Utak-atik Taktik AC Milan pada Musim 2017-2018

oleh Rizki Hidayat diperbarui 20 Jul 2017, 05:03 WIB
Kehadiran pemain baru pada bursa transfer musim panas tahun ini membuat AC Milan memiliki banyak pilihan formasi yang bakal dipakai. (EPA/Matteo Bazzi)

Bola.com - AC Milan melakukan belanja besar-besaran pada bursa transfer musim panas tahun ini. Kehadiran nama-nama baru membuat pelatih Milan, Vincenzo Montella, memiliki banyak alternatif formasi yang akan dipakai pada musim 2017-2018.

Advertisement

Sejak diakuisisi investor asal China, Rossoneri Sport Investment Lux, pada 13 April 2017, AC Milan memiliki dana berlimpah untuk mendapatkan pemain baru. Tercatat, sudah 10 pesepak bola yang diboyong manajemen anyar Milan ke San Siro, mulai dari kiper, bek, gelandang, serta penyerang hingga Rabu (19/7/2017).

Ke-10 pemain tersebut adalah Mateo Musacchio (dari Villarreal), Franck Kessie (Atalanta), Andrea Conti (Atalanta), Andre Silva (FC Porto), Ricardo Rodriguez (VfL Wolfsburg), Hakan Calhanoglu (Bayer Leverkusen), Fabio Borini (Sunderland), Antonio Donnarumma (Asteras Tripoli), Leonardo Bonucci (Juventus), dan Lucas Biglia (Lazio) pada musim panas tahun ini.

Berdasarkan data di Transfermarkt, AC Milan telah mengeluarkan dana hingga 189,5 juta euro (Rp 2,9 triliun) untuk mendapatkan servis nama-nama tersebut. Jumlah itu merupakan rekor transfer yang ditorehkan I Rossoneri dalam 20 tahun terakhir.

Milan terakhir kali mengucurkan dana besar untuk membeli pemain terjadi pada musim 2001-2002. Pada musim tersebut, AC Milan menggelontorkan dana 144 juta euro (Rp 2,2 triliun) untuk menggaet delapan pemain baru.

Kendati telah mengeluarkan uang hampir Rp 3 triliun pada bursa transfer musim panas tahun ini, manajemen AC Milan belum akan berhenti untuk membeli pemain. Dalam beberapa pekan terakhir, Milan berniat menggaet Alvaro Morata dan Andrea Belotti.

Andai sukses menggaet Morata dari Real Madrid, atau Belotti dari Torino, AC Milan bakal memiliki skuat yang mumpuni untuk bersaing meraih trofi juara pada musim depan. Berbagai alternatif formasi bisa dipakai pelatih Vincenzo Montella untuk melakoni laga di Serie A, Coppa Italia, ataupun Liga Europa.

Berikut ini adalah prakiraan formasi yang bakal dipakai Montella bersama AC Milan pada musim 2017-2018:

2 dari 5 halaman

Formasi 4-3-3

Pemain AC Milan menjalani latihan jelang melakoni laga kontra Borussia Dortmund pada turnamen pramusim, International Champions Cup 2017. (AFP)

Sejak menangani AC Milan pada 28 Juni 2016, Montella lebih sering memakai formasi 4-3-3. Meski begitu, dia juga beberapa kali menerapkan strategi 3-5-2.

Dari 39 laga dengan menggunakan taktik 4-3-3, pelatih asal Italia itu berhasil membawa I Rossoneri merengkuh 19 kemenangan, delapan imbang, dan menelan 12 kekalahan. Sementara itu, dari dua pertandingan dengan formasi 3-5-2, AC Milan memetik satu kemenangan dan sekali imbang.

Untuk menghadapi musim 2017-2018, Vincenzo Montella diprediksi masih akan mengandalkan formasi 4-3-3. Gianluigi Donnarumma tetap dipercaya menempati pos di bawah mistar gawang.

Andrea Conti menghuni pos di sisi kanan pertahanan, sedangkan Ricardo Rodriguez berada di sisi kiri. Sementara itu, Mateo Musacchio, Leonardo Bonucci, dan Alessio Romagnoli bisa bergantian menghuni jantung pertahanan.

Franck Kessie, Riccardo Montolivo, dan Hakan Calhanoglu menempati sektor tengah. Untuk lini serang ditempati Suso, Andre Silva, serta Giacomo Bonaventura.

Foto dok. Bola.com

3 dari 5 halaman

Formasi 4-3-1-2

Gelandang AC Milan, Franck Kessie, adu lari dengan gelandang Borussia Dortmund, Christian Pulisic pada turnamen pramusim ICC 2017 di Stadion Tianhe, Guangzhou, Selasa (18/7/2017). Borussia Dortmund menang 3-1 atas AC Milan. (EPA/Aleksandar Plavevski)

Memiliki skuat yang merata diseluruh lini, Montella mempunyai banyak pilihan pemain untuk diturunkan. Salah satu formasi yang mungkin dipakai oleh Montella adalah 4-3-1-2.

