Ruud Gullit PSIS Sempat Terbeban dengan Namanya

oleh Cakrayuri Nuralam diperbarui 29 Nov 2017, 11:10 WIB
Gelandang PSIS, Ruud Gulid, berebut bola dengan gelandang Martapura FC, Reza Saputra, pada laga perebutan tempat ketiga Liga 2 di Stadion GBLA, Bandung, Selasa (28/11/2017). PSIS menang 6-4 atas Martapura FC. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Jakarta Ruud Gulid menyambut gembira keberhasilan PSIS melaju ke Liga 1. Pemain berusia 25 tahun itu juga ikut mengantar Mahesa Jenar meraih peringkat ketiga klasemen Liga 2. 

Meski tak mencetak gol, Ruud Gulid yang membantu PSIS menyingkirkan Martapura FC dengan skor 6-4 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa (28/11/2017).

Advertisement

Bermain di sektor tengah membuatnya bisa membantu menyeimbangkan permainan Mahesa Jenar. Ruud Gulid juga melakukan banyak intersep untuk memutus pemainan Martapura FC.

Sekilas, nama gelandang PSIS ini mengingatkan kita tentang legenda Timnas Belanda, Ruud Gullit. Dia mengaku, nama itu merupakan pemberian ayahnya yang menyukai sepak bola. 

"Ayah saya cukup mengidolakan Ruud Gullit hingga akhirnya ayah saya memilih nama Ruud Gullit sebagai doa agar kelak anaknya bisa sehebat Ruud Gullit di sepak bola," ucapnya.

Namun penulisan Ruud Gullit tidak sama dengan pemilik aslinya. Sebab pada kostum pemain bernomor punggung 37 itu tertulis Ruud Gulid. 

Menurut Gulid, pemberian nama dari sang ayah menjadi beban. Pasalnya, dia disandingkan dengan nama tenar karena dua kakak lelakinya memiliki nama yang lazim di Indonesia, Zulkifli dan Muhammad Irfan.

"Cuma saya yang meniti karier di sepak bola di keluarga. Awalnya berat, tapi lama-lama saya menikmati saja," ujar bintang PSIS itu menambahkan.

2 dari 2 halaman

Perjalanan Karier Ruud Gulid

Suporter PSIS menyalakan suar saat merayakan kemenangan timnya melawan Martapura FC di Final tempat ketiga Liga 2 Indonesia di Stadion GBLA, Bandung, Selasa (28/11). PSIS unggul 6-4 dan lolos ke Liga 1 Indonesia. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bagi Ruud Gulid, keberhasilannya membawa PSIS lolos ke Liga 1 menjadi prestasi tersendiri dalam kariernya bersama tim yang berasal dari Pulau Jawa. Sebelumnya, dia memperkuat Martapura FC pada 2013. Setahun berselang, Ruud Gulid bermain untuk PSMS Medan.

Debut Gulid di kompetisi bersama Mahesa Jenar ketika dia tampil sebagai starter di laga tandang PSIS versus PSIR Rembang pada 11 Mei silam. Dan, tampaknya kerja keras Gulid semakin membuahkan hasil.

Pemain bertinggi badan 175 cm ini sering mendapat kepercayaan dari pelatih Subangkit untuk berlaga. Bahkan di dua kali laga uji coba versus PSS Sleman dan PSIM Jogjakarta, Gullit menjadi sosok sentral di lini tengah Mahesa Jenar. Dia juga menyumbang satu gol kemenangan PSIS 2-0 atas PSIM.

"PSIS adalah tim besar. Saya bangga bermain di sini di bawah asuhan pelatih senior, coach Subangkit," kata Ruud Gulid mengakhiri.

Berita Terkait