus spesial tidak dijanjikan, tapi datang ketika tim sudah membawa pulang trofi juara.

Jika melihat peluang jadi juara, Arema punya kans besar. Karena dari segi permainan dan komposisi tim mereka lebih unggul. Tapi Singo Edan enggan meremehkan lawan. "PBFC sudah membuktikan bisa lolos ke final. Tentu bukan lawan mudah," sahut pelatih Arema Aji Santoso.

Arema sudah membuktikan diri punya mental juara. Dalam fase semifinal leg kedua misalnya. Setelah tertinggal dua gol di kandang sendiri oleh Semen Padang, mereka bisa membalasnya dengan lima gol yang diborong Cristian Gonzales.