MotoGP Austria: Lorenzo Cemaskan Cuaca

oleh Liputan6.com diperbarui 10 Agu 2018, 10:07 WIB
Pembalap Ducati, Jorge Lorenzo saat melakoni latihan bebas MotoGP Jerman 2018 di Sirkuit Sachsenring. (Twitter/Ducati Motor)

Jakarta Pembalap Ducati Corse, Jorge Lorenzo, ingin kembali mengulangi keberhasilannya meraih podium setelah sukses menjadi runner-up di Sirkuit Brno, MotoGP Republik Ceko, akhir pekan kemarin.

Saat itu, duo Ducati Corse yakni Andrea Dovizioso dan X-Fuera sukses menempati posisi satu dan dua pada balapan pembuka paruh kedua MotoGP musim ini. Lorenzo menyambut balapan MotoGP Austria dengan antusias.

Advertisement

Tak aneh memang jika Lorenzo mengharapkan sesuatu yang lebih saat tampil di Sirkuit Red Bull Ring. Pasalnya, motor Desmosedici mempunyai rapor bagus selama mengaspal di lintasan sepanjang 4,3 km tersebut.

Dalam dua musim terakhir MotoGP, Ducati tak pernah memberikan kesempatan kepada pabrikan lain untuk mengisi podium pertama. Andrea Iannone menang pada 2016, selang setahun kemudian giliran Andrea Dovizioso yang berdiri gagah di podium pertama.

"Bagi kami tiba di Austria setelah melihat Andrea dan Jorge berada di posisi satu dan dua di Brno adalah fantastis. Tidak mungkin ada skenario yang lebih baik untuk Ducati saat ini," papar Ciabatti seperti dikutip dari Motorcyclenews, Jumat (10/8/2018).

2 dari 3 halaman

Sirkuit Ideal

Pembalap Spanyol dari tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo. (AFP PHOTO / Josep Lago)

"Jika saya harus menunjukkan sirkuit yang ideal untuk Desmosedici, saya mungkin akan memilih Red Bull Ring, karena motor kami beradaptasi dengan baik ke trek ini," ungkapnya.

Sirkuit ini dikenal dengan akselerasi cepat dan pengereman keras yang dikombinasikan dengan kecepatan tinggi. Intinya, kata Ciabatti, tim Ducati siap membuat perbedaan selama balapan akhir pekan ini.

3 dari 3 halaman

Termotivasi

"Saya sangat termotivasi untuk mendapatkan hasil yang bagus. Tetapi, meskipun semua orang mengatakan kami favorit untuk meraih kemenangan, kami harus melihat bagaimana akhir pekan berjalan," terangnya.

"Pasalnya, cuaca akan berubah dan itu juga bisa menjadi faktor penentu untuk balapan," ucap Ciabatti. (David Permana)

Sumber Liputan6.com