Tak Ikhlas Dengan Hasil Seri, Brasil Tuntut Penjelasan dari FIFA

Oleh Tim Boladotnet diperbarui 19 Jun 2018, 23:24 WIB
Striker Brasil, Neymar, terkapar saat pertandingan melawan Swiss pada laga Piala Dunia di Stadion Rostov, Rusia, Senin (17/6/2018). Dilanggar sebanyak 10 kali membuat Neymar masuk rekor di Piala Dunia. (AP/Andrew Medichini)

Bola.com, Jakarta Federasi Sepakbola Brasil, CBF, melayangkan sebuah surat resmi pada FIFA untuk meminta penjelasan terkait penggunaan Video Assistant Referee (VAR).

Surat itu dilayangkan usai Brasil menjalani pertandingan melawan Swiss di matchday 1 Grup E, hari Senin (18/06) kemarin. Pertandingan itu berakhir imbang 1-1.

Advertisement

Kubu Brasil merasa mereka harusnya bisa meraih kemenangan. Mereka juga mengklaim ada dua pelanggaran berat yang diabaikan oleh wasit yang bertugas kala itu.

Yang pertama adalah pelanggaran Steven Zuber terhadap Miranda sebelum mencetak gol. Kemudian pelanggaran Manuel Akanji pada Gabriel Jesus.

Menurut laporan dari Goal International, surat dari CBF itu ditujukan pada Presiden FIFA, Gianni Infantino. Dalam suratnya, CBF mempertanyakan kinerja Cesar Ramos plus wasit yang bertugas menangani VAR, Paolo Valeri.

2 dari 4 halaman

Miranda vs Zuber

Bek Swiss, Stevan Zuber, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Brasil pada laga Grup E Piala Dunia di Rostov Arena, Rostov-on-Don, Minggu (17/6/2018). Kedua negara bermain imbang 1-1. (AP/Themba Hadebe)

Pihak Brasil menganggap Zuber mendorong Miranda hingga terjatuh. Alhasil gelandang dari klub Hoffenheim itu bisa mencetak gol sundulan dengan leluasa.

"Jelas bahwa pemain asal Brasil, Miranda, saat tengah bertahan, jelas didorong dan dijatuhkan oleh sang pencetak gol Zuber."

"Zuber sengaja mendorong Miranda pada dua kesempatan yang berbeda dengan dua tangan, di kesempatan kedua aksinya terlihat lebih jelas, karena tubuh kedua pemain itu berjarak lebih jauh."

"Tindakan ini menandai pelanggaran yang jelas, yang menghasilkan keuntungan yang tak terbantahkan untuk Tuan Zuber, karena Tuan Miranda tidak mampu bertahan dan memainkan bola. Wasit tidak menandai pelanggaran itu dan Mr. Zuber mencetak gol yang menentukan."

3 dari 4 halaman

Akanji vs Jesus

2. Gabriel Jesus (Brasil) - Tampil mengesankan bersama Manchester City membuatnya dipanggil timnas Brasil. Pemain berusia 21 tahun itu akan dipercaya menjadi ujung tombak tim Samba bersama Neymar Jr. (AP/Ronald Zak)

Pihak Brasil menilai Akanji melanggar Jesus pada menit 74. Di mata mereka. pelanggaran ini harusnya membuahkan penalti.

"Gabriel Jesus, yang mengendalikan bola di daerah penalti Swiss dengan peluang yang jelas untuk mencetak gol, ditahan, juga dengan kedua tangan, oleh Mr. Akanji, yang menjatuhkannya dan dengan demikian melakukan aksi pelanggara yang harusnya jelas berbuah penalti. Wasit, Namun, tidak campur tangan dan membiarkan aksi berlanjut," demikian isi surat dari pihak CBF.

Sampai saat ini, masih belum diketahui bagaimana respon FIFA terhadap tuntutan pihak CBF ini.

4 dari 4 halaman

Keluhan Neymar

Striker Brasil, Neymar, terjatuh saat berebut bola dengan gelandang Swiss, Valon Behrami, pada laga Piala Dunia di Stadion Rostov, Rusia, Senin (17/6/2018). Dilanggar sebanyak 10 kali membuat Neymar masuk rekor di Piala Dunia. (AP/Felipe Dana)

Usai pertandingan, Neymar pun juga mengeluhkan kinerja sang wasit. Apalagi di pertandingan itu ia acapkali dilanggar pemain lawan.

Pemain PSG ini juga memandang Zuber sebelum mencetak gol memang melakukan pelanggaran lebih dahulu pada Miranda. Ia pun menyindir wasit agar bekerja lebih baik lagi kedepannya.

"Saya rasa itu memang pelanggaran," katanya seperti dilansir Goal International.

"Ketika Anda melihat momen pada pemutaran ulang, orang-orang merayakan gol... Saya melihatnya lagi tetapi bukan tugas saya untuk membicarakannya, ada empat profesional yang bekerja untuk itu. Mereka harus melakukan pekerjaan mereka," ucapnya.

Berita Terkait