Rudy Keeltjes: Prancis Juarai Piala Dunia karena Punya Keseimbangan

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 16 Jul 2018, 22:45 WIB
Timnas Prancis merayakan gelar juara Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Kroasia pada laga final di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7). Prancis berhasil menjadi juara setelah membekuk Kroasia dengan skor akhir 4-2. (AP Photo/Matthias Schrader)

Bola.com, Surabaya - Timnas Prancis tampil sebagai kampiun Piala Dunia 2018 setelah pada final di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7/2018), mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2. 

Salah satu pengamat di Jatim yang sudah menduga Prancis akan tampil sebagai pemenang di turnamen sepak bola terbesar sejagat ini adalah Rudy Keeltjes. Pelatih kepala tim Pra-PON Jatim ini menilai Les Bleus pantas menjadi juara karena memiliki memiliki semua syarat.

Advertisement

Menurutnya, kekuatan utama tim besutan Didier Deschamps adalah keseimbangan di semua lini. "Lini belakangnya cukup kuat, tengahnya solid, dan sektor penyerangannya tajam. Kombinasi yang sangat lengkap," tutur Rudy, Senin (16/7/2018). 

Antoine Griezmann dan Paul Pogba di tim Prancis dinilainya sebagai sosok sentral yang membuat Prancis sangat perkasa di Rusia. "Tanpa mengesampingkan peran pemain lain seperti Mbappe yang tampil luar biasa, tapi saya menilai Griezmann dan Pogba yang membuat Prancis sulit ditaklukkan," terang Rudy.

Rudy menilai Griezmann memiliki kemampuan individu di atas rata-rata, kecepatan, dan visi bermain yang sangat baik. Griezmann selalu memberikan kontribusi maksimal di setiap laga yang dijalani Prancis.

"Pemain ini sangat sulit dimatikan. Dia punya pergerakan yang cukup bagus, juga punya kelebihan pada bola-bola mati. Dan yang tak kalah penting, Griezmann selalu membawa aura positif bagi timnya. Ini karena dia punya mental yang sangat bagus," kata eks bintang NIAC Mitra ini.

Sementara itu, Rudy menilai Pogba yang membuat Prancis punya keseimbangan. Dengan talenta besar yang ia miliki, serta statusnya sebagai salah satu pemain bintang dunia, Pogba dinilai pintar melebur dalam tim. Alhasil, tim tidak terkesan bergantung pada satu pemain saja.

"Ini yang membedakan Prancis dengan tim lain. Tidak ada pemain yang sangat menonjol meski sebenarnya mereka bisa. Ini kehebatan Deschamps dalam meramu tim serta menanamkam kepada pemainnya agar mengedepankan kolektivitas tim ketimbang individu," jelas Rudy.