22 Negara Ikuti Football for Peace 2017 yang Digelar Uni Papua

oleh Aning Jati diperbarui 15 Mei 2017, 13:00 WIB
Uni Papua menyelenggarakan Football for Peace 2017 yang diikuti 22 negara dan komunitas internasional. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Uni Papua semakin intens mempersiapkan diri menjelang Football for Peace 2017. Puncak kegiatan Football for Peace diselenggarakan Uni Papua pada 20 dan 21 Mei 2017 di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta. Pada acara puncak itu akan digelar pertandingan sepak bola dengan sistem "7 a side", yang terbuka untuk umum.

Masyarakat maupun komunitas-komunitas yang tertarik mengikuti atau sekadar meramaikan ajang ini bisa mendaftar ke Uni Papua untuk mendapatkan tanda masuk berupa gelang Football for Peace yang bisa diperoleh di meja panitia di venue.

Selain pertandingan 7 a side, pada acara puncak juga digelar partai ekshibisi yang mempertemukan tim merah versus tim putih, dengan melibatkan perwakilan pemain dari seluruh peserta.

Sesuai informasi yang diterima Bola.com, hingga Senin (15/5/2017), sebanyak 30 tim yang terdiri dari 22 negara, delapan tim ekspatriat, dan beberapa komunitas dari Asia dan Eropa, sudah terdaftar sebagai peserta.

Negara-negara itu semisal Korea Utara, Arab Saudi, Meksiko, Argentina, Spanyol, Irak, Palestina, Kuwait, Kolumbia, Iran, dan masih banyak lagi.

Advertisement

Sementara tim Indonesia akan diwakili dari kalangan penggiat sepak bola, selebritas Tanah Air, tim Kementerian Luar Negeri, mantan pemain timnas, serta dari tim Uni Papua FC.

Sebelum acara puncak digelar, pada 30 Januari 2017, Uni Papua telah menyelenggarakan pertemuan bersama Kementerian Luar Negeri untuk mempresentasikan dan mensosialisasikan latar belakang, visi dan misi Football for Peace di hadapan perwakilan 22 negara sahabat dan komunitas internasional yang berada di Jakarta.

Di sisi lain, Football for Peace 2017 diselenggarakan dengan sejumlah tujuan, seperti mengampanyekan perdamaian melalui sepak bola, membangun dan memelihara persahabatan antara Indonesia dengan negara-negara sahabat dan komunitas internasional.

Selain itu juga untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional serta menggunakan sepak bola untuk mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan dan sosial.

Hal ini sejalan dengan keberadaan Uni Papua sebagai organisasi sepak bola sosial yang berfokus pada pembinaan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan untuk perubahan sosial yang berkelanjutan melalui sepak bola.