Liga 2: 3 Bulan Tak Gajian, Pemain Persekap Jualan Burung

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 30 Okt 2017, 15:20 WIB
Kabar tak menyenangkan datang dari Persekap. Klub ini dikabarkan menunggak gaji pemain musim ini hingga tiba bulan lamanya. (Bola.com)

Bola.com, Pasuruan - Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa itulah yang kini dirasakan tim asal Jawa Timur, Persekap Kota Pasuruan. Selain harus degradasi ke Liga 3 musim depan, manajemen tim berjuluk Laskar Untung Suropati itu dikabarkan menunggak gaji pemain hingga tiga bulan.

Fakta tersebut dibeberkan beberapa pemain Persekap ketika berbincang dengan Bola.com. Beberapa pemain yang enggan disebutkan identitasnya mengaku jika gaji yang tertunggak medio Juli hingga September 2017.

Advertisement

Hal ini cukup miris, mengingat sebagian besar pemain hanya mengandalkan hidup dari sepak bola. Beberapa pemain lantas harus menjual burung dan juga bermain sepak bola antarkampung (tarkam) untuk menyambung hidup.

"Saya pribadi tidak masalah sisa gaji dicicil asal lunas tiga bulan. Apalagi kebutuhan hidup banyak termasuk untuk menabung dan memberikan ke orangtua," kata salah satu pemain.

Pemain senior di Persekap itu mengakui jika sisa gaji yang tertunggak cukup besar. Ia menambahkan jika hanya mendapat cicilan Rp 1,5 juta dalam tiga bulan terakhir. Total uang itu disebutnya juga untuk uang saku selama menjalani tur ke luar Jawa.

Hanya, setelah itu tidak ada lagi gaji yang diberikan manajemen. Padahal, dirinya sudah memiliki rencana besar pada tahun depan, yakni mempersunting kekasih hati.

"Saya mau menikah tahun depan. Uang itu salah satunya untuk modal dan juga persiapan. Mudah-mudahan manajemen segera bertanggung-jawab," harapnya.

Pemain itu menyebut, menurut jajaran manajemen, dana anggaran yang ada sudah habis untuk biaya operasional seperti untuk hotel, makan, dan tiket pesawat. Padahal, dana subsidi Rp 500 juta dan hak siar televisi dengan jumlah yang hampir sama dinilai pemain tersebut cukup untuk menutup gaji pemain.

Namun, sedari awal rincian pengeluaran dengan pemasukan dinilai memang tidak jelas. Dana subsidi dan juga hak siar selama ini tidak tahu ke mana habisnya.

"Sehingga pemain yang jadi korban. Seharusnya subsidi turun untuk gaji pemain, namun kenyataan tidak. Saya sekarang hanya mengandalkan jualan burung yang selama ini saya beli. Mudah-mudahan manajemen segera memberikan hak-hak kepada kami," pinta pemain berposisi striker di Persekap itu.