Bos Madura United Anggap Kompetisi Liga 1 Jadi Lelucon

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 29 Jun 2017, 19:30 WIB
Pemilik Madura United, Achsanul Qosasi (tengah), mempertanyakan penangguhan regulasi pemain U-23 yang dilakukan PT Liga Indonesia Baru sejak 3 Juli hingga 30 Agustus 2017. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Bola.com, Jakarta - Penghapusan sementara regulasi penggunaan pemain U-23 di Liga 1 2017 selama kurang lebih dua bulan membuat berang bos Madura United, Achsanul Qosasi. Ia mempertanyakan sikap PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi terkait penangguhan sementara regulasi tersebut.

PT Liga Indonesia Baru mengeluarkan surat bernomor 155/LIB/VI/2017 mengenai penangguhan implementasi regulasi pemain U-23 di Liga 1 2017 yang ditujukan kepada manajemen klub peserta Liga 1 2017.

Advertisement

Dalam surat itu disebutkan, penangguhan yang dilakukan pada periode 3 Juli hingga 30 Agustus 2017 itu adalah untuk menjaga keadilan terhadap klub-klub yang melepaskan banyak pemain memperkuat Timnas Indonesia U-22 yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 dan SEA Games 2017.

Achsanul mengungkapkan kegeramannya terhadap perubahan peraturan ini melalui media sosial. Dalam akun Twitter miliknya, ia mempertanyakan terkait siapa yang dibantu melalui peraturan tersebut.

"PT LIB kembali mengubah peraturannya sendiri. Peraturan ini untuk membantu siapa? Inkonsistensi justru membuat kompetisi ini menjadi lelucon," kicau Achsanul.

Bagi tim-tim yang pemainnya dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 dan akan berlaga di dua kompetisi level Asia yang akan digelar pada Juli dan Agustus 2017, tentu menjadi sebuah keuntungan ketika regulasi tersebut ditangguhkan. Persib Bandung misalnya. Asisten pelatihnya, Herrie Setiawan, sudah mengungkapkan rasa gembiranya dengan penangguhan regulasi tersebut.

Madura United pantas kecewa karena sudah mengikuti regulasi dengan memiliki pemain U-23 dan berhasil menempati papan atas klasemen tentu bisa semakin unggul jika regulasi tersebut tetap dijalankan.