Pelatih asal Italia tersebut pernah menerapkan taktik tersebut saat menangani Samdoria, Catania, dan Fiorentina. Sayangnya, strategi tersebut tak selalu berjalan dengan baik.

Tiga kali memainkan formasi 4-3-1-2 bersama Sampdoria, Montella selalu menelan kekalahan, ketika menangani Catania mampu meraih satu kemenangan dan dua kali kalah, dan ketika mengasuh Fiorentina, merengkuh tujuh kemenangan, sekali imbang, dan menelan dua kekalahan.

Minimnya hasil positif yang didapat dengan strategi 4-3-1-2 tak lepas dari kurangnya pemain berkualitas yang dimiliki. Namun bersama AC Milan, peluang Vincenzo Montella membawa tim asuhannya merengkuh tiga poin di setiap laga dengan formasi tersebut terbilang cukup besar.

Apalagi, jika Alvaro Morata atau Andrea Belotti berhasil didapatkan. Montella kemungkinan besar bakal menduetkan Morata atau Belotti bersama Andre Silva di lini serang, dan Giacomo Bonaventura diplot sebagai trequartista.

Foto dok. Bola.com

4 dari 5 halaman

Formasi 4-2-3-1

Striker AC Milan, Patrick Cutrone, berebut bola dengan bek Borussia Dortmund, Sokratis pada turnamen pramusim ICC 2017 di Stadion Tianhe, Guangzhou, Selasa (18/7/2017). Borussia Dortmund menang 3-1 atas AC Milan. (EPA/Aleksandar Plavevski)

Vincezo Montella beberapa kali menerapkan formasi 4-2-3-1 bersama tim yang diasuhnya. Tercatat, dia pernah dua kali memakai taktik ini saat menangani Sampdoria, tiga kali bersama Catania, 14 kali ketika mengasuh AS Roma, dan satu kali bersama Fiorentina.

Dari 20 laga dengan memakai formasi 4-2-3-1, Montella berhasil merengkuh sembilan kemenangan, empat hasil imbang, dan menelan tujuh kekalahan.

Meski tak selalu meraih hasil bagus, taktik ini bisa menjadi alternatif lain buat Montella dalam menghadapi persaingan pada musim depan. Sebab saat ini, Il Diavolo Rosso memiliki empat pemain yang bisa dimainkan sebagai gelandang bertahan, yakni Manuel Locatelli, Lucas Biglia, Franck Kessie, dan Riccardo Montolivo.

Selain itu, Suso, Jose Sosa, Hakan Calhanoglu, Giacomo Bonaventura, hingga Fabio Borini bisa diplot untuk menempati posisi di belakang penyerang sebagai gelandang serang.

Foto dok. Bola.com

5 dari 5 halaman

Formasi 3-5-2

Kehadiran Leonardo Bonucci membuat AC Milan diprediksi akan tampil dengan tiga bek pada musim 2017-2018. (dok. AC Milan)

Selain taktik 4-3-3, formasi 3-5-2 adalah strategi yang juga kerap dipakai oleh Vincenzo Montella. Sejak mengawali karier sebagai pelatih pada Februari 2011, pelatih 43 tahun ini tercatat telah 72 kali menerapkan formasi 3-5-2, dengan rincian tujuh kali bersama Sampdoria, tiga kali dengan Catania, 60 kali saat menangani Fiorentina, dan dua kali bersama AC Milan.

Dari 72 pertandingan tersebut, Montella sukses membawa timnya meraih 36 kemenangan, 16 imbang, dan menelan 20 kekalahan. Selain memakai formasi 3-5-2, Montella juga pernah menerapkan taktik 3-1-4-2 atau 3-4-3.

Mantan penyerang AS Roma itu pun tak menampik akan menggunakan formasi yang berbeda pada musim 2017-2018. Kehadiran Leonardo Bonucci membuat Montella bisa menerapkan strategi tiga bek.

"Saya mengevaluasi pemain yang saya miliki setiap hari. Saya memiliki begitu banyak pemain, menurut saya, mereka mampu menawarkan solusi taktik yang berbeda," kata Montella.

"Kedatangan Bonucci, misalnya, bisa membuat saya memainkan tiga pemain bertahan, namun hal itu sulit untuk diketahui dengan pasti saat ini," lanjutnya.

Jika memakai tiga bek, Montella diprediksi akan menempatkan Bonucci bersama dengan Mateo Musacchio dan Alessio Romagnoli di jantung pertahanan. Sementara itu, Andrea Conti dan Ricardo Rodriguez bakal ditarik sedikit ke depan dan tampil sebagai gelandang kanan serta kiri.

Foto dok. Bola.com

Berita Terkait