Bola.com, Manchester - Jose Mourinho mendapatkan label sebagai manajer jangka pendek karena kerap berganti klub. Namun, manajer Manchester United tersebut menolak anggapan itu.
"Jika orang mengatakan saya pindah dari satu klub ke klub lain, mereka benar, namun saya tidak berpikir saya adalah manajer jangka pendek," ujar Mourinho.
"Saya mempersiapkan klub untuk sukses, saya mempersiapkan klub dengan cara di mana ketika saya pergi, manajer baru yang datang berada di klub papan atas. Dan itu bukan jangka pendek bahkan jika Anda pergi," lanjutnya.
Mourinho memang dikenal tak pernah lama menangani sebuah klub. Dia hanya dua musim melatih FC Porto (2002 sampai 2004), tiga musim bersama Chelsea (2004 sampai 2007), dua musim dengan Inter Milan (2008 sampai 2013), tiga musim bersama Real Madrid (2010 sampai 2013), dan dua musim ketika kembali dipercaya mengasuh Chelsea (2013 sampai 2015).
Pria asal Portugal tersebut kini duduk di kursi manajer Manchester United sejak 27 Mei 2016. Dia sepakat menandatangani kontrak berdurasi tiga musim.
Dengan durasi kerja yang berakhir pada 30 Juni 2019, Jose Mourinho masih enggan untuk memperpanjang kontraknya bersama MU. Jika pergi dari The Red Devils selepas kontraknya berakhir, label manajer jangka pendek bakal makin melekat kepada Mourinho.
"Jika Anda berada di sebuah klub selama satu atau dua tahun, atau pekerjaan apa pun jika Anda meninggalkan struktur menjadi lebih sukses tanpa atau dengan Anda, itu bukan jangka pendek. Itu untuk jangka panjang," papar Mou.
Meski tak pernah lama menangani sebuah klub, Jose Mourinho tercatat sukses meraih 25 gelar juara bersama Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, serta Manchester United.
Sumber: Telegraph