Gantung Sepatu, Ponaryo Astaman Bersiap Banting Setir Menjadi...

oleh Ario Yosia diperbarui 17 Nov 2017, 19:30 WIB
Pemain Pusamania Borneo FC, Ponaryo Astaman saat melawan PS TNI pada lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (17/4/2017). PS TNI bermain imbang 2-2 dengan PBFC. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Mantan kapten Timnas Indonesia, Ponaryo Astaman, secara resmi mengumumkan gantung sepatu. Laga ekshibisi ribute Match Choirul Huda digelar yang dihelat di Stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (15/11/2017), yang mempertemukan Persela Lamongan Vs Timnas All-Star, jadi laga terakhir pesepak bola asal Balikpapan itu.

Popon, demikian Ponaryo akrab disapa, mengaku bersiap banting setir menekuni profesi baru. Menariknya, ia mengaku belum menaruh minat menjadi pelatih setelah tak lagi aktif sebagai pemain.

Advertisement

"Saya belum kepikiran untuk serius menekuni profesi sebagai pelatih," ujar gelandang jangkar kelahiran 25 September 1979 itu saat dijumpai Bola.com di SCTV Tower, Kamis (16/11/2017) sore.

Keputusan Ponaryo tak hijrah sebagai pelatih agak mengherankan, mengingat saat ini sudah mengantongi sertifikat kepelatihan Lisensi B AFC.

Dalam waktu dekat pria berusia 38 tahun ini juga akan meningkatkan sertifikatnya itu menjadi lisensi A AFC. Ia akan menjalani kursus pada 18 November-2 Desember.

"Dengan mengikuti kursus pelatih ilmu saya soal area teknik bakal bertambah. Wawasan saya juga akan makin luas. Tapi jika nanti akhirnya lulus, saya tidak akan jadi pelatih dalam waktu dekat," kata Popon.

"Saya melihat kondisi sepak bola Indonesia saat ini belum ideal untuk menjalani pekerjaan sebagai pelatih. Banyak masalah yang membuat ilmu saya nantinya malah tidak bisa teraplikasi secara maksimal," ujar Ponaryo yang terakhir tercatat sebagai pemain Pusamania Borneo FC itu.

Lantas profesi apa yang Ponaryo pilih setelah tak lagi jadi aktor lapangan hijau?

"Pekerjaan baru saya masih tidak jauh-jauh dari sepak bola. Saya ingin fokus mengurusi APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia). Kalau saat masih aktif bermain saya tidak bisa benar-benar fokus, sekarang bisa," ujar Ponaryo.

"Saya ingin APPI jadi organisasi yang benar-benar profesional, bisa diandalkan para pesepak bola Tanah Air. Untuk mewujudkannya saya tentu harus 100 persen mencurahkan tenaga dan pikiran ke organisasi ini. Tak bisa disambi-sambi," timpalnya.

Beberapa tahun terakhir, Ponaryo Astaman tercatat sebagai Ketua APPI. Dalam waktu dekat ia akan menjabat posisi baru yang lebih krusial. "Ada perubahan di jajaran kepengurusan APPI. Tunggu pengumuman resminya," ucap Ponaryo.

Berita Terkait