Polemik Pejudo Berjilbab di Asian Para Games Jadi Pelajaran Berharga bagi Indonesia

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 08 Okt 2018, 20:40 WIB
Atlet Judo Indonesia, Miftahul Jannah, berpose usai gagal berlaga pada Asian Para Games di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (8/10/2018). Miftah didiskualifikasi karena enggan melepas hijab nya. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Polemik atlet judo Indonesia, Miftahul Jannah, yang gagal bertanding di Asian Para Games 2018 karena menolak melepas jilbab, Senin (8/10/2018), dinilai menjadi pelajaran berharga bagi tim Indonesia. Kejadian yang dipicu keteledoran pihak National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dalam memahami regulasi. 

Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun, sudah meminta maaf atas kejadian itu. Dia mengakui NPC bersalah sehingga inisiden itu terjadi. 

Advertisement

Senny juga berjanji melakukan evaluasi supaya insiden tersebut tidak terulang. Selain judo, ada cabor renang yang memang tidak membolehkan atribut di kepala. Di cabang beladiri lain seperti karate, taekwondo, dan silat, para atlet boleh mengenakan jilbab. 

Direktur Sport INAPGOC Fanny Irawan mengatakan polemik ini telah selesai. Semua pihak menyadari kesalahannya. "Saya salut dengan NPC yang mengakui keteledorannya dalam memahami regulasi. Pemimpin seperti Senny Marbun ini patut dijadikan tauladan. Jadi semua telah clear. Mari kita terus memberi semangat kepada para atlet kita," kata Fanny, dalam konferensi pers di GBK Arena, Jakarta. 

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Mulyana, juga menghimbau persoalan ini tidak perlu diperdebatkan. "Jangan sampai mempenaruhi semangat dan fokus atlet. Ketidakpahaman regulasi ini jadi pelajaran berharga buat kita semua," ujar Mulyana.

Judoka Indonesia, Miftahul Jannah, batal bertanding di Asian Para Games 2018 setelah menolak untuk melepas hijab saat masuk matras. Dia kemudian didiskualifikasi oleh wasit.

Miftahul dijadwalkan bertanding di JIEXPO Kemayoran, pukul 10.18 WIB di nomor -52 kg kategori low vision. Miftahul harus menghadapi judoka Mongolia, Oyun Gantulga. Namun, menjelang dimulainya pertandingan, Miftahul Jannah dilarang tampil menggunakan hijab.

Larangan wasit itu sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan International Judo Federation. Alasan keselamatan yang mengharuskan setiap atlet judo bertanding tanpa penutup kepala akhirnya membuat Miftahul Jannah batal bertanding di Asian Para Games 2018.

 

 

Berita Terkait