Poin Tak Terhitung, Medali Emas Rifda Nyaris Direbut Malaysia

oleh Cakrayuri Nuralam diperbarui 23 Agu 2017, 13:44 WIB
Pesenam putri Indonesia Rifda Irfanaluthfi, meraih emas pada kategori beam dengan nilai 13.125, Rabu (23/8/2017) di Mitec, Kuala Lumpur, Malaysia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Bola.com, Kuala Lumpur - Atlet putri Indonesia, Rifda Irfanaluthfi mendapat medali emas dan perak dalam cabang olahraga senam SEA Games 2017 di Mitec, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (23/8/2017). Untuk mendapatkan emas, Rifda harus protes karena ada nilainya yang tidak terhitung.

Pada kategori beam, awalnya Rifda dinyatakan meraih medali perak. Dia Mendapatkan total score 13.025. Nilai yang dikumpulkannya kalah tipis 0,075 dari pesenam Malaysia, Tan Ing Yueh.

Advertisement

Namun kontingen Indonesia melakukan protes karena ada gerakan yang tidak mendapat hitungan. Protes itu diterima oleh juri dan memutuskan Rifda berhasil meraih medali emas dengan total score 13.125.

"Tadi pelatih saya juga ikut mencatat. Nah, catatan pelatih sama seperti juri pertama. Kemudian disamakan dan ternyata benar ada poin yang tak terhitung," katanya.

Wanita kelahiran 16 Oktober 1999 itu tak menyangka bisa meraih medali emas di kategori balok keseimbangan. Dia lebih percaya diri meraih medali emas di floor exercise.

Pada kategori floor exercice, Rifda mendapatkan medali perunggu dengan total nilai 13.000. Nilai yang dikumpulkannya kalah dari Farah Ann (Malaysia, 13.450) dan De Guzman (Filipina, 13.025).

Rifda mengaku gemetar ketika mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di Mitec. Medali emas ada ajang SEA Games 2017 memiliki arti besar bagi dia. "Rasanya seperti merinding, gemetar, terharu, semuanya. Ini adalah emas pertama saya di kejuaraan internasional," ujar wanita kelahiran Jakarta tersebut.

Sementara itu, pesenam Malaysia, Tan Ing Yueh mengaku tak dendam dengan Rifda setelah emas miliknya direbut. "Ya, ini keputusan wasit. Saya terima saja hasilnya," katanya.

(Laporan Cakrayuri Nuralam dan Faizal Fanani/Liputan6.com dari Kuala Lumpur, Malaysia